Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Menyambut Ulang Tahun ke-70 Hubungan Bilaterlal, Belgia Tingkatkan Ekspor Kentang Goreng Asli Belgia ke Indonesia

×

Menyambut Ulang Tahun ke-70 Hubungan Bilaterlal, Belgia Tingkatkan Ekspor Kentang Goreng Asli Belgia ke Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Eksportir besar dari Belgia bawa kentang goreng asli Belgia ke SIAL (Salon International de l’Alimentation) Interfood 2019

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

Untuk mempromosikan kentang goreng Belgia dan produk olahan kentang beku di Indonesia, Flanders’ Agricultural Marketing Board (VLAM) dan Belgian Potato Association (Belgapom) berpartisipasi pada pameran SIAL Interfood 2019 bersama lima supplier kentang goreng Belgia terbesar, yaitu: Agristo, Bart’s Potato Company, Clarebout Potatoes, Ecofrost dan Mydibel. Kelima perusahaan keluarga ini telah mengirim produk kentang mereka ke lebih dari 100 negara di dunia dan telah memperoleh sertifikat Halal.

Pada sebuah konferensi pers yang dilangsungkan di pameran, Romain Cools, President of World Potato Congress menunjukkan keunikan dari kentang goreng Belgia, permintaannya yang terus meningkat serta potensi ekspor.

“Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan tingkat pertumbuhan yang paling pesat di dunia, dengan meningkatnya pertumbuhan masyarakat kelas menengah, urbanisasi yang berkembang cepat, dan populasi tinggi masyarakat usia muda. Sejalan dengan tren ini, standar tinggi dan inovasi makanan milik Belgia akan terus mendorong permintaan di Indonesia dan negara-negara lain untuk menjawab tantangan industri dengan cara kami. Kentang goreng Belgia sangatlah berbeda dengan kentang goreng lainnya yang ada negara lain. Kentang goreng Belgia dibuat dengan cara tradisional turun temurun dari generasi ke generasi – Kami memlih kentang terbaik dan menggorengnya dua kali. Kami menggoreng kentang di dalam minyak, meniriskannya, dan menggorengnya lagi hingga renyah dan berwarna kuning keemasan.” jelas Romain Cools, President of World Potato Congress.
Sektor industri makanan dan minuman di Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif setiap tahunna dan menyimpan potensi yang sangat besar. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemeterian Perindustrian, hingga kuartal pertama tahun 2019, pertumbuhan Produk Domestic Bruto (PDB) industri makanan dan minuman mencapai 7% dan berkontribusi pada total PDB sebanyak 36%.

Indonesia merupakan tujuan ekspor ketiga terbesar bagi Belgia untuk produk kentang goreng beku di wilayah Asia Tenggara. Pada periode 2018/2019, Indonesia mengimpor sebanyak 17,737 ton kentang goreng beku dari Belgia dengan nilai total 15.5 juta Euro, memposisikan Belgia sebagai negara importir kentang goreng Belgia terbesar kedua setelah Amerika.

“Indonesia dikenal sebagai surge para pecinta makanan dan konsumen Indonesia sangat mengerti dan mencintai makanan yang lezat. Dengan pertumbuhan impor sebanyak 139% di periode 2018/2019 dari tahun ke tahun, kami percaya diri bahwa makanan khas Belgia kebanggan kami, kentang goreng, akan memenangkan lebih banyak hati para pecinta makanan di Indonesia.”

Dalam hanya beberapa dekade, industri pengolahan kentang Belgia telah berkembang menjadi eksportir terbesar produk olahan kentang siap saji. Tercatat dari tahun terakhir, terdapat 5 juta ton kentang yang diolah.

Frietkot atau budaya kedai kentang goreng diakui sebagai kekayaan budaya takbenda. Pangeran Kerajaan Belgia, Prince Laurent menunjuk Mr. James Bint sebagai duta besar kentang goreng Belgia, seorang figur yang digambarkan sebagai seorang yang memiliki lisensi untuk menggoreng kentang.

Tentang VLAM

VLAM (Badan Pemasaran Pertanian Flanders) adalah organisasi nirlaba yang mempromosikan penjualan, nilai tambah, konsumsi dan citra produk dan layanan dari sektor pertanian, hortikultura, perikanan, dan agro di Belgia dan luar negeri. (www.freshfrombelgium.com).

Tentang Belgapom

Belgapom adalah asosiasi yang diakui untuk industri perdagangan dan pengolahan kentang Belgia. Tugasnya adalah untuk mempertahankan kepentingan pedagang kentang dan konsumsi kentang Belgia, para pengemas, eksportir, industri pengupas kentang dan industri pengolahan kentang. (www.belgapom.be).

(Hotben)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…