Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

BFCI Tetap Berkarya Atas Panggilan Unik Dari Tuhan

×

BFCI Tetap Berkarya Atas Panggilan Unik Dari Tuhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BFCI Tetap Berkarya Atas Panggilan Unik Dari Tuhan.

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Merupakan kebanggaan tersendiri bila suatu organisasi tetap berjalan ditengah tantangan internal maupun eksternal yang silih berganti menghadang perjalanan hidup organisasi tersebut.

 

Sepertinya itu yang mencerminkan keberadaan Bikers For Christ Indonesia (BFCI), suatu organisasi motor yang punya visi misi yang unik pula, dalam rangka memperingati Anniversary ke 14 tahun pada tanggal 8 Agustus 2025.

 

” BFCI bersyukur atas hari ulangtahun ke 14 pada tanggal 8 Agustus 2025, dimana berbagai macam tantangan yang dihadapi baik dari internal maupun eksternal organisasi sudah kami lewati. Tantangan internal adalah belum maksimal berkembang sampai tantangan eksternal yaitu kenyataannya masih banyak teman-teman Bikers Kristiani yang belum mau bergabung dan berjalan bersama kami ” kata Ferdo Raturandang Ketua Umum BFCI.

 

Ketika ditanya lebih jauh tentang apa yang dicari oleh BFCI, Ferdo menjawab dengan lugas : ” Target kami adalah manusia. Nah itulah yang menjadi tantangan kami terbesar. Kami ajak bergabung mau, tapi ketika bersosialisasi saling berbenturan satu sama lain yang sering buat ketersinggungan, ketidakcocokan, merasa kurang diperhatikan, malu karena sudah lama tidak muncul, merasa tidak bertumbuh, dianggap kurang rohani, merasa dicuekin, minder karena berdosa dan lain masalah.

Bikers itu identik dengan kebebasan. Itu bagus tapi seharusnya kebebasan yang bertanggungjawab dan sesuai dengan kebenaran. Disinilah ego manusia muncul, susah dibilang, roh ketidakpatuhan dan mau menang sendiri yang membuat semua ini bercampur aduk dan dipakai oleh iblis untuk memecahbelah kan anak-anak Bikers untuk bersatu. Kecenderungan berpikir lebih enak buat group motor sendiri bersama biker yang saling cocok supaya bebas merdeka. Padahal disetiap berkumpulnya manusia pasti ada gesekan-gesekan yang pada akhirnya group baru itupun jadi pecah atau vakum atau member awal saling bentrok sehingga layu sebelum berkembang. Banyak Bikers yang akhirnya jadi berpindah-pindah group atau independent. Intinya mereka mau bebas dan tidak mau dibentuk oleh siapapun. Itulah yang menjadi tantangan BFCI dalam menjaring jiwa kepada kebenaran “.

Ketika ditanya jadi apa kiat untuk menghadapi tantangan ini ?
Ferdo menjawab : ” Sangat simple jawabnya yaitu tetap memberitakan kebaikan Tuhan, meningkatkan karakter Bikers yang menjadi panutan melalui pengajaran, dan mengajak Bikers untuk mengasihi sesama dengan program yang kreatif. Kami percaya dan punya keyakinan bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar dari tantangan yang ada. Pada intinya manusia mau bertobat dan punya sisi positifnya dan harus diberitahu setiap hari dan setiap saat. Itulah ” panggilan ” BFCI yang diberikan Tuhan kepada kami para Bikers yang bergabung di BFCI.

Adapun rangkaian HUT BFCI ke 14 tahun diadakan perayaan kebaktian di tanggal 8 Agustus 2025 di Gereja Kristen Bersinar (GKB) Solafide Pademangan dimana Pdt Marthen Neolaka memberikan pencerahan bagi para Bikers.

Esoknya BFCI mengunjungi Gereja Katolik Katedral, Masjid Istiqlal dan diberikan kehormatan bisa memasuki terowongan Silaturahim yang menghubungkan masjid dan gereja sebagai lambang toleransi umat beragama di Indonesia. Ini bisa terlaksana atas dukungan ibu Susi dari pihak Gereja Katedral dan Bpk Yusuf dari pihak Masjid Istiqlal.

” Jadi hari sabtu pkl 8.30 standby untuk masuk terowongan, kemudian pkl.8.45 ke Gua Maria utk didoakan Romo Maharsono, setelah itu pkl 10.00 ke museum yang ada di Masjid Istiqlal “, demikian pengarahan ibu Susi yang proaktif dan sangat membantu BFCI.

” Terowongan ini masih dibatasi penggunaannya untuk umum.Jadi teman-teman beruntung bisa ada disini. Salah satu tujuan dibangun ini untuk mempererat dan lebih menguatkan simbol-simbol toleransi yang ada “, pernyataan Bpk Yusuf dari perwakilan Masjid Istiqlal.

“Semoga dengan bertambahnya usia BFCI kedepannya bisa semakin solid dan setiap anggota tetap setia melayani seperti text line ” Nothing is gonna stop Us ” (Roma 8 : 31) ” demikian kata bro Doan sebagai Ketua panitia HUT BFCI ke 14 tahun.

“Fourteen.For Teen new spirit in Christ . Yang bisa diartikan HUT ke 14 ini mendatangkan semangat baru di dalam Kristus “, demikian sambutan singkat dari Bro Eko sebagai pembina di BFCI.

” Keberadaan BFCI bukan organisasi kaleng, terbukti 14 tahun tetap aktif berkarya dan selalu peroleh jalan keluar disetiap tantangan yang ada. Cukup bagi BFCI penyertaan Tuhan yang dirasakan selama 14 tahun ini. Tuhan sangat baik bagi BFCI “, pernyataan sis Ruthlina sebagai Pembina wanita di BFCI.

” Tidak ada yang dapat menghentikan BFCI dalam memberitakan kasih Tuhan, meningkatkan kemampuan BFCI untuk bisa mengasihi sesama manusia. Nothing is gonna stop us ! BFCI yakin bahwa penyertaan Tuhan cukup untuk memikul “panggilan” unik ini. Tuhan Yesus memberkati BFCI.Mari para Bikers untuk bergabung di BFCI “, dengan semangat Ferdo Raturandang mengakhiri wawancara eksklusif di perayaan HUT ke 14 tahun BFCI yang penuh sukacita.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…