DPP GAMKI Merayakan Natal & Tahun Baru di Panti Asuhan Griya Asih

0
259
Ketum DPP GAMKI sedang menyerahkan bantuan dana Rp.10.000.000 kepada pengurus panti asuhan
Ketum DPP GAMKI sedang menyerahkan bantuan dana Rp.10.000.000 kepada pengurus panti asuhan

 

 

Oleh: Hotben Lingga

Jakarta, Suarakristen.com

 

“Natal itu memang merupakan peringatan hari kelahiran Yesus Kristus  Sang Juruselamat manusia yang datang ke dalam dunia ini untuk menebus dosa manusia. Namun sayang sekali, saat ini ada kecenderungan makna Natal sudah bercampur baur dengan pragmatisme, hedonisme dan sekularisme. Saat ini banyak orang Kristen yang kurang memahami esensi Natal yang sebenarnya dan kehilangan makna Natal yang dasarnya.

 

Karena itu, tahun ini, DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) memilih mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru di Panti Asuhan Griya Asih, Jakarta, karena bagi GAMKI, makna Natal yang sebenarnya adalah bagaimana merayakan peristiwa dan suka-cita Natal bersama-sama orang-orang yang membutuhkan perhatian, pertolongan dan kasih sayang. Natal adalah ungkapan cinta kasih Allah kepada semua umat manusia, khususnya bagi mereka yang tertindas, tersisih, teralienasi dan berkekurangan.

 

Natal yang sesungguhnya adalah ketika kita mengalami kehadiran Allah dalam hati dan hidup kita. Dan kita rindu membagikan cinta kasih Allah  kepada orang lain yang  belum merasakan pengalaman perjumpaan secara pribadi dengan Allah.  Itulah esensi Natal yang sesungguhnya.”demikian disampaikan Michael Wattimena, M.M, kepada pers, di sela-sela acara Natal dan Tahun Baru DPP GAMKI di Panti Asuhan Griya Asih, Jakarta.(14/1/16)

 

Ungkap Michael Wattimena lebih lanjut,”Kita harus menyambut Natal dengan hati dan jiwa yang terbuka untuk kehadiran Sang Almasih Juruselamat kita. Kristus ingin kita berubah dan berbuah. Kristus ingin kita menyatakan kasihNya kepada orang-orang tidak bisa berkumpul bersama keluarga, kepada orang-orang yang menderita kelaparan, kehilangan pengharapan, mengalami diskriminasi, menanti hukuman mati, dan yang sedang frustasi.

 

Dalam situasi seperti ini, tugas kita untuk  menunjukkan solidaritas dengan sesama yang menghadapi berbagai kendala dalam kehidupannya.

Baca juga  Partogi J.P. Samosir: "Abdi Bangsa Kristen Harus Bekerja Keras Meningkatkan Produktivitas, Kualitas dan Standar Hidup Masyarakat. "

 

Namun disamping itu, Natal adalah momentum refleksi dan aksi konkret untuk perubahan serta peneguhan atas perjuangan kita di dalam dunia ini.Kita merayakan Natal sebagai ungkapan persekutuan dengan Tuhan yang datang menyapa kita dan memberi arti penting bagi hidup kita.

 

Refleksi dan makna esensial Natal seharusnya menggema sepanjang tahun dan menjiwai setiap tindakan pribadi maupun kelompok maupun organisasi kita.

 

Tema pokok Natal adalah kasih Allah kepada manusia dan perintah Tuhan kepada kita untuk mengasihi dan menaati perintah Tuhan serta mengasihi sesama umat manusia dan mengasihi segala ciptaan Tihan lainnya. Kehadiran Yesus Kristus sebagai manusia merupakan bentuk konkrit ungkapan cinta kasih Allah kepada kita semua.

 

Tema Natal DPP GAMKI “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah” merefleksikan perjuangan GAMKI memberikan arah dan penekanan tentang sikap mengasihi itu. Kita harus mewujudkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, tanpa membuat diskriminasi, perbedaan, dalam keluarga, lingkungan kerja, dan bentuk interaksi sosial lain, bahkan di interaksi dunia maya sekalipun. Kita harus mewujudkan ungkapan kasih kepada sesama dalam wujud partisipasi dan keterlibatan aktif dalam usaha memerangi kemiskinan, diskriminasi, intoleransi, ketidakadilan sosial, kekerasan serta dalam mengatasi berbagai persoalan sosial masyarakat seperti konflik kemanusiaan, menguatnya perilaku intoleran, serta perilaku atau tindakan yang membuat harmoni atau persaudaraan antar sesama warga menjadi retak.

 

Tugas kita sebagai umat Kristen di Indonesia adalah menjadi garam dan terang. Menjadi berkat dan teladan dalam kehidupan sosial.

 

Kita juga dipanggil untuk melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan-Nya dari aksi sewenang-wenang dalam memanfaatkan dan mengelola alam. Kita harus menjadi “pengelola dan pemelihara lingkungan hidup yang baik dan bertanggung-jawab”.

Baca juga  Panitia FKA 21: Allah Ingin UmatNya Hidup dan Berjalan dengan Kuasa dan KasihNya

 

GAMKI turut prihatin atas ekspolitasi dan perusakan alam yang dilakukan semena-mena dan secara ilegal oleh banyak perusahaan-perusahaan. GAMKI mengajak kita semua untuk memperhatikan kelestarian alam sebagai sumber kehidupan manusia.

 

Natal ini adalah momentum reflektif dan aksi untuk mencintai sesama dalam suka dan duka serta peneguhan panggilan kita sebagai orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk menggunakan, mengelola dan merawat ciptaan-Nya dengan penuh tanggung-jawab dan bijaksana.”

 

Pada perayaan Natal di Panti Asuhan Griya Asih tersebut, Ketua Umum DPP GAMKI memberikan bantuan dana sebesar Rp.10.000.000 kepada pengelola Panti Asuhan Panti Griya.

 

Acara Natal tersebut diikuti oleh kurang lebih 50 orang anak-anak panti asuhan. Jajaran DPP GAMKI yang hadir seperti Dikson Siringoringo, Shirley Wattimena dan lain-lain.

 

Pembawa renungan Natal adalah Pdt. Statistik Siahaan.

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here