Prihatin Dengan Situasi Nasional, Aktivis Se-Indonesia Akan Deklarasikan Pawai Kebangsaan

0
679
Taufiq Amrullah, mantan Ketua KAMMI

 

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Situasi nasional Indonesia yang sedang mengalami pembelahan akibat kontestasi politik dan mengarah pada potensi disintegrasi bangsa membuat prihatin aktivis pergerakan. Dalam rilis yang diberikan kepada media di Jakarta, Ahad Malam (22/10/2017), mereka menyatakan akan bergerak secara nasional dan membuat kampanye di tiap-tiap daerah dalam wadah besar bernama Pawai Kebangsaan.

 

Taufik Amrullah, mantan Ketua PP KAMMI yang juga Direktur Progres Indonesia menyatakan  : ” Bahwa situasi hari ini tidak menguntungkan kita sebagai sebuah bangsa. Pawai Kebangsaan dibuat untuk menyebarkan kesadaran baru kepada rakyat dan pemerintah akan pentingnya persatuan,” ujarnya.

 

“Saya kira, ada beberapa situasi nasional yang perlu dicermati oleh kita dan pemerintah. Yang pertama, adanya potensi pembelahan yang tajam yang disebabkan oleh pilihan politik. Yang kedua, kampanye Pancasila dan Deradikalisasi yang massif yang digencarkan oleh Jokowi yang nampaknya itu menjadi pembenaran untuk menggebuk kelompok yang selama ini berseberangan dengan pemerintah dan jika ini dikerjakan terus secara sistematis oleh pemerintah, ada potensi bahaya karena akan ada aksi kekerasan negara pada rakyat secara sistematis”, tegas Taufik.

 

Sementara Bambang Prayitno, salah satu inisiator Pawai Kebangsaan menyatakan bahwa selain masalah disintegrasi, ada masalah lain yang perlu jadi catatan tebal rakyat.

 

“Ini pemerintahan Jokowi terus menerus membangun infrastruktur. Tapi seolah-olah abai atas jeritan rakyat akibat kelaparan dan kesusahan mencari pekerjaan. Berbagai kegiatan ekonomi mengalami kelesuan. Sementara daya dukung pemerintah untuk mengatasi masalah ini seperti tidak ada. Kesenjangan ekonomi di negara kita makin lebar jurangnya. Rakyat makin lama makin kehilangan harapan. Aktivis dan anak-anak muda yang tersebar di seluruh Indonesia, datang lewat Pawai Kebangsaan untuk menguatkan rakyat. Memberikan mereka harapan dan semangat baru”, katanya.

Baca juga  Polsek Kep Seribu Utara Wajibkan 1.278 Wisatawan Tinggalkan Pulau Harapan Usai Liburan Jalani Scan Chek Out PeduliLindungi

 

Sementara Taufik menjelaskan, karena keprihatinan itu semua, maka Pawai Kebangsaan menjadi ikhtiar yang mesti diseriusi dan dikerjakan. Ini adalah kerja besar untuk memberikan narasi baru persatuan, kebangsaan dan masa depan ditengah situasi yang tidak menentu ini,” tuturnya lagi.

 

“Kami akan deklarasikan Pawai Kebangsaan dari Sabang, Aceh. Tapi secara serentak, jejaring aktivis yang sejak 1998 masih saling berkomunikasi juga sudah siap bergerak. Mereka akan launching di tempat yang sama, masing-masing di tanggal tersebut. Adapun peserta Pawai Kebangsaan adalah aktivis lintas organisasi dan tokoh-tokoh nasional dan daerah yang peduli dengan bangsa ini” imbuhnya.

 

Taufik juga menjelaskan bahwa di Sabang nanti, selain acara Deklarasi Pawai Kebangsaan, juga akan ada Panggung Rakyat dan Upacara Hari Sumpah Pemuda di titik nol Indonesia. Fahri Hamzah direncanakan menjadi inspektur upacara. Beberapa anggota DPR dan DPD asal Aceh mengaku akan hadir. Dihubungi terpisah, Walikota Sabang Nazaruddin mengaku sudah menyiapkan daerahnya untuk menjadi tuan rumah berbagai acara nasional Sumpah Pemuda di daerahnya. (fri)