Kamulah Saksi-SaksiKu

0
140

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Lukas 24:44-50

24:44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”

24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

 

Sebelum naik ke surga, Yesus menegaskan kembali kepada murid-murid-Nya bahwa diri-Nya adalah penggenapan dari nubuatan kita-kitab Taurat Musa, kitab-kitab Nabi dan kitab Mazmur. Di sana dikatakan bahwa Mesias akan menderita dan bangkit pada hari ketiga. Semuanya itu terjadi untuk menebus dosa manusia. Hal ini harus diberitakan kepada segala bangsa. Untuk itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” Sebagai saksi, murid-murid harus memberitakan hal ini kepada umat manusia.

Ketika Yesus mengatakan: “Kamu adalah saksi-Ku”, tidak satupun dari mereka yang mengelak. Mereka tidak saling melempar tanggung jawab. Mereka bersedia dan siap menjalankan tugas sebagai saksi itu. Respons mereka sagat positif, dan itu terbukti di kemudian hari bahwa mereka betul-betul menjalankan tugas kesaksian itu dengan bersemangat. Dalam tuntunan Roh Kudus mereka bersaksi tak kenal lelah. Mereka yakin bahwa dalam pekerjaan itu Tuhan akan memberkati mereka.

Baca juga  Spiritualitas dan Vitalitas Hidup

Penegasan Tuhan bahwa “Kamu adalah saksi-Ku” masih berlaku sampai sekarang dan ditujukan kepada kita. Lalu bagaimana respons kita? Apakah sama dengan respons murid-murid sebelum Tuhan Yesus naik ke surga? Ouw, ternyata beragam. Ada yang memberikan respon positif dan ada yang memberikan respons negatif. Yang merespons secara positif tentu membahagiakan hati Yesus. Tapi sayang jumlahnya sangat kecil. Sedangkan yang merespons secara negatif sangat banyak. Mereka punya seribu satu macam alasan untuk mengelak. Salah satu alasan paling banyak dipakai adalah: “Oh jangan dulu saya, yang lain dululah. Saya masih terlalu sibuk. Nantilah, kalau sudah waktunya saya akan ikut.” Camkanlah, bahwa menjadi saksi Yesus bukan nanti tapi sekarang! Dimana pun kita berada, kita harus menjadi saksi-Nya. Betapa sedih hati Yesus mendengar banyaknya alasan-alasan yang kita ajukan. Betapa pedih perasaan-Nya, karena Dia telah menyerahkan diri-Nya untuk sebuah penderitaan paling dahsyat demi kita, namun kita menolak diajak menjadi saksi-Nya. Dia menjadikan kita sebagai saksi-Nya untuk diselamatkan bukan sebaliknya. Tapi sedikit yang menganggapinya. Jadi benarlah apa yang dikatakan firman: banyak yang dipanggil sedikit yang terpilih. Apakah kita termasuk yang dipilih? Mungkin kita akan menjawab: saya tidak tahu, karena itu ditentukan pada hari penghakiman. Okeylah kalau begitu. Tapi satu hal yang perlu kita ketahui adalah bahwa menjadi orang terpilih dimulai dari kesediaan kita untuk menjadi saksi-Nya. Maukah kamu menjadi saksi-Ku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here