Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Sam Bimbo Rayakan Ultah ke-84, Siap Guncang Panggung Lagi Agustus 2026

×

Sam Bimbo Rayakan Ultah ke-84, Siap Guncang Panggung Lagi Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sam Bimbo Rayakan Ultah ke-84, Siap Guncang Panggung Lagi Agustus 2026

 

Example 300x600

 

Bandung, Gramediapost.com

 

Legenda musik Indonesia Sam Bimbo memastikan grup Bimbo akan kembali aktif Agustus 2026 setelah vakum sejak Acil Bimbo wafat 1 September 2025. Kepastian itu disampaikan Sam saat merayakan ulang tahun ke-84 di sebuah resto kawasan Dago, Bandung, Rabu (6/5/2026), didampingi sang istri, Rubaah Samsudin.

“Pastinya saya sangat bahagia sekarang umur 84 tahun masih bisa nyanyi, masih bisa komunikasi, belum pikun,” kata Sam Bimbo yang bernama lengkap Samsudin Hardjakusumah. “Daya mengingat sudah menurun. Memori sudah mengalami gradasi alami ya, mengikuti usia lanjut. Jadi buat saya alhamdulillah bisa menjalani hidup sampai sekarang.”

Sam menyebut Bimbo sengaja istirahat karena mayoritas lagu Bimbo dinyanyikan Acil. “Sesudah Acil meninggal 1 September 2025, kami pasif. Suara Acil kuncinya beda dengan saya. Kuncinya Acil standar sementara kunci saya di atas. Jadi, kalau saya menyanyikan lagu Acil harus berubah kuncinya,” jelasnya.

“Sementara istirahat dulu. Sekarang bulan Mei, insya Allah Agustus kami lari lagi,” tegas Kang Sam, sapaan akrabnya. Grup yang berdiri di Bandung tahun 1966 dan beranggotakan Sam, Acil, Jaka, dan Iin Parlina itu kini menyiapkan karya tematis.

“Cuma sekarang lagu-lagu yang kami gubah lagu-lagu tematis. Semisal lagu korupsi, kita tidak langsung koruptor tembak di tempat. Tentunya kami menggunakan bahasa seni yang lebih santun cuma targetnya ke sana,” ungkapnya. Menurut Sam, Bimbo memang tidak hanya bicara cinta, tapi juga fenomena sosial dan politik seperti dalam lagu _Tante Sun_.

Mengenang perjalanan musik, Sam menyebut era 70-80an adalah masa sulit bagi seniman. “Saya mengikuti sejak jaman Sam Saimun, era itu kehidupan seniman dari aspek ekonominya susah. Jadi ya dunia musik atau dunia seni di jaman itu tidak jelas royaltinya dan tidak pasti bayarannya,” ujarnya. “Dan, terus terang saja, kami enggak pernah dapat duit dari pemerintah.”

Sam meluruskan isu dirinya ditangkap karena lagu _Tante Sun_. “Enggak ada penangkapan itu. Tapi lagu _Tante Sun_ sempat tidak boleh muncul,” katanya. Ia juga mengenang dipanggil ke Istana Negara era Presiden Soeharto. “Ketika kami ketemu Bu Tien, dia baik baik saja. Malah kami pernah dipanggil ke Istana Negara, disuruh nyanyi. Lagunya bebas.” Momen lain yang dikenang adalah saat diundang konferensi lingkungan hidup dan sempat ditahan security sebelum akhirnya diminta berdialog dengan Presiden.

Di usia 84 tahun, Sam ingin karyanya lebih bermakna dan diterima anak muda. “Di usia sekarang saya ingin membuat lagu yang bertema dan yang mendalam dan bermanfaat. _Henteu garabag gurubug teu puguh_,” tuturnya. “Sedang dalam proses penyelesaian ada lima lagu siap dirilis. Biasanya lagu ngebeat itu selain saya, Iin.”

Sebagai sarjana seni rupa ITB, Sam kini beralih ke lukisan abstrak setelah sebelumnya natural. “Dulu saya lukisan bergenre natural, sekarang saya sedang berorientasi melukis abstrak,” katanya. Karya Sam pernah menghiasi Gedung MPR RI sepanjang 40 meter, Kedubes RI Bangkok saat Dubesnya almarhum HR Darsono, hingga Gedung PLN Bandung. “Saya ingin pameran kalau tidak tahun ini, paling lambat tahun depan insya Allah.”

Rubaah Samsudin, istri Sam, menyebut suaminya sosok ayah yang baik dan sederhana. “Selama mengarungi rumah tangga, bagi saya dan anak anak, dia seorang ayah dan suami yang baik. Rata-rata personil Bimbo itu tidak pegang uang, paling buat rokok dan ongkos aja. Gak ada yang aneh aneh,” ucapnya. “Sekarang ini ya sehat ibadah yang baik, persiapan pulang.” Rubaah juga berbagi nasihat rumah tangga dari ayahnya: jangan sering cemburu dan selalu doakan suami saat pergi.

Turut hadir Riza Falepi, mantan Walikota Payakumbuh 2012-2022, bersama Raja Asdi, Pimpinan Umum Agraria Today. Riza mengaku menggemari Bimbo sejak lama. “Saya hanya dua yang saya gemari, untuk penyanyi solo yang menggemari lagu-lagu Ebiet G Ade, sedangkan untuk grup atau band saya, menyukai Bimbo,” kata Riza. “Lirik puitis, indah dan sarat makna dibawakannya seperti bercerita, balada, ya. Di samping itu masih relate dengan jaman sekarang dan tidak pernah bosan mendengarnya.”

(Red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…