Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Menghidupkan Sumpah Pemuda: PMKRI, Salib Merah, dan Perjuangan Keadilan

×

Menghidupkan Sumpah Pemuda: PMKRI, Salib Merah, dan Perjuangan Keadilan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Menghidupkan Sumpah Pemuda: PMKRI, Salib Merah, dan Perjuangan Keadilan

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai romantisme sejarah atau seremoni tahunan. Ia harus tetap hidup dalam keberanian generasi muda untuk membaca realitas bangsa, menyuarakan kegelisahan rakyat, dan memperjuangkan perubahan secara kritis, bermartabat, serta bertanggung jawab.

Sehubungan dengan aksi mahasiswa hari ini, Pengurus Pusat PMKRI memandang bahwa semangat kepemudaan harus diwujudkan melalui keberanian menyampaikan aspirasi, menjaga ruang demokrasi, dan memperjuangkan keadilan dengan cara-cara yang bermartabat. Perubahan membutuhkan suara yang lantang, pikiran yang jernih, serta komitmen untuk tetap berpihak pada kemanusiaan.

Dalam konteks tersebut, simbol salib merah menjadi refleksi atas kondisi bangsa yang diwarnai oleh penderitaan, ketidakadilan, dan perjuangan untuk memperoleh hak-hak yang semestinya dijamin bagi setiap warga negara. Salib merah bukan sekedar simbol penderitaan, melainkan juga pengingat akan keberanian untuk memikul tanggung jawab, berdiri bersama mereka yang terpinggirkan, dan terus memperjuangkan keadilan.

Semangat ini memiliki jejak dalam gerakan PMKRI, termasuk aksi PMKRI Jakarta Pusat st robertus bellarminus pada 17 Juni 2026 yang mengangkat simbol salib merah sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Simbol tersebut mengingatkan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti pada ekspresi protes, tetapi harus berlanjut menjadi gerakan moral dan intelektual yang konsisten, kritis, serta berpihak pada martabat manusia.

Bagi PMKRI, semangat Sumpah Pemuda dan simbol salib merah bertemu dalam satu panggilan, keberanian untuk bersuara, kesediaan untuk menderita bersama rakyat, dan keteguhan untuk memperjuangkan keadilan.

Momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa cinta tanah air bukan berarti menutup mata terhadap persoalan bangsa. Justru karena mencintai Indonesia, kaum muda harus berani menyampaikan kritik, mengawal jalannya demokrasi, dan menawarkan jalan keluar yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.

PMKRI harus tetap menjadi bagian dari suara nurani bangsa kritis terhadap ketidakadilan, berani membela kebenaran, dan konsisten memperjuangkan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *