Firmissima Est Inter Pares Amicitia. Diantara Sesama, Persahabatan Menjadi Pengikat Yang Kokoh

0
480

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

 

Salah satu ciri yang spesifik dari manusia adalah tugas panggilannya untuk mengembang mantapkan relasi horisontal dan relasi vertikal. Relasi horisontal adalah relasi yang dibangun antar sesama umat manusia tanpa mempertimbangkan keberberbedaan yang ada, dan tanpa memperhitungkan jarak dan tempat. Relasi vertikal adalah relasi yang dikembangkan oleh seorang manusia dengan Kuasa Transenden, Kuasa Yang Diatas, Tuhan, Pencipta langit dan bumi. Kemanusiaan manusia yang utuh penuh dan sempurna terjadi tatkala relasi ganda, relasi yang ber dimensi dua itu terwujud dalam dunia nyata. Tentu saja, pola dan bentuk relasi horisontal dan vertikal itu berbeda satu dengan yang lain.

 

Relasi antar manusia bisa terjadi secara individual atau melalui organisasi/komunitas. Relasi seperti itu sangat membantu iklim dan suasana dalam sebuah tatanan kemasyarakatan, terutama dalam sebuah masyarakat yang amat majemuk. Relasi pribadi yang tulus, jujur, terbuka yang menafikan keberbedaan suku, agama, ras dan antar golongan memberi kontribusi besar bagi penguatan masyarakat majemuk.

 

Melalui berbagai kegiatan yang terjadi dalam.keluarga atau juga dalam komunitas pemerintahan setempat, organisasi ditingkat desa, kelurahan dan di level pemerintahan yang lain, relasi itu menghadirkan iklim persaudaraan sejati. Kontinuitas relasi horisontal, penting ditumbuhkan terus sehingga citra spesifik manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia, benar-benar terwujud.

 

Pengembangan relasi vertikal adalah sesuatu yang penting mengingat manusia Indonesia adalah manusia yang (seluruhnya) beragama. Manusia beragama adalah manusia yang percaya kepada Kuasa Transenden, Kuasa Yang Diatas, Tuhan Yang Maha Esa, apapun agama/sistem kepercayaan yang dianut. Bentuk relasi vertikal dengan Kuasa Transenden itu ditentukan oleh agama/sistem kepercayaan yang dianut seseorang. Keberbedaan setiap orang dalam mengembangkan relasi vertikal harus direspek oleh semua anggota komunitas dan tidak boleh menjadi kendala dalam hubungan antar manusia. Dalam konteks masyarakat yang majemuk maka pelaksanaan relasi vertikal ini harus dikelola dengan baik sehingga pada satu sisi relasi vetikal itu mesti diberi ruang seluas-luasnya, pada sisi lain relasi yang vertikal itu tidak mengganggu atau mereduksi relasi horisontal.

Baca juga  Mata Ganti Mata dan Gigi Ganti Gigi Matius 5:38-48)

 

Pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini mengingatkan pentingnya dibangun terus persahabatan sehingga memperkokoh relasi antar manusia. Mari tumbuhkan dan rawat persahabatan diantara sesama tanpa memperhitungkan keberbedaan kita.

 

Selamat berjuang. God bless.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here