Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PIKI Memuji Program Tax Amnesty Pemerintahan Jokowi-JK Berhasil

×

PIKI Memuji Program Tax Amnesty Pemerintahan Jokowi-JK Berhasil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Para pengurus PIKI dan narasumber berfoto bersama usai diskusi
Para pengurus PIKI dan narasumber berfoto bersama usai diskusi

Oleh: Hotben Lingga

Jakarta,Suarakristen.com.

Example 300x600

“Salah satu keberhasilan Pemerintahan Jokowi-JK dalam dua tahun pemerintahannya adalah program pengampunan pajak atau tax amnesty. Data yang didasarkan pada penerimaan negara dari program tax amnesty dan fakta pencapaian program pengampunan pajak di Indonesia patut diapresiasi sebagai salah satu program tax amnesty yang paling berhasil di dunia.

Jumlah aset yang telah dideklarasi dan direpatriasi bisa dibilang fantastis. Kita bangga pencapaian tax amnesty ini karena diraih dari situasi perekonomian dunia yang masih dilanda kelesuan ekonomi. DPP PIKI berharap pencapaian dan prestasi program Tax Amnesty bisa lebih signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional”demikian kata sambutan Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI),Baktinendra Prawiro MSc, dalam Focus Group Discussion bertajuk “Kajian Potensi Manfaat Tax Amnesty bagi Perekonomian Nasional” yang diadakan di Café Demang Sarinah, Jakarta, (29/10/16).

Masalahnya tambah Baktinendra Prawiro,“Kini dengan terkumpulnya dana Tax Amnesty disertai dengan database perpajakan yang baik, pertanyaannya mau diapakan data dan dana tersebut? Apa untuk realisasi proyek skala besar pembangunan infrastruktur; pembangunan kawasan Indonesia Timur; pembangunan pedesaan, pembangunan industri padat karya, penguatan perbankan nasional agar Indonesia semakin kompetitif, diperhitungkan dan digdaya?”

Tampil sebagai pembicara adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP, Prof. Dr.Hendrawan Supratikno dan Pengamat ekonomi Prof Anthony Budiawan. Sedangkan sebagai penanggap, antara lain, Prof.Dr. Lucky Sondakh, Prof.Dr.Roy Sembel dan Dr. Putri Badikenita Sitepu.

Menurut Prof. Hendrawan Supratikno,” Pemerintahan Jokowi JK relatif terbilang beruntung, atau dalam perspektif teologis adalah diberkati. Mengapa? Pertama, karena pada masa pemerintahan ini harga minyak dunia sedang turun drastis. Kedua, di negara maju ada kebijakan negative interest rate dimana daya beli rendah berkepanjangan. Ketiga, TaxAmnesty relatif berhasil. “Tiga hal ini yang membuat kita mampu menghadapi resiko ekonomi yang managable.”

Papar Hendrawan lebih lanjut,”keberhasilan program Tax Amnesty dapat dilihat dari periode pertama Tax Amnesty yang berakhir September lalu, terkumpul dana tebusan lebih dari Rp. 90 triliun. Juga, dana deklarasi dalam dan luar negeri lebih dari Rp. 3000 triliun.

Sedangkan Prof Antony Budiawan menyatakan,” manfaat Tax Amnesty dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, hanyalah ilusi. Repatriasi dari Tax Amnesty akan menggairahkan investasi dan oleh karenanya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, hanyalah ilusi. Hal ini karena, ketika repatriasi dari Tax Amnesty diinvestasikan di sektor keuangan, maka akan terjadi dimana bursa saham meningkat (IHSG meningkat) yang berpotensi menciptakan economic bubble. Sementera ketika kurs rupiah menguat, dimana ekspor turun dan impor naik, maka akan terjadi turunnya pertumbuhan ekonomi.”

Sementara itu Ketua panitia FGD PIKI ini, Dr Pos M Hutabarat menyatakan, Tax Amnesty yang dideklarasikan pada tahun 2016 terbilang paling berhasil di seluruh dunia.

“Cuma dua manfaat Tax Amnesty yang tercapai yaitu meningkatnya basis perpajakan nasional dan menambah incomepemerintah melalui pajak. Sedangkan manfaat repatriasi(menarik dana warga negara Indonesia yang ada di luar negeri) belum tercapai.

Tax Amnesty yang dijalankan Pemerintah Indonesia pada tahun 2016, bukanlah barang baru. Program yang sama pernah ditempuh pada tahun 1985, oleh pemerintahan Presiden Suharto, tetapi kurang berhasil.

Tax amnesty adalah pengampunan atau pengurangan pajak terhadap pendapatan wajib pajak yang belu atau kurang dilaporkan pada masa lalu. Dengan generous, pemerintah member hak kepada Wajib Pajak untuk menggunakan hak nya, minta pengampunