Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

GRIDNEXT SIMPOSIUM 2026: TRANSFORMASI JARINGAN LISTRIK CERDAS JADI KUNCI KETAHANAN ENERGI DAN PERCEPATAN TRANSISI ENERGI INDONESIA

×

GRIDNEXT SIMPOSIUM 2026: TRANSFORMASI JARINGAN LISTRIK CERDAS JADI KUNCI KETAHANAN ENERGI DAN PERCEPATAN TRANSISI ENERGI INDONESIA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

GRIDNEXT SIMPOSIUM 2026: TRANSFORMASI JARINGAN LISTRIK CERDAS JADI KUNCI KETAHANAN ENERGI DAN PERCEPATAN TRANSISI ENERGI INDONESIA

Example 300x600

Pemerintah, Industri, dan Akademisi Sepakat Percepat Pembangunan Smart Grid Nasional

 

Jakarta, 2 September 2026

 

Transformasi sistem ketenagalistrikan nasional menjadi prioritas utama dalam memastikan ketahanan energi dan mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam *EPI–PJCI GridNext Simposium 2026* yang digelar di Jakarta.

Simposium yang mengusung tema _“Membangun Grid Masa Depan: Cerdas, Andal, dan Berkelanjutan”_ ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan sektor energi untuk merumuskan arah pengembangan jaringan listrik Indonesia.

*Kolaborasi Lintas Sektor untuk Grid Masa Depan*

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh kunci sektor ketenagalistrikan, di antaranya:

1. *Arsyadany G. Akmalaputri*, Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI)

2. *Ir. Eddie Widiono*, Founder Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI)

3. *Abdul Malik Sadat Idris*, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

4. *Tri Winarno*, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan jaringan listrik modern tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem grid yang lebih modern, fleksibel, andal, dan siap mengakomodasi pertumbuhan energi terbarukan.

*Jaringan Cerdas: Dari Penyalur Listrik Menjadi Otak Sistem Energi*

Dalam sambutannya, *Arsyadany G. Akmalaputri, Ketua Umum PJCI* menekankan bahwa jaringan cerdas atau _smart grid_ bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

“Perkembangan teknologi energi, meningkatnya penetrasi energi terbarukan, serta perubahan pola konsumsi listrik menuntut sistem jaringan yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyalur listrik. Grid masa depan harus mampu beradaptasi secara dinamis, mengelola aliran listrik dua arah, dan merespons gangguan secara otomatis,” ujar Arsya.

Menurutnya, grid modern membutuhkan tiga pilar utama: dukungan teknologi digital, sistem pengelolaan energi berbasis data yang semakin cerdas, serta kebijakan yang membuka ruang bagi inovasi dan investasi.

Senada, *Ir. Eddie Widiono, Founder PJCI* menyoroti pentingnya membangun jaringan listrik masa depan yang tangguh menghadapi tantangan transisi energi.

“Kita tidak bisa hanya menambah pembangkit EBT tanpa membenahi jaringan. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana menghubungkan potensi EBT dari berbagai wilayah ke pusat beban dengan efisien dan andal. Di sinilah peran smart grid menjadi sangat vital,” jelasnya.

*Dukungan Pemerintah: Integrasi dengan Rencana Pembangunan Nasional*

Dari sisi perencanaan, *Abdul Malik Sadat Idris, Deputi Infrastruktur Bappenas* menegaskan bahwa infrastruktur energi harus terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional jangka panjang.

“Ketahanan energi adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Investasi di jaringan transmisi dan distribusi yang cerdas akan menentukan keberhasilan kita mencapai target bauran energi dan menurunkan intensitas emisi,” kata Malik.

Sementara itu, *Tri Winarno, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM* memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan.

“Tantangan kita ke depan adalah menghadirkan sistem listrik yang tidak hanya andal dan terjangkau, tetapi juga mampu mendukung peningkatan pemanfaatan energi bersih secara signifikan. Transformasi grid adalah kunci untuk mencapai itu,” ungkap Tri.

*Menuju Grid Indonesia yang Lebih Cerdas dan Efisien*

Diskusi dalam GridNext Simposium 2026 juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong investasi infrastruktur ketenagalistrikan. Para peserta sepakat bahwa pengembangan _smart grid_ memiliki peran strategis dalam 4 hal:

1. *Mengoptimalkan integrasi pembangkit EBT* seperti surya, bayu, dan hidro ke dalam sistem

2. *Meningkatkan efisiensi sistem* melalui pengurangan losses dan pemadaman

3. *Memperkuat keandalan jaringan* dengan sistem monitoring dan otomasi real-time

4. *Mendukung pengelolaan listrik berbasis digital* dari hulu hingga ke pelanggan

Dengan potensi energi terbarukan Indonesia yang mencapai lebih dari 3.600 GW dan target transisi menuju sistem energi rendah karbon, kebutuhan terhadap jaringan listrik yang fleksibel dan adaptif menjadi semakin mendesak.

*Penutup: Membangun, Menghubungkan, dan Mengoptimalkan*

*EPI–PJCI GridNext Simposium 2026* tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan, teknologi, dan kebijakan dalam menjawab kebutuhan sistem energi Indonesia ke depan.

Melalui simposium ini, PJCI bersama para pemangku kepentingan mendorong lahirnya kolaborasi dan terobosan baru agar transformasi jaringan listrik Indonesia dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional.

“GridNext 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan energi Indonesia bukan hanya tentang membangun pembangkit baru, tetapi juga tentang membangun jaringan listrik yang mampu menghubungkan, mengelola, dan mengoptimalkan seluruh potensi energi tersebut secara cerdas,” tutup Arsya.

*Tentang PJCI*

Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) adalah organisasi yang berfokus pada pengembangan dan implementasi teknologi jaringan cerdas di Indonesia. PJCI menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang modern dan berkelanjutan.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *