Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Ricardo Simanjuntak & Melli Darsa Siap Pimpin PERADI

×

Ricardo Simanjuntak & Melli Darsa Siap Pimpin PERADI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Pesta demokrasi bagi para advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) akan segera tiba. Sesuai Anggaran Dasar PERADI, panggung demokrasi suksesi yang dikemas dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) akan diselenggarakan pada Tahun 2020.

Setelah nendengarkan masukan dan pertimbangan dan para rekan advokat, Ricardo Simanjuntak memutuskan akan turut serta mengambil bagian sebagal salan satu kandidat Ketua Umum. Selain memang terpanggil untuk terus mengabdi pada profesi mulia ini, Ricardo yang masih menjabat sebagal wakil Ketua umum PERADI pun mengaku telah mendapat restu dari para senior advokat lintas organisasi pendiri PERADI

Ricardo pun meminta kesediaan Melli Darsa, SH., LLM sebagai Calon Sekretaris Jenderal untuk mendampingi kepemimpinannya nanti. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Universitas Harvard ini, pada tahun 2010 silam merupakan satu-satunya wanita yang lolos hingga tahap akhir seleksi Komisioner Komisi Pemberantasan korupsi.

Sebagai langkah kecil yang menandai ikhtiar kepemimpinannya,Ricardo
menghelat acara DEKLARASI RICARDO SIMANDJUNTAK SEBAGAI CALON KETUA UMUM PERADI PERIODE 2020-2025 bertempat di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Pemilihan lokasi deklarasi di Gedung Joang 45 tersebut bukanlah tanpa maksud. Gedung yang dahulu digunakan sebagai tempat diklat, asrama dan ruang diskusi sejumlah pemuda untuk bertukar pikiran, yang akhimya memberikan jalan bagi terjadinya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini diharapkan akan memberikan pijar semangat dan inspirasi tiada henti dalam proses pencalonan dan kepemimpinannya.

Tantangan memimpin organisasi profesi sebesar PERADIl dengan jumlah anggota
50-ribu teramat besar, Apalagi jaman terus berubah semakin cepat. Ditengah era glibalisasi, revolusi industri 4.0 dan internet of things, advokat dan organisasinya dituntut untuk terus berbenah. Namun dengan pengalamannya sebagai praktisi hukum lebih dari dua dasawarsa, aktif menjadi pengajar hukum bisnis di berbagal universitas, perusahaan swasta, BUMN hingga multi nasional, serta kerap masuk sebagai Tim Ahli dan Tim kerja bentukan pemerintah dalam pengembangan dan pembangunan hukum, Ricardo oercaya bahwa seluruh pengalamannya akan menolongnya memimpin PERADI jika nantinya terpilh.

Visi-nya selaku Ketua Umum adalah mengernbalikan PERADl menjadi Single BAR dalam mewujudkan profesi advokat yang kuat dan berwibawa, serta siap dalam menghadapi era giobalisasi dan era internet (internet of things)”

Visi ini lahir dari keprihatinannya melihat perpecahan di tubuh organisasi advokat yang terjadi selama ini. Pasca Munas tahun 2013 silam, PERADI terpecah menjadi 3 organisasi dengan kepernimpinan yang berbeda-beda. Perpecahan ini menggerus wibawa
dan martabat profesi advokat. Padahal advokat merupakan pilar penting di dalam negara hukum. Jauh sebelum Mahkamah Konstitusi RepubiK Indonesia terbentuk, advokat-lah yang menjadi penjaga Konstitusi (the guardian of constitucion). Oleh Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, profesi terhormat (oficium nobile) ini kemudian ditetapkan pula sebagai penegak hukum.

Misi kepemimpinannya dalam 5 (lima) tahun adalah:

1. Segera menyatukan kembali 3 (tiga) PERADl melalui Rekonsiliasi Nasional Advokat Indonesia; Memastikan kesiapan Advokat PERADI dalam menghadapi Era Globalisasi dan Era internet of things. Memperkuat peran PERADI dalam merealisasikan Acces to Justice melalui penguatan peran Pusat bantuan HuKum (PBH) PERADI.

2. Memperkuat kerja sama PERADI dengan Pemerintah dalam Pembangunan dan Pengernbangan Hukum di indonesia; Memperkuat hubungan yang sinergis Antara DPN PERADI dan DPC-DPC di Seluruh Indonesia;

3. Memperjuangkan pengakuan Pemerintah terhadap kedudukan dan peran advokat dan menegaskan agar Organisasi advokat tidak didirikan berdasarkan Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan; Meningkatkan kualitas pelayanan PBH PERADI dalam membantu para pencari keadilan;

4. Menguatkan peran Dewan Pengawas dan Dewan Kehormatan PERADI dalam memastikan penegakan pelaksanaan Kode Etik Advokat Indonesia;

5. Membangun hubungan dan komunikasi Nasional dan Internasional advokat Indonesia melalui
pengembangan aktivitas olah raga dan seni.

