Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Cangkang Sawit Jadi Primadona Biomassa Dunia, APCASI Dorong Insentif BPDP untuk PLTD

×

Cangkang Sawit Jadi Primadona Biomassa Dunia, APCASI Dorong Insentif BPDP untuk PLTD

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Cangkang Sawit Jadi Primadona Biomassa Dunia, APCASI Dorong Insentif BPDP untuk PLTD

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Di tengah hiruk-pikuk pameran teknologi kelapa sawit internasional PALMEX Jakarta 2026, satu komoditas yang kerap luput dari sorotan justru menyimpan potensi energi terbarukan yang luar biasa: cangkang sawit (oil palm shell). Ketika dunia bergegas menuju transisi energi, biomassa limbah kelapa sawit ini dinilai sebagai bahan bakar padat paling efisien dan ramah lingkungan. Namun, di balik peluang besar, ada persoalan struktural yang menghambat pemanfaatannya di dalam negeri.

Menurut Dikki, Chairman dari APCASI (Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia), permintaan cangkang sawit dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan meningkat pesat, baik dari pasar ekspor maupun domestik.

“Cangkang sawit adalah biomassa yang paling bagus dan paling efektif dibandingkan biomassa apa pun yang ada di seluruh dunia,” tegas Dikki kepada Kompas.com di sela-sela acara PALMEX 2026 di Jakarta International Expo, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan data APCASI, saat ini produksi cangkang sawit nasional mencapai sekitar 12–14 juta ton per tahun. Sebagian besar diekspor ke negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan untuk menggantikan batu bara di pembangkit listrik. Namun, potensi pasar domestik masih sangat terbuka lebar, terutama untuk co-firing di PLTU maupun bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.

EUDR Tak Signifikan Pengaruhi Ekspor Cangkang Sawit

Regulasi deforestasi Uni Eropa atau EUDR yang kontroversial belakangan ini kerap disebut sebagai penghambat ekspor produk sawit. Namun, Dikki menjelaskan bahwa untuk cangkang sawit, dampaknya nyaris tidak terasa.

“Pasar Eropa untuk cangkang sawit kecil sekali, karena logistic cost dan kebijakan Uni Eropa yang tidak membolehkan pengiriman green energy dari sumber yang jauh. Mengapa? Karena pengiriman menggunakan kapal justru menghasilkan emisi dari bahan bakar fosil. Jadi, kebijakan EUDR tidak signifikan memengaruhi pasar cangkang sawit Indonesia,” paparnya.

Sebaliknya, pasar utama cangkang sawit justru berada di kawasan Asia yang jarak tempuhnya lebih pendek dan menerima cangkang sawit sebagai substitusi batu bara tanpa persyaratan keberlanjutan yang rumit.

Langkah Strategis APCASI: Serap di Dalam Negeri, Minta Insentif BPDP

Meski prospek ekspor cerah, Dikki menilai langkah paling strategis adalah meningkatkan penggunaan cangkang sawit di dalam negeri. Hal ini tidak hanya menciptakan kemandirian energi ramah lingkungan, tetapi juga menggerakkan ekonomi usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di sektor pengumpulan, pengolahan, dan distribusi biomassa.

“Sirkulasi ekonomi harus mengalir ke pengusaha kecil dan menengah di dalam negeri. Jangan hanya bahan mentahnya dikirim ke luar, tetapi nilai tambahnya dinikmati bangsa sendiri,” ujar Dikki.

Tantangan terbesar saat ini adalah biaya logistik yang tinggi untuk mengirim cangkang sawit dari lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) ke pembangkit listrik PLN, terutama PLTD yang tersebar di wilayah Timur Indonesia. Karena itu, APCASI mengusulkan agar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) memberikan insentif untuk biomassa.

“Saya mengusulkan, persoalan logistic cost cangkang sawit untuk bisa masuk ke PLTD milik PLN harus diberikan insentif melalui anggaran BPDP. Jangan hanya biodiesel yang menyerap insentif lebih dari 90 persen anggaran BPDP. Harus ada juga untuk biomassa,” tegas Dikki.

Usulan ini disampaikan sebagai bentuk keadilan alokasi dana sawit yang selama ini didominasi untuk program biodiesel. Padahal, biomassa cangkang sawit memiliki multiplier effect yang tidak kalah besar, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum teraliri listrik optimal.

PALMEX 2026: Momentum Akselerasi Hilirisasi Biomassa

PALMEX Jakarta 2026 yang berlangsung 6–7 Mei 2026 memang difokuskan pada digitalisasi dan hilirisasi sawit. Namun, kehadiran APCASI di ajang ini menjadi pengingat bahwa limbah padat sawit – yang sering dianggap remeh – sesungguhnya adalah komoditas strategis energi nasional.

Dengan dukungan regulasi yang tepat, termasuk insentif logistik dari BPDP, Indonesia tidak hanya bisa mengurangi ketergantungan pada batu bara, tetapi juga membuka lapangan kerja hijau di pedesaan. Pertanyaannya kini: apakah pemerintah bersuara? Atau biarkan cangkang sawit terus mengalir ke luar negeri tanpa memberi manfaat maksimal bagi rakyat di rumah? #APCASI. #PALMEX2026. #SAWIT #CangkangSawit

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…