Sukseskah KPK dengan OTTnya?

0
133

Oleh: Carrel Ticualu, SE.,SH.,MH.
Regulation Watch

Mengapa KPK lebih suka dengan penindakan OTT dibandingkan dengan Pencegahan dan Supervisi, khususnya kepada Polri dan Kejaksaan?

Karena Penindakan semacam OTT itu anggarannya sangat besar dibandingkan dengan Pencegahan dan Supervisi, makanya KPK senang banget dengan OTT, disamping anggarannya besar juga tinggi popularitasnya,

Padahal OTT terbukti tidak membuat EFEK JERA, malah membuat koruptor bertambah pintar menyiasatinya, sehingga koruptor bukannya berkurang tapi malah bertambah, bahkan muncul wajah-wajah baru, diantaranya masih berusia muda, sepertinya KPK sukses meregenerasi koruptor.

KPK sepertinya tidak serius dengan Pemberantasan Korupsi yang sesungguhnya sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undangnya, seperti mengedepankan Pencegahan dan Supervisi, khususnya kepada Polri dan Kejaksaan, mengapa?

Karena anggaran Pencegahan dan Supervisi tidak sebesar Penindakan/OTT, juga tidak mendapat popularitas seperti OTT, terlebih kuatir kalau Polri dan Kejaksaan menjadi bersih, berdaya dan dipercaya publik, maka KPK menjadi tidak diperlukan lagi, sehingga upaya Pencegahan dan Supervisi tersebut, khususnya terhadap Polri dan Kejaksaan tidak akan kunjung dilakukan KPK.

Malah ironisnya KPK ingin membentuk cabang-cabangnya didaerah supaya bisa tetap eksis MENGKORUP SECARA SAH ANGGARAN NEGARA, bahkan mau menambah jumlah personil dan penyidiknya, padahal Polri dan Kejaksaan sudah ada di seluruh pelosok Indonesia, tinggal diberdayakan dengan Supervisi dari KPK, sehingga dipercaya kembali oleh publik.

Kita kuatir dengan personil KPK yang gemuk dengan kewenangannya yang luar biasa itu, KEMUNGKINAN LEMAK-LEMAK KORUPSI AKAN ADA DITUBUHNYA, karena mengawasi personil yang begitu banyak tersebar di seluruh pelosok Indonesia akan lebih sulit dibandingkan mengawasi personil yang ramping.

Sudah saatnya KPK yang eksis sejak tahun 2002, diusianya yang ke-15 tahun dan sudah menghabiskan anggaran negara yang sangat banyak, mengedepankan Pencegahan dan Supervisi serta MENCARI SISTEM PEMBERANTASAN KORUPSI YANG LEBIH EFEKTIF dan EFISIEN dengan target waktu yang cepat, terukur dan tepat sasaran, sehingga semasih kita hidup bisa menikmati Indonesia yang bersih dari korupsi, jangan sampai anak cucu dan cicit kita masih belum jelas sampai kapan korupsi bisa diberantas, setidaknya berkurang secara signifikan!!!

Baca juga  PRO KONTRA PERPPU NO. 2 TAHUN 2017: BENARKAH PEMBUBARAN ORMAS OLEH KEMENKUMHAM MELANGGAR HAK ASASI?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here