Daud Yordan Apresiasi Gelaran Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026”
JAKARTA, Gramediapost.com
Gemuruh ajang Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026 – FTPI Ultimate Clash” yang diselenggarakan oleh Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) sukses menyedot perhatian pecinta olahraga tanah air. Bertempat di Auditorium Studio Bung Karno, LPP TVRI, Senayan, Jakarta pada Jumat (11/9/2026) malam, ajang yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini disiarkan langsung oleh TVRI sebagai official broadcaster.
Petinju kebanggaan Indonesia, Daud Yordan, yang turut hadir dalam ajang tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kompetisi bergengsi ini. Ia menilai gelaran ini menjadi angin segar sekaligus wadah potensial bagi para petinju profesional tanah air untuk mengasah kemampuan dan mencetak prestasi.
“Ajang ini sangat bagus dan positif. Ini menjadi wadah bagi para petinju profesional di Indonesia untuk bertanding serta menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka. Mudah-mudahan dari event seperti ini bisa melahirkan petinju-petinju hebat dari Indonesia ke depannya,” ujar Daud.
Daud juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam memperbanyak ruang pertandingan. Menurutnya, dengan populasi Indonesia yang mencapai hampir 300 juta jiwa, potensi untuk melahirkan juara dunia sangat terbuka lebar jika didukung oleh jam terbang yang memadai melalui kompetisi rutin.
Dukungan Penuh Aparatur Negara dan Pemerintah
Lebih lanjut, Daud mengapresiasi dukungan luar biasa dari institusi kepolisian, khususnya Kapolri, yang telah memberikan ruang dan perhatian besar bagi kemajuan komunitas tinju nasional. Dukungan ini dinilai menjadi suntikan semangat bagi seluruh penggiat tinju, mulai dari promotor, penata tanding, pelatih, wasit, hakim, hingga para pembina di daerah.
Terkait perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan mantan petinju, Daud optimistis dengan komitmen pemerintah saat ini. Perhatian yang diberikan oleh Kemenpora, Presiden RI, lembaga negara, hingga pemerintah daerah dan legislatif dinilai makin membaik.
“Olahraga bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi alat pemersatu bangsa dan gaya hidup (lifestyle). Saya berharap para petinju, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, dapat memaksimalkan momen dukungan pemerintah ini demi kesejahteraan hidup yang lebih baik,” pungkasnya.



















