Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

FPTDT Menyerahkan Bantuan Ringbouy Kepada Pemilik Kapal Kayu di Danau Toba

×

FPTDT Menyerahkan Bantuan Ringbouy Kepada Pemilik Kapal Kayu di Danau Toba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

PARAPAT ― FPTDT (Forum Peduli Tragedi Danau Toba) Menyerahkan bantuan ringbouy (pelampung keselamatan) kepada pemilik Kapal Kayu di Pelabuhan Parapat pada Sabtu (15/9/2018). Penyerahan dilakukan di atas kapal HMS berangkat dari Pelabuhan Parapat, Tiga Raja, Kabupaten Simalungun dengan mengelilingi pinggir Danau Toba di sekitar Parapat dan Ajibata.

 

Acara penyerahan dimulai pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB dan dibawakan oleh Vera Situmorang selaku MC di atas kapal dengan memperkenalkan diri sebagai perwakilan YPDT Simalungun. Sebelum acara dimulai, Parlindungan Marpaung membuka dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta dipimpin Trisna Harianja.

 

Darman S. Siahaan (Ketua Umum NABAJA) mewakili FPTDT menyampaikan maksud dan tujuan penyerahan bantuan ini. Bantuan ini atas prakarsa FPTDT dengan mengadakan acara ‘TANGIANG TU TAO TOBA’ pada Sabtu (23/6/2018) lalu di halaman parkir kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta. Dari acara tersebut terkumpullah dana sebagai bentuk kontribusi masyarakat Batak di Jakarta dan sekitar (khususnya) dan masyarakat lain yang peduli keselamatan pelayaran di Kawasan Danau Toba.

 

Di atas kapal tersebut, ada beberapa sambutan yang disampaikan oleh Bapak Simangunsong (tokoh masyarakat yang dituakan), Rindu Situmorang sebagai ketua perkumpulan pemilik/nakhoda kapal, Jhohannes Marbun (Sekretaris Eksekutif YPDT), Alimin Ginting mewakili Pembina NABAJA yang juga sebagai Wakil Ketua Departemen Hubungan Internasional YPDT, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun yang diwakili Hinsa Siringoringo (Kabid Angkutan Danau dan Udara).

 

Darman Siahaan menyampaikan bahwa dana bantuan yang berasal dari acara ‘TANGIANG TU TAO TOBA’ tersebut telah terkumpul sekitar Rp55 juta. Dari dana tersebut, FPTDT memberikan bantuan ringbouy ke kapal-kapal di Danau Toba. Belum semua kapal-kapal dapat bantuan serupa karena keterbatasan dana. Bantuan dari FPTDT memang tidaklah besar, tetapi FPTDT berharap semoga ada pihak-pihak lain juga memberi perhatian terhadap keselamatan pelayaran di Danau Toba.

 

Rindu Situmorang sebagai ketua perkumpulan Nakhoda kapal dan Simangunsong sebagai tokoh masyarakat di wilayah Parapat dan sekitarnya menyampaikan terimakasih kepada FPTDT dan masyarakat Batak terserak di Jakarta dan sekitarnya yang turut prihatin atas pelayaran di Danau Toba, sehingga memberikan bantuan ringbouy tersebut. “Ke depannya kita dapat bekerjasama saling membangun di Kawasan Danau Toba ini,” ujarnya.

 

Jhohannes Marbun (SE YPDT) yang mewakili Maruap Siahaan sebagai Ketua Umum YPDT, menyampaikan salam hangat Bapak Ketum YPDT dan seluruh Pengurus YPDT kepada masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT), khususnya di Simalungun.

 

“Sebagaimana yang disampaikan Darman Siahaan, bantuan kami memang belum mampu memenuhi kebutuhan fasilitas keselamatan di KDT. Namun demikian, YPDT sudah membentuk Tim Sadar Keselamatan untuk membantu pihak-pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Sumatera Utara, pemerintah setempat, dan sebagainya bagaimana kita bersama memperbaiki pengelolaan keselamatan di KDT,” ujarnya lebih lanjut.

 

Hal kedua disampaikan Jhohannes Marbun terkait peran YPDT bagi masyarakat. YPDT adalah bagian integral dari masyarakat, termasuk masyarakat di KDT karena itu YPDT berusaha dan berupaya bagaimana menjawab persoalan-persoalan di masyarakat dengan melibatkan banyak pihak (para pemangku kepentingan), termasuk masalah keselamatan pelayaran di KDT.

 

“Kita patut bersyukur karena pemilik transportasi ini sudah sangat berjasa. Ketika negara belum hadir dalam konteks transportasi air (di Danau Toba), masyarakat pemilik transportasi sudah melakukan itu untuk mengatasi persoalan keterhubungan antar daerah di Kawasan Danau Toba. Ini suatu peristiwa luar biasa partisipasi dari masyarakat yang tidak bisa dilupakan. Namun demikian, ketika kita sudah mengambil pilihan transportasi, maka ada tanggungjawab publik yang harus kita penuhi. Artinya ada harapan kepada pemilik kapal untuk memenuhi standar-standar keselamatan agar kedepannya dapat dipenuhi. Dukungan dari masyarakat di Jakarta dan sekitarnya kiranya dapat menjadi dukungan moral bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba.” Demikian dijelaskan Marbun.

 

Menyambung hal tersebut, Alimin Ginting sepakat bahwa keselamatan pelayanan di KDT adalah penting, terutama pariwisata di Danau Toba membutuhkan kepastian keselamatan tersebut. “Kita dapat mempersiapkan, mengelola, dan membangun fasilitas keselamatan dengan baik dan selebihnya urusan Tuhan,” kata Alimin Ginting.

 

Harapannya ke depan, Alimin Ginting mengatakan bahwa setiap orang yang akan datang ke KDT dapat merasa aman, nyaman, selamat atau jiwanya tidak terancam. Semoga harapan tersebut dapat diwujudkan lebih baik lagi.

 

Hinsa Siringoringo menyadari bahwa dampak dari musibah yang menimpa transportasi kapal di KDT menurunkan jumlah turis yang berkunjung ke Danau Toba. Hal tersebut terindikasi dari data manifes yang menurun. Siringoringo menitipkan pesan kepada masyarakat Batak yang tersebar di mana-mana tidak perlu takut datang berkunjung ke Danau Toba dan berlayar di danau. “Kami sedang membenahi di sana sini agar tercipta suasana aman di Danau Toba,” ungkapnya lebih lanjut.

 

Setelah semua sambutan disampaikan, Risma Crosby Sitanggang, yang sudah berpengalaman sebagai juru mudi Kapal Pesiar American Lines 10, memberi penjelasan fungsi dan penggunaan ringbouy tersebut.

 

Acara diakhiri dengan penyerahan ringbouy dari Tim Peduli Tragedi Danau Toba kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun yang dilanjutkan penyerahan dari Kepala Dinas tersebut kepada perwakilan pemilik kapal/nakhoda secara simbolik.

 

Setelah turun dari kapal, semua menuju ke Kantor Dishub Kabupaten Simalungun untuk pembagian ringbouy. Ada 49 kapal menerima bantuan 3 ringbouy dan totalnya adalah 150 ringbouy.

 

FPTDT  merupakan wadah komunikasi kebersamaan dari berbagai Organisasi Masyarakat peduli Danau Toba, antara lain: Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT), Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Naposo Batak Jabodetabek (NABAJA), dan Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GPGBB).

 

 

 

Jakarta, 17 September 2018

 

 

Narahubung Jhohannes Marbun, S.S., M.A./ Sekretaris Eksekutif YPDT (0813 2842 3630)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…