Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Presiden Jokowi: Membangun Infrastruktur, Membangun Peradaban Indonesia Maju”

×

Presiden Jokowi: Membangun Infrastruktur, Membangun Peradaban Indonesia Maju”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta,, Gramediapost.com

Example 300x600

Mengusung tema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur”, diskusi Forum A1 yang diadakan oleh Inspirator Indonesia kembali digelar di Restoran Seribu Rasa, Menteng, dengan menghadirkan narasumber spesial Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menjawab pertanyaan yang beredar di masyarakat: kenapa pemerintah fokus membangun infrastruktur?

Dalam diskusi yang berlangsung santai ini, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah Indonesia secara besar-besaran bukan hanya sekadar membangun beton saja, tetapi juga membangun peradaban baru untuk negara Indonesia Maju.

Presiden Joko Widodo mengakui bahwa membangun infrastruktur merupakan pekerjaan dengan tantangan besar, mengingat skor daya saing infrastruktur negara kita sudah jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Namun, pemerintah harus berani mengambil resiko, karena infrastruktur penting sebagai pondasi negara untuk bisa berkompetisi dengan negara lain.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan bahwa lima tahun ke depan pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin akan melanjutkan pembangunan infrastruktur, dan tak hanya berhenti sampai di situ saja, tetapi juga akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan infrastruktur akan mulai dihubungkan dengan kawasan-kawasan yang ada di sekitar, mulai dari kawasan produksi, kawasan pertanian, kawasan nelayan, kawasan wisata, hingga nantinya muncul kawasan-kawasan ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja baru.

Begitulah konsep di balik pembangunan infrastruktur dan perhubungan dari pemerintah selama lima tahun ke depan, yang nantinya akan terjadi sebuah pemerataan ekonomi yang sesuai dengan cita-cita bangsa, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketika pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan secepat-cepatnya, serta pembangunan sumber daya manusia dapat dilaksanakan, sehingga indeks daya saing kita semakin baik, sehingga kualitas SDM Kita meloncat naik, baru negara kita akan betul-betul bisa lepas landas menuju era Indonesia Maju.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam lima tahun ke depan akan ada 2500 km jalan tol baru di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Menurut Basuki, pembangunan infrastruktur ini bukan untuk ‘wah wah-an’, tetapi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara tetangga. Basuki pun mendeskripsikan bekerja dengan Presiden Joko Widodo dengan tiga kata, yaitu ‘nikmat, deg-degan, dan terukur’.

Bagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bekerja dengan Presiden Joko Widodo digambarkan dengan ‘menantang, gembira, dan optimis’.

Menurut Budi Karya Sumadi, Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) dan LRT (Lintas Rel Terpadu) yang dilakukan pemerintah sudah menjadi tantangan tersendiri baginya. Presiden Joko Widodo kerap kali memberi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur perhubungan kepadanya, dan tantangan tersebut memacu adrenalin untuk dapat diselesaikan.
Ibu Kota Baru Wujud Indonesia Baru

Pembangunan infrastruktur dan perhubungan pun yang menjadi latar belakang pemindahan ibu kota negara. Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan ibu kota baru akan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar. Pemerintah ingin ibu kota baru ini jadi titik pertumbuhan ekonomi baru juga. Tidak hanya pindah tempat semata, tetapi juga pindah pola pikir dan pindah budaya kerja.

Pada diskusi ini Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa nantinya ibu kota baru akan menjadi compact city, sekaligus juga smart city dan green city. Pembangunan infrastruktur dan perhubungan di ibu kota baru tak hanya berwujud gedung pemerintahan, tapi pemerintah ingin ada sebuah peradaban baru dengan disertai pembangunan klaster pendidikan, klaster layanan sosial, dan klaster inovasi teknologi yang berkelas dunia. Ibu kota baru akan menjadi wujud Indonesia yang baru dengan peradaban yang baru pula.

Tentang Inisiator Indonesia
Inisiator Indonesia adalah sebuah inisiatif dalam rangka ikut melakukan percepatan menuju Indonesia yang maju melalui perubahan perilaku, sikap, pola pikir, budaya, dan keterampilan generasi muda. Sebagaimana namanya, organisasi ini hendak memicu anak-anak muda dari seluruh pelosok Indonesia untuk menjadi inisiator-inisiator perubahan. Aktivitas yang kami lakukan di antaranya: diskusi Forum A1, program peningkatan keterampilan generasi muda melalui Festival Terampil, dan lain sebagainya.

Tentang Forum A1

Seperti huruf A dalam susunan alfabet dan angka satu dalam deretan numerik, Forum A1 adalah tempat orang-orang dapat mencari dan memperoleh informasi dari sumber paling awal dan utama. Forum A1 membahas hal-hal yang belum pernah dibahas di forum-forum lain. Narasumber yang hadir dalam Forum A1 adalah orang-orang yang memegang informasi penting, terpercaya, dan valid, yakni pemangku kebijakan dan pembuat keputusan. Forum A1 hadir di tengah-tengah maraknya forum yang seolah mengadu sudut pandang optimisme dan pesimisme sehingga cenderung berujung pada perdebatan benar atau salah. Berbeda dengan forum-forum yang sudah ada, semangat dari Forum A1 adalah memberikan pencerahan, optimisme, serta solusi kepada publik untuk melihat suatu masalah sebagai harapan serta peluang yang dapat dieksplorasi.

(Hotben)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…