Dalam perjalanan hidupnya, Ricardo tak pernah percaya dengan keberadaan Super-Man yang bekerja sendirian bagi kemaslahatan orang banyak. Baginva yang ada adalah Super Team. Untuk itulah, dalam kepemimpinannya nanti, Ricardo akan mengajak seluruh komponen PERADI bersama-sama menghadapi dan menyelesaikan tantangan peradaban tadi.

Dan jika rekan-rekan percaya akan perjuangan demikian, marilah bergabung bersama Ricardo Simanjuntak dalam proses alih kepemimpinan PERADI yang akan datang

Salam PERADI,

Dr. Ricardo Simanjuntak, SH., LL.M., ANZIIF, CIP, MCIArb.

Untuk keterangan lebih lanjut, mohon hubungi:

1. James Purba, Ketua Tim Pemenangan Ricardo Simanjuntak (HP.081218706955)
2. Ernie Hutagalung, Ketua Panitia Deklarasi (HP.0811914719)

PENDIDIKAN

1Sarjana Hukum (5HI, Universitas Sumatera Utara (USU)
2 Master in International Commercial Law (LLM), The Univ. Of. Nottingham (England
3 Certifcate in Private International Law the Academy of Private International Law, Den- Haag Belanda.
4 Sertihlat Pasar Modal Indonesia
5 Sertifikat Profesi Asuransi, The Australian and New Zealand institute of lnsurance and Finance (ANZUF), Australia
6 Cartihed insurance Practitioner (CIP) Australia
7 Doktor Hukum Ekonomi Universitas Padjajaran (UNPAD)
8 Sertihikat Manajemen Resilko Perusahaan Porasuransian Tinglkat 5, AMAAI-BNSP (2015)
9 The Chartered Institute of Arbitrators, MCIArb London (2016)

PEKERJAAN, AKTIVITAS & ORGANISASI

Partner (Founder) di Kantor Hukum Ricardo Simanjuntak & Partners
Dosen Pasca Sarjana Universitas Airlangga, dan Universitas Sumatera Utara
Kurator dan Administrator pada Pengadilan Niaga
Authorised Mediator pada Pusat Mediasi Nasional (PMN) Jakarta
Momisaris independen PT Sun Life Financial indonesia
Salah satu pengajar pada pendidikan Calon Hakim Niaga, Diklat Mahlamah Agung9
Anggota Majelis Pakar Asosiasi Ahili Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI).
Ketua Dewan Sertifkasi Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKP) 2019-2022

9 Wakit Vetua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADi 2015-2020.
10 Angpota Ketompok Pakar Bidang Hukum Badan Usaha, Kepailtan dan Penegakan Hukum Kontrak BpHN Z

Penasehat Hukum Asosiasi Asuransi Umum dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

utan

12 Aef metakukan research sehubungan dengan hukum bisnis, antara lain Hukum Kepailitan, Hukum Pengang

aut Hukum Anti Monopolil, Hukum Kontrak, Hulkum Asuransi, Hukum Perusahaan dan Hukum Peroa
Pemicara di berbagal seminar dan workshop, antara lain: KONTAN, PAS FM, Pelatihan PLN, Pertamind,
fo Bank Bark iaga, Banik DBS, Bank Marndiei, Bank BR, Bank BCA, Bank Indonesia, Bank Danamon,
omsel Totom Bea Cukal, Ditjen Pajak, OIK, KPPU, LPS.PT Toyota Astra Motor

rm

Potara di Eet iternasional antara lain APEC di Jalarta, 1P0A di Ball, 1PBA di Beljn9

d Washinton DcufA Access tn kstice di Brisbane, Australia, Ease of Doing Business di Korea Selatan, Access
Justice di Toyo, Lensis d lali, Pomtbicara di APEC 2014 di Beiing, ASEAN Law Association di Philippin
Bal, Restructiring AGlaA-SOL d Singapore 2019, Econmerce di Taiwan 2019

1BA

15. Buku ang diterbitkanaloknik Perancangan Kontrak Disnis edisl 2, KONTAN Gramedia 2013

Current Mecharim Under The Asean Legal Frameworks, KONTAN, Gramedia 2014

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…