SAPMA Pemuda Pancasila Surabaya Perkuat Ideologi Pancasila di Kampus, Luncurkan “Kopi Cangkru” sebagai Ruang Dialektika Pemuda
Surabaya, 6 November 2026 –
Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila dan Sumpah Pemuda di kalangan mahasiswa dan pemuda Surabaya.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut konkret dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SAPMA Pemuda Pancasila, dengan fokus utama pada konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput, mulai dari anak cabang, ranting, hingga komisariat perguruan tinggi.
Ketua Pengurus Cabang SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Kevin Harlens, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat atas terselenggaranya Rakernas yang berjalan sukses. Ia mengungkapkan bahwa organisasi telah memperluas sayapnya dengan secara resmi membentuk komisariat di enam perguruan tinggi terkemuka di Surabaya, yaitu Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UPN “Veteran” Jawa Timur, UIN Sunan Ampel (UINSA), Universitas Hang Tuah (UHT), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
“Keberadaan komisariat di enam kampus ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat dan menyebarkan ideologi Pancasila di kalangan mahasiswa secara lebih masif dan terstruktur,” ujar Kevin.
Inovasi “Kopi Cangkru” dan Ruang Dialektika Intelektual
Sebagai langkah nyata dalam menyerap aspirasi serta membendung isu ketidaknasionalan dan maraknya hoaks, SAPMA Kota Surabaya menggagas program inovatif bernama “Kopi Cangkru”. Program ini dirancang sebagai wadah inklusif bagi seluruh Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), dan elemen pemuda di Surabaya untuk saling bertukar pikiran serta menyampaikan aspirasi terkait isu daerah maupun nasional secara damai dan beradab.
Menanggapi dinamika politik dan aksi penyampaian pendapat di jalanan, Kevin menekankan pentingnya pendekatan yang berbeda dan bijak.
“Menyampaikan aspirasi tidak harus selalu turun ke jalan atau diwarnai anarkisme. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, kami mendampingi aksi mahasiswa dan laskar rakyat dengan membuka ruang dialektika intelektual. Kami mengundang pimpinan DPRD serta Wali Kota Surabaya untuk duduk bersama, memberikan insight dan solusi atas keresahan anak muda,” tambah Kevin.
Langkah progresif ini telah mendapat apresiasi positif dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, serta Ketua DPRD Kota Surabaya, yang menilai pendekatan dialogis ini sebagai model penyelesaian masalah yang dewasa dan konstruktif.
Benteng Ideologi di Tengah Tantangan Zaman
Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Ruben Chan, menekankan pentingnya menjaga stabilitas kepemudaan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika isu nasional.
“Rakernas ini menjadi ajang konsolidasi penting agar SAPMA terus menjadi wadah strategis kepemudaan yang memberi contoh nyata dalam bernegara. Kita harus tetap teguh pada ideologi Pancasila, UUD 1945, dan Sumpah Pemuda.
SAPMA Surabaya siap menjadi benteng untuk membina pemuda-pemudi agar terus berkarya dan berprestasi sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa,” tegas Ruben.
Ke depan, SAPMA Pemuda Pancasila Kota Surabaya akan terus mengoptimalkan peran komisariat kampus dan program “Kopi Cangkru” sebagai ujung tombak pendidikan politik dan ideologi bagi generasi muda Surabaya yang nasionalis, kritis, dan solutif.
###
Tentang SAPMA Pemuda Pancasila:
Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila adalah sayap organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dari Pemuda Pancasila yang berdedikasi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memberdayakan potensi pelajar dan mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.



















