Pdt. Weinata Sairin:”Qui legitime certaverit coronabitur. Siapa yang berjuang secara sah, dialah yang akan mendapatkan mahkota”.

0
696

Orang bijak selalu menyatakan bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan. Kata _perjuangan_ mengindikasikan bahwa hidup, kehidupan itu bukanlah sesuatu yang mudah, yang alon-alon asal kelakon, yang santai, instant, easy going. Hidup dan kehidupan adalah sesuatu yang dinamik, yang bergerak, yang tidak berdiam-diam. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan arti kata ‘perjuangan’ yaitu ‘berusaha sekuat tenaga tentang sesuatu; berusaha penuh dengan kesukaran dan bahaya’. Menurut Tan Malaka jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil insiatif lebih dulu maka lawan kita akan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan kita sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif yang melumpuhkan kita.

Istilah “perjuangan” amat sering dihubungkan dengan peristiwa perang kemerdekaan yang dilakukan oleh para pejuang bangsa kita untuk mengusir kolonial, sang penjajah dari negeri kita tercinta. Para pejuang kita dengan hanya berbekal bamboe roentjing namun dengan komitmen dan rasa cinta tanah air yang amat mendalam telah mampu mengusir sang penjajah dengan gemilang.

Dengan jiwa patriotisme yang tinggi dan semangat juang yang membara serta menyala-nyala para pejuang kita itu bahkan rela mengurbankan harta benda, jiwa raga demi tercapainya kemerdekaan bangsa. Sikap keperwiraan, patriotisme, pantang menyerah yang telah ditunjukkan oleh para pejuang kita telah mengantarkan bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka.

Dalam perjuangan kemerdekaan, para pejuang dan patriot bangsa tidak pernah berhitung tentang harta benda yang ada padanya, tentang hambatan dan pengurbanan yang mesti dialami dalam perjuangan kemerdekaan. Yang penting mereka bisa memberikan kontribusi bagi kemerdekaan bangsa.

Sikap patriot ditunjukkan dengan cukup jelas dalam banyak kisah-kisah historis yang menjadi bagian dari khazanah sejarah dunia. Dalam perang kemerdekaan Amerika, banyak tentara Inggris di kepung di kota Boston. Orang-orang Amerika sudah mengepung kota itu dan orang Inggris hanya memiliki sedikit saja persediaan makanan. Washington mengirim surat kepada Kongres dan memberi saran agar kita Boston di bom saja. Mendengar saran itu banyak orang yang bingung bahkan diliputi rasa takut. Banyak orang tahu bahwa harta benda John Hancokk yang menjadi Ketua Kongres. Hancokk berdiri dan bicara dimuka kongres. “Benar bahwa semua harta bendaku ada di dalam kota Boston. Tetapi bila untuk mengusir tentara Inggris dan demi kemerdekaan negara, kita tetap akan membumi-hanguskannya. Segera keluarkan perintah untuk itu.” Sikap Hancokk amat
terpuji, ia patriot sejati!

Baca juga  Merdeka Bukan Untuk Kehidupan Dalam Dosa Melainkan Untuk Melayani "(Roma 5:13)

Kata *perjuangan* dalam perkembangan kemudian tidak hanya digunakan secara khusus dalam konteks perang kemerdekaan, perang rakyat semesta untuk mengusir penjajahan yang mengeksploitasi kehidupan bangsa. Kata _perjuangan_ juga digunakan oleh setiap orang untuk menggapai cita-cita diberbagai bidang. Cita-cita menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, anggota parlemen, anggota DPD, pejabat eselon 1 dan sebagainya baik di lingkup sipil maupun militer membutuhkan perjuangan.

Semua perjuangan ditempuh menurut prosedur formal dan baku yang diatur dalam ketentuan perundangan. Perjuangan dilakukan dengan berbasiskan moral, etik, spiritual, dan memenuhi aspek hukum. Pepatah yang dikutip di bagian awal tulisan ini menegaskan bahwa siapa yang berjuang secara sah, dia yang akan mendapatkan mahkota. Mari kita terus berjuang untuk mencapai cita-cita kita, berjuang sportif sesuai dengan ketentuan hukum dengan berlandaskan ajaran agama kita masing-masing.

Selamat berjuang. God bless.

Weinata Sairin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here