Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Wisuda ITI 2026, Lulusan Sarjana Didorong Berinovasi dan Berkontribusi bagi Indonesia

×

Wisuda ITI 2026, Lulusan Sarjana Didorong Berinovasi dan Berkontribusi bagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wisuda ITI 2026, Lulusan Sarjana Didorong Berinovasi dan Berkontribusi bagi Indonesia

 

Example 300x600

TANGERANG SELATAN, Gramediapost.com

 

 

Institut Teknologi Indonesia (ITI) terus memperkuat penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan sarjana yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan pengalaman profesional mahasiswa, peluang magang, kolaborasi internasional, serta pengembangan inovasi dan hilirisasi hasil riset. Hal ini menjadi bagian dari komitmen ITI dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Wisuda Program Sarjana dan Profesi Insinyur Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Gedung Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, BRIN, Serpong, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Tri Munanto, S.E., M.Ak., yang hadir mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah III untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Tri Munanto menyampaikan apresiasi kepada ITI atas penyelenggaraan pendidikan tinggi dan keberhasilan mengantarkan para mahasiswa hingga menyelesaikan studi. Kehadiran perwakilan LLDIKTI Wilayah III juga mencerminkan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi bagian dari pembangunan nasional melalui kompetensi, profesionalisme, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Pengalaman Profesional sebagai Bekal Lulusan

Rektor ITI, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pendidikan sarjana perlu memberikan bekal yang lebih luas daripada sekadar ijazah. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja, mengembangkan profesionalisme, dan menghadapi tantangan industri yang terus berubah.

“Harapannya memang di S-1 reguler ini, kami benar-benar menyiapkan kelulusan mereka itu tidak hanya sekadar ijazah, tapi mereka punya pengalaman. Kita punya program magang, bahkan kita punya program magang ke luar negeri atau magang internasional, dan beberapa kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta kolaborasi internasional,” ujar Rektor.

Menurutnya, pengalaman praktik dan keterlibatan dalam berbagai bentuk kolaborasi dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai kebutuhan dunia kerja. ITI juga membuka peluang bagi lulusan sarjana untuk melanjutkan pengembangan kompetensi melalui Program Profesi Insinyur. Bagi mahasiswa reguler yang belum memiliki pengalaman kerja memadai, tersedia jalur pengembangan melalui program reguler profesi insinyur yang dapat ditempuh selama dua semester, termasuk pengalaman praktik yang relevan.

Mendorong Hilirisasi Riset dan Inovasi Mahasiswa

Selain memperkuat kompetensi lulusan, ITI mendorong agar hasil penelitian dan inovasi di lingkungan kampus dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya ini didukung melalui keberadaan Pusat Inkubasi dan Bisnis (PI2B), unit yang menangani riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat membantu sivitas akademika mengembangkan hasil penelitian, melindungi kekayaan intelektual, serta membuka peluang pemanfaatan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

“Kita sudah ada sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual) juga di Institut Teknologi Indonesia, sehingga bisa dihakikan semua hasil-hasil riset tersebut,” kata Rektor.

Melalui dukungan tersebut, ITI berupaya menghubungkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata. Hilirisasi riset menjadi salah satu langkah penting agar pengetahuan yang dihasilkan di perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi berpeluang untuk dimanfaatkan secara lebih luas.

Orasi Ilmiah: Algoritma untuk Menjawab Tantangan Indonesia

Dalam rangkaian prosesi wisuda, kegiatan juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Ir. Yustina Sri Suharini, S.T., M.T., IPM., Dosen Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Indonesia. Orasi ilmiah tersebut mengangkat judul “Penjajaran Urutan: dari Algoritma Klasik Menuju Solusi bagi Tantangan Kesehatan, Pertanian, dan Keanekaragaman Hayati Indonesia”.

