Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Samsung Peduli Lombok Bersama PMI Bangun 500 Hunian Sementara, Pengadaan 200.000 liter Air Bersih, dan Layanan Kesehatan

×

Samsung Peduli Lombok Bersama PMI Bangun 500 Hunian Sementara, Pengadaan 200.000 liter Air Bersih, dan Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Samsung Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia berikan bantuan untuk Lombok dengan total donasi senilai Rp 1,5 Milyar

Example 300x600

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Samsung Electronics Indonesia hari ini menyerahkan donasi Rp 1,5 Milyar melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan menyalurkan bantuan kepada para korban gempa Lombok. Keseluruhan dana akan digunakan untuk membangun 500 hunian sementara bagi 500 kepala keluarga, konstruksi dan rehabilitasi sistem perpipaan, tampungan air dan titik distribusi sepanjang kurang lebih dua kilometer di sekitar area masyarakat yang terdampak gempa, penyediaan jamban sehat, layanan kesehatan PMI yang di dalamnya termasuk klinik keliling dan home based care,  satu unit ambulans untuk PMI kabupaten Lombok Timur, serta persediaan air bersih sebanyak 200.000 liter di Dusun Lekok dan Menggala – Lombok Utara. Samsung Electronics Indonesia bersama karyawan Service Center secara mandiri juga telah membuka Posko Samsung Peduli serta dapur umum di titik pengungsian Dusun Lekok dan Menggala dimulai pada tanggal 16 September yang lalu. Kedua posko ini menyediakan layanan cuci gratis bagi para warga, serta dapur umum dipergunakan oleh warga setempat untuk menyediakan 600 bungkus makanan setiap harinya. Setelah satu minggu beroperasi, Posko Samsung Peduli di titik pengungsian Dusun Lekok dan Menggala telah melayani pencucian baju untuk 771 orang dan mencuci rata-rata 1.770 pakaian setiap harinya, sedangkan Dapur Umum Samsung menghasilkan hingga lebih dari 9.000 bungkus makanan dan team service center memberikan perbaikan gratis untuk 23 unit alat elektronik yang rusak sebagian besar akibat bencana gempa.

Fenomena Gempa Lombok

Bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini merupakan rangkaian gempa yang dimulai pada 29 Juli 2018 dengan beberapa kali goncangan antara empat hingga tujuh Skala Richter. Menurut laporan Palang Merah Indonesia per tanggal 15 September 2018, total jumlah warga yang terdampak bencana ini adalah 509.677 orang dengan rincian 560 orang meninggal dunia, 7.757 orang luka-luka, dan 396,032 orang terpaksa mengungsi. Bencana ini juga mengakibatkan 81,022 unit rumah rusak berat mengakibatkan orang kehilangan tempat bernaung dan rusaknya sarana dan prasarana umum sebanyak 1,154 unit. Khusus untuk di Kabupaten Lombok Utara saja, tercatat 467 orang meninggal dunia, 829 orang luka-luka, dan 101.735 orang menghuni posko pengungsian.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok, terutama untuk area-area yang terkena dampak gempa paling besar dan masih membutuhkan bantuan, yaitu di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Untuk itu kami bangun Posko Samsung Peduli di Dusun Lekok dan Menggala, Lombok Utara. Kami meneruskan kepedulian kami dengan  mendonasikan Rp 1,5 Milyar melalui PMI untuk membangun hunian sementara, konstruksi dan rehabilitasi perpipaan saluran air, persediaan air bersih, penyediaan jamban sehat, serta layanan kesehatan dan bantuan mobil ambulans. Dari program ini, kami mengharapkan bisa menghasilkan manfaat bagi 20.000 masyarakat terdampak sehingga mereka memiliki semangat untuk membangun kembali hidup mereka pascabencana gempa Lombok.” ujar JaeHoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia.

Pengadaan air bersih di Desa Lekok dan Menggala, Lombok Utara, telah dimulai sejak tanggal 16 September, bersamaan dengan beroperasinya posko Samsung Peduli, karena air bersih merupakan kebutuhan utama saat ini bagi para masyarakat Lombok Utara yang sebagian masih berada di posko pengungsian. Sementara pembangunan konstruksi dan rehabilitasi perpipaan saluran air bersih dan jamban bersih pada masyarakat terdampak akan dimulai pada bulan Oktober. Program kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan 500 hunian sementara di bulan Oktober dan diperkirakan selesai pada bulan Desember, sementara bantuan satu unit ambulans dan layanan program kesehatan PMI berupa klinik keliling, home based care, dan fisioterapi akan dimulai bulan Desember hingga Februari 2019.

“Kami menyambut baik bantuan Samsung dan siap untuk menyalurkan donasi bagi masyarakat Lombok. Diskusi dan koordinasi yang dilakukan sangat cepat dan kooperatif. 500 hunian yang akan kami bangun, akan membantu hingga 2.000 jiwa sedangkan layanan kesehatan kami targetkan untuk melayani hingga 5.000 jiwa. Dalam kegiatan klinik keliling, kami juga akan melakukan trauma healing bagi warga khususnya para anak-anak, karena sebagian dari mereka kini bahkan merasa ketakutan untuk kembali tidur di dalam bangunan rumah. Kami berharap rangkaian program ini termasuk pengadaan air bersih dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga dan menurunkan risiko kematian pascabencana gempa NTB,” papar Ritola Tasyama, Sekretaris Jenderal PMI.

Layanan Cuci Gratis dan Fasilitas Alat Elektronik Posko Samsung Peduli Lombok

Di Posko Samsung Peduli Lombok, yang berlokasi di titik pengungsian Dusun Lekok dan Dusun Menggala, Lombok Utara, masing-masing tersedia 10 mesin cuci Samsung untuk memberikan layanan cuci gratis untuk membantu para pengungsi mendapatkan hasil cucian yang bersih serta meringankan beban mereka. Terdapat juga tiga microwave Samsung di setiap posko untuk menyiapkan makanan siap saji serta menghangatkan makanan, satu unit kulkas Samsung untuk penyimpanan minuman dan bahan makanan, serta satu TV Samsung 55 inci untuk memenuhi kebutuhan informasi maupun hiburan. Melengkapi bantuannya, Samsung juga menyediakan pusat telekomunikasi di masing-masing posko Samsung Peduli yang dilengkapi dengan lima unit smartphone Samsung yang memungkinkan para pengungsi melakukan komunikasi dengan sanak saudara dan kerabat mereka secara gratis. Terdapat juga lima unit tablet yang dapat digunakan untuk education games dan hiburan bagi anak-anak di sekitar posko. Awalnya, posko ini direncanakan beroperasi sampai 30 September 2018, namun setelah melihat respon dari para pengungsi dan manfaat yang mereka terima, Samsung memutuskan untuk memperpanjang semua layanan, kecuali dapur umum, hingga 14 Oktober 2018.

 

Layanan Servis Gratis untuk Warga Lombok

Bersamaan dengan program Samsung peduli Lombok, seluruh warga yang tinggal di Pulau Lombok bisa mendapatkan program bantuan layanan servis dan penggantian suku cadang produk-produk Samsung secara gratis. Layanan ini dikhususkan untuk peralatan rumah tangga seperti TV, mesin cuci, kulkas, sound bar, vacuum cleaner, dan microwave yang berlaku dari tanggal 17 hingga 30 September 2018. Untuk mendapatkan program bantuan ini, warga Lombok yang menjadi korban gempa dapat datang dan menginformasikan ke Posko Samsung Peduli Lombok yang berlokasi di Dusun Lekok dan Dusun Menggala, kemudian tim servis Samsung akan mengunjungi dan membawa produk untuk diperbaiki. Bagi konsumen di luar area Posko Samsung Peduli Lombok,  dapat menghubungi contact center Samsung di 0800 112 8888 untuk jadwal perbaikan dan kunjungan oleh teknisi Samsung ke rumah.

 

Tentang Samsung Electronics

Samsung memberikan inspirasi bagi dunia dan membentuk masa depan dengan ide dan teknologi transformatif. Perusahaan mendefinisikan ulang dunia TV, smartphone, perangkat yang dapat dikenakan, tablet, peralatan digital, sistem jaringan, fondry dan memori, sistem LSI dan solusi LED. Untuk berita terbaru, silakan kunjungi Samsung Newsroom di http://news.samsung.com.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…