Hokkop Situngkir, Wakil Ketua METI: Percepat Transisi Energi dan Dukung Target 100 GW, METI Tegaskan Kolaborasi Strategis dan Optimisme pada Generasi Muda
JAKARTA, 2 September 2026 —
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) kembali menegaskan komitmen penuhnya untuk terus mendukung regulasi, edukasi, serta percepatan program energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Hokkop Situngkir, Wakil Ketua METI yang juga merangkap sebagai Ketua Steering Committee Indo EBTKE dan Direktur PLN EPI Biomass Bioenergy.
Dalam wawancara dengan awak media, Hokkop menjelaskan bahwa keterlibatan aktif METI dalam berbagai proyek strategis nasional—termasuk dukungan terhadap target penambahan kapasitas EBT hingga 100 GW, pengembangan geothermal (panas bumi), serta akselerasi bioenergy—bertujuan untuk memperbesar dan mempercepat gerakan transisi energi secara nasional.
“Intinya, kami sepenuhnya mendukung program pemerintah karena potensi energi terbarukan ada di depan mata dan siap untuk dieksekusi dengan baik melalui kerja sama lintas sektor. Namun, tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan akademisi, mustahil bagi kita untuk menjalankan amanah transisi energi ini secara optimal,” ujar Hokkop.
Fokus pada Kemandirian Energi melalui Bioenergy
Dalam berbagai forum diskusi strategis yang difasilitasi METI, sektor bioenergy menjadi salah satu topik utama yang dibahas secara mendalam. Pembahasan difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya untuk kemandirian energi nasional.
Langkah ini dinilai krusial guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global.
Penguatan Ekosistem Teknologi EBT
Selain kebijakan, METI juga secara aktif mendorong hilirisasi teknologi EBT melalui rangkaian diskusi dan pameran, seperti Indo EBTKE. Berbagai teknologi masa depan dibahas secara komprehensif untuk menjawab tantangan dekarbonisasi, di antaranya:
Biofuel & Bioethanol: Untuk campuran bahan bakar transportasi dan industri.
Biometana (Biomethane): Pemanfaatan gas dari limbah organik untuk substitusi gas alam.
Biomass & Syngas (Gasifikasi): Pemanfaatan limbah pertanian dan kehutanan untuk pembangkit listrik dan bahan bakar industri.
Generasi Muda Ambil Alih Kepemimpinan Industri EBT
Menanggapi perkembangan ekosistem EBT, Hokkop menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap peran generasi muda. Menurutnya, anak muda saat ini tidak hanya memiliki ketertarikan yang besar terhadap isu perubahan iklim, tetapi juga telah mengambil alih peran strategis di lini depan industri energi bersih.
“Fenomena di mana banyak anak muda berusia 24 hingga 25 tahun sudah tampil sebagai CEO di perusahaan-perusahaan sektor EBT adalah hal yang luar biasa. Banyak supplier biomassa dan biometana yang kini dikembangkan oleh pelaku usaha muda. Ini membuktikan bahwa estafet kepemimpinan transisi energi di Indonesia berjalan lebih cepat dari perkiraan,” pungkas Hokkop.
METI akan terus berperan sebagai jembatan kolaborasi untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemimpin transisi energi di kawasan Asia Tenggara.
###
Tentang METI:
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. METI memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan, mandiri, dan berkeadilan.



