Topik tersebut mengangkat relevansi pengembangan algoritma dalam pemanfaatan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan lintas bidang. Penjajaran urutan atau sequence alignment merupakan salah satu pendekatan komputasi yang digunakan untuk membandingkan urutan data, termasuk dalam analisis sekuens biologis. Pendekatan ini memiliki keterkaitan dengan pengembangan riset di bidang kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati.

Kehadiran orasi ilmiah dalam prosesi wisuda menjadi bagian dari upaya menghadirkan perspektif akademik kepada para lulusan, sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Penguasaan teknologi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kemampuan mengidentifikasi persoalan dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Prestasi Akademik dan Fleksibilitas Pembelajaran

Pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan di ITI juga tercermin dari pencapaian akademik dan keberagaman latar belakang para lulusannya. Sofian Trengganu, lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), berhasil meraih IPK 3,89 dengan predikat sangat memuaskan. Ia mengapresiasi dukungan dosen serta pengalaman magang yang diperolehnya selama menjalani perkuliahan.

Bagi Sofian, pengalaman belajar di ITI menjadi bagian penting dalam membangun bekal akademik dan profesional untuk menghadapi tahap berikutnya dalam perjalanan kariernya. Ia juga memandang ITI sebagai bagian dari warisan pemikiran B.J. Habibie yang menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai unsur penting dalam pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Arbayin Ainum Priatmoko, lulusan Program Studi Teknik Mesin, mengapresiasi fleksibilitas pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menyeimbangkan pendidikan dengan pekerjaan. Menurutnya, penyesuaian waktu perkuliahan menjadi salah satu faktor yang membantu mahasiswa yang telah bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan.

“Kampusnya cukup fleksibel, sehingga kita bisa kuliah di luar jam kerja, dan terkadang pun dosen bisa menyesuaikan dengan waktu kita,” ungkap Arbayin.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu menjangkau mahasiswa dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Fleksibilitas pembelajaran dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi mereka yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa meninggalkan tanggung jawab profesional.

Terus Belajar dan Menjaga Nama Baik Almamater

Wakil Rektor Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan ITI, Prof. Dr. Ir. Dwita Suastiyanti, M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, para lulusan diharapkan tetap mengembangkan kompetensi, menjaga hubungan dengan almamater, dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Kami berharap mereka semua dapat menempuh kehidupan selanjutnya yang lebih baik. Terus belajar, jangan melupakan almamaternya, dan terus berkomunikasi dengan almamater untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga semangat belajar dan menjadikan nasihat para dosen sebagai bekal dalam perjalanan setelah meninggalkan bangku kuliah.

“Pesannya, terus semangat dengan mengingat terus nasihat-nasihat dari dosen-dosennya, dengan terus belajar sehingga memberikan semangat dan inspirasi bagi mereka untuk bisa lebih maju,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kelulusan, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memberikan manfaat melalui pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki.

Rektor ITI juga menekankan bahwa kompetensi teknologi perlu diimbangi dengan karakter yang kuat. Kejujuran, kedisiplinan, etika, dan integritas merupakan nilai penting yang harus diterapkan oleh setiap lulusan dalam menjalankan profesinya.

“Pesan kita, tidak hanya sekadar teknologi, tidak hanya sekadar kompetensi, namun dikedepankan juga kejujuran, kedisiplinan, etika, dan berintegritas. Dan selalu apa yang kita karyakan harus memiliki dampak kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Meneruskan Semangat B.J. Habibie untuk Indonesia

Didirikan pada 1984 atas prakarsa Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie, Institut Teknologi Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Semangat tersebut menjadi salah satu landasan ITI dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan perkembangan industri, inovasi teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui penguatan pengalaman profesional, kolaborasi, pengembangan riset, serta pendidikan yang menekankan kompetensi dan integritas, ITI terus berupaya mempersiapkan lulusan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional. Para lulusan diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga turut menciptakan solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, rekayasa, dan bidang keilmuan lainnya, informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Indonesia dapat diakses melalui situs resmi https://pmb.iti.ac.id atau media sosial @pmb.iti.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *