Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Menko Luhut Pandjaitan: Wisatawan Mulai Datang Kembali ke Gili Trawangan

×

Menko Luhut Pandjaitan: Wisatawan Mulai Datang Kembali ke Gili Trawangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

 

 

Maritim – Gili Trawangan NTB, Menko Maritim Luhut B.Pandjaitan hari ini Minggu (16-09-2018) memimpin rapat Percepatan Normalisasi Kegiatan Pariwisata Pasca-Bencana Gempa Lombok yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dan aparat pemerintah pusat serta daerah yang terlibat dalam pemulihan pasca-gempa.

 

Menko Luhut mengatakan ia tidak mengira bahwa jumlah wisatawan ke Pulau Gili Trawangan tidak terlalu terpengaruh oleh bencana gempa yang baru terjadi beberapa waktu lalu.

 

“Saya tidak bayangkan pulau ini bisa menarik turis sebesar itu, jumlah wisatawan perharinya saat ini 1,500 orang. Sekarang kita harus bergerak, membangun kembali daerah ini. Gempa ini membuat kita menyadari apa kekurangan kita di sini dan bagaimana memperbaikinya.  Dengan kejadian ini kita sadari sistem sampah di pulau ini tidak bagus dan kita  harus perbaiki,” ujar Menko Luhut.

 

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan mengusahakan untuk mendatangkan incinerator berkapasitas 10 ton per hari ke Gili Trawangan agar sampah di pulau Gili Trawangan ini bisa diolah dan dimanfaatkan untuk pulau tersebut.

 

“Kita sudah punya pengalaman mengelola yang seperti ini di Labuan Bajo, di Banjarmasin dan beberapa daerah lain. Dari penanganan di Kali Citarum, kita bisa upayakan masyarakat bekerja sama mengelola ini, tentunya kami akan membantu membuat mekanismenya,” kata Menko Luhut sambil meminta Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar untuk membantu mengkoordinasikan kegiatan tersebut agar semua bisa berjalan terpadu, tidak sendiri-sendiri.

 

Menko Luhut mengatakan ia sangat terkesan dengan keindahan Gili Trawangan, tanpa kendaraan bermotor hanya sepeda dan andhong yang diperbolehkan beroperasi.

 

“Menurut saya yang seperti ini harus  dipelihara, dijaga kebersihannya. Sampah andhong tidak boleh dibuang sembarangan. Dengan demikian wisatawan akan semakin tertarik untuk datang,” ujarnya.

 

Menko Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan membangun jetty baru untuk mengakomodasi kebutuhan para wisatawan.

 

“Saya sudah bicara dengan Menteri (Menhub) Budi Karya agar secepatnya pada bulan November jetty sudah bisa dimulai pembangunannya. Kemudian aspal, kami akan bicarakan dengan Menteri PUPR untuk membangun jalan aspal,” kata Menko Luhut.

 

Namun demikian, Menko Luhut juga mengingatkan agar kedatangan para turis dijaga, agar tidak terlalu sesak nantinya. Dalam pembangunan kembali, Menko Luhut mengatakan kualitas bangunan harus lebih baik agar tidak mudah rusak.

 

Dalam rapat tersebut terungkap pemerintah harus lebih memberi perhatian lebih kepada wilayah Rinjani dan Senaru. Wilayah pendakian ini mengalami kerusakan pada track-nya dan sebagian besar hotel belum beroperasi.

 

Menko Luhut meminta TNI dan Zeni-nya untuk melakukan _assesment_ di wilayah itu. Rinjani adalah Geopark yang sudah diakui UNESCO.

 

 

*Wisatawan*

 

 

Sebelum rapat, Menko Luhut berjalan mengelilingi Pulau Gili Trawangan. Menko Luhut berbincang dengan wisatawan dan para pelaku usaha. Ia menemui dan bertanya kepada wisatawan, seperti Matthew yang berasal dari Inggris. Ketika ditanya oleh Menko Luhut apakah ia tidak takut datang ke Gili Trawangan, Matthew menjawab ia tidak pernah ragu datang ke pulau itu.

 

“Saya tidak takut, karena saya senang pulau ini dan saya melihat perbaikan sudah dilakukan oleh pemerintah Anda,” jawabnya.

 

Christian dari Austria juga mengatakan kepada Menko Luhut ia senang melihat respon cepat dari pemerintah dalam menangani dampak gempa di Gili Trawangan.

 

Karan yang datang bersama 4 temannya dari India, ketika ditanya Menko Luhut mengatakan.

“Kami tidak takut untuk datang (ke Gili Trawangan) salut kepada aparat militer dan polisi yang membantu membangun kembali pulau ini, ” katanya kepada Menko Luhut.

 

Bukan hanya wisatawan dari luar negeri, wisatawan lokal pun sudah mulai datang ke pulau ini seperti Ibu Agoes yang datang bersama dua temannya.

 

“Kami datang dari Jakarta, Pak. Kami tidak ragu dan senang melihat pulau ini sudah pulih,” katanya.

 

*Pelabuhan Benoa*

 

Pagi harinya, Menko Luhut meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Benoa. Menurut pihak Pelindo 3 sebagai pengelola Pelabuhan Benoa, pekerjaan pendalaman alur pintu masuk kapal ada yang masih tertunda sekitar 2 meter. Menko Luhut mendapat keterangan terhambatnya pekerjaan tersebut karena terhalang oleh adanya kapa-kapal yang parkir di tempat itu. Pihak pelabuhan mengatakan mereka masih menunggu perintah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai pihak yang menangkap kapal-kapal tersebut- apa yang akan dilakukan terhadap kapal-kapal itu.  Ada sekitar 270-an kapal yang masih berada di Pelabuhan Tanjung Benoa yang masih menunggu proses pembuatan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

 

“Sekarang kita harus dorong agar kapal-kapal ini segera punya SIPI agar tidak menghalangi pengerjaan pendalaman Pelabuhan Benoa ini,” kata Menko Luhut.

 

Pelindo 3 menerangkan bahwa Pelabuhan Benoa ini juga terkait dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa yang telah mendapat persetujuan pemerintah. Lahan yang sekarang ditimbun ini akan diratakan untuk pengembangan pelabuhan di Teluk Benoa, jadi bukan reklamasi Tanjung Benoa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…