Allah Saja Sumber Berkat Kita

0
119

Oleh: P. Adriyanto

 

 

Pada zaman kemajuan teknologi yang luar biasa ini, masih banyak orang yang percaya dan mengandalkan hidupnya pada kekuatan supranatural. Mereka mengharapkan berkat dari makam-makam yang dianggap keramat,  meminta berkat dari orang-orang pintar, memakai cincin dengan batu permata yang diyakini dapat mendatangkan berkat yang mereka inginkan.

Orang tidak menyadari bahwa segala tawaran iblis yang menggiurkan akan berakhir dengan penderitaan, pembinasaan dan kematian bagi orang-orang yang termakan dengan godaannya.

Tuhan telah menyatakan perbandingan antara gembala yang baik dan srigala yang jahat seperti yang tertulis pada Yohanes 10:1~21 (Gembala yang baik)  khususnya ayat 10:

*”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”*

 

Allah adalah sumber segala berkat bagi kita. Ia akan memenuhi segala kebutuhan kita.

® *”Engkau yang membuka tanganMu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup”*

*Mazmur 145:15~16*

 

Allah akan memberi berkat berupa penyediaan  kebutuhan kita,  apabila:

^ hidup kita berkenan kepada-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya

(1 Yohanes 3:22)

 

^ kita berdoa dan percaya kepada Firman Allah

(Matius 21:22)

 

^ selalu mengucap syukur kepada-Nya atas segala berkat yang kita terima

(Mazmur 68:20)

 

^ kita harus memberi maka kita akan diberi (Lukas 6:38;

Amsal 11:24~25; Galatia 6:7~8)

 

^ kita harus baik-baik mendengar suara Tuhan. Baca

Ulangan 28:1~14 yang intinya:

* Segala berkat akan datang kepada kita

 

* kita diberkati di kota dan di ladang

 

* diberkati buah kandungan kita, hasil bumi dan ternak

 

* kita diberkati dalam segala usaha kita

 

* Tuhan akan membuka perbendaharaan-Nya yang melimpah.

Baca juga  Pdt. Weinata Sairin: "Ubi peccat aetas maior, male discit minor. Ketika yang lebih tua melakukan kejahatan maka yang lebih muda akan belajar dalam kejahatan itu".

 

^ *Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, kita akan tetap naik dan bukan turun*

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here