Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko (Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo): Perkembangan Kendaraan Listrik Makin Masif, Generasi Muda Didorong Jadi Pelaku Utama dalam Ekosistem EV
*Perlu Akselerasi Regulasi dan Dukungan Generasi Muda dalam Menghadapi Era Mobilitas Listrik
Jakarta, Gramediapost.com
Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) kini tidak lagi sebatas pada kendaraan penumpang pribadi ( passenger car), melainkan telah meluas ke sektor yang lebih luas, termasuk kendaraan komersial hingga mobilitas udara dan laut. Transformasi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membangun kesadaran baru dalam menciptakan mobilitas yang lebih efisien dan bersih.
Dalam keterangannya kepada beberapa awak media, di sela-sela acara PERIKLINDO EV CONFERENCE 2026, Dr. Moeldoko (Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), menyampaikan bahwa sektor kendaraan komersial seperti bus, truk, dan angkutan umum merupakan penyumbang emisi karbon (CO2)terbesar di sektor transportasi. Selain itu, operasional armada komersial saat ini masih mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar yang berdampak pada tingginya subsidi energi dari pemerintah.
”Selama ini kita hanya berpikir tentang mobilitas penumpang untuk pribadi. Namun ke depan, kita perlu memikirkan bagaimana mobil-mobil komersial ini digunakan. Penyumbang CO2 terbesar adalah kendaraan komersial seperti bus dan truk. Pengalihan ke teknologi listrik akan meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi beban subsidi pemerintah di sektor tersebut,” ujar Dr. Moeldoko.
Perluasan Ekosistem EV dan Ketersediaan Regulasi
Selain transportasi darat, masa depan mobilitas diperkirakan akan berkembang pesat ke moda transportasi udara (seperti electric Vertical Take-Off and Landing / eVTOL) serta transportasi laut berbasis energi listrik.
Namun, pesatnya perkembangan teknologi EV masih menghadapi tantangan pada kesiapan regulasi. Pemerintah diharapkan dapat segera mengakselerasi aturan pendukung, khususnya mengenai tata kelola koridor udara dan ruang operasional bagi moda transportasi masa depan tersebut.
”Perkembangan teknologi tidak selalu sejajar dengan ketersediaan regulasi. Sebagai contoh pada teknologi eVTOL atau kendaraan listrik udara, kita perlu menyiapkan aturan mengenai koridor udara dan penataan ruangnya dengan baik,” tambahnya.
Mendorong Peran Aktif Anak Muda Indonesia
Lebih lanjut, ditegaskan pula pentingnya peran aktif generasi muda dalam ekosistem kendaraan listrik nasional. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar atau penonton dalam industri global ini, tetapi mampu melahirkan anak-anak muda yang terlibat langsung dalam proyek pengembangan EV nasional, mulai dari rantai pasok baterai hingga industri pembuatan unit kendaraan.
”Kita jangan hanya menjadi pasar atau penonton. Perlu keterlibatan generasi muda untuk menyikapi perkembangan EV ini dengan sebaik-baiknya, sehingga anak-anak muda Indonesia terlibat langsung dalam proyek pembangunan EV nasional, baik di sektor baterai maupun industri kendaraan ke depan.” Pungkas Dr. Moeldoko.
”Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyikapi perkembangan teknologi ini secara cermat dan kolaboratif demi memberikan masukan serta dorongan (endorsement) yang positif bagi kebijakan pemerintah ke depan,” Tegas Dr. Moeldoko mengakhiri wawancara.



















