Sahat Martin Sinurat: Semua Pihak Harus Bersama-sama Menjaga Kondusifitas dan Keamanan Pasca Pemilu 2019

0
40

Jakarta, Protestantpost.com

“Pada 17 April 2019, kita telah selesai melaksanakan Pemilihan Umum. Pemilu ini mendapat apresiasi banyak negara karena ini adalah pertama kalinya suatu negara mampu melaksanakan Pemilihan Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota serentak dalam satu hari pelaksanaan.

Walaupun hasil Quick Count sudah dikeluarkan oleh belasan lembaga, namun secara konstitusional, perhitungan suara masih dilaksanakan oleh KPU. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya menetapkan hasil pemilu 2019 secara nasional paling lama 35 hari pasca pemungutan suara, Rabu, 17 April 2019. Dengan demikian, hasil resmi pemilu 2019 baru bisa diketahui paling lama pada 22 Mei 2019,”demikian disampaikan Sahat Martin Sinurat , Mantan Ketua Umum PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), kepada Suarakristen.com, Protestantpost dan Gramediapost, yang meminta pendapatnya seputar hasil Pemilu 2019 (19/4/19).

Tambah Sahat,”Karena saat ini perhitungan suara masih dilakukan oleh KPU, kami meminta setiap pihak, khususnya paslon, tim sukses, dan para pendukung paslon untuk dapat menjaga kondusifitas dan keamanan. Para elit politik diharapkan untuk tidak mengeluarkan kalimat-kalimat provokatif yang dapat menimbulkan ketegangan dan keributan di tengah masyarakat.”

“Mari kita hormati tahapan proses Pemilu kita dan tidak melakukan langkah-langkah yang inkonstitusional. Seharusnya kita sudah dewasa dalam berdemokrasi, menempuh jalur konstitusional jika ada ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu, dan siap menang ataupun kalah.”pungkasnya lagi.

Tegas Sahat lagi,”Saya mengapresiasi TNI dan Polri yang akan menindak tegas setiap aksi penolakan terhadap hasil Pemilu yang dianggap inkonstitusional. Kami mengharapkan TNI dan Polri dapat menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat, khususnya dalam tiga hari ini, sebagian masyarakat Indonesia sedang melaksanakan hari raya keagamaan. Kami harapkan para elit politik dan juga setiap lapisan masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita bersama.”

Baca juga  Luar Biasa! Film Dilan 1991 Raih Dua Rekor MURI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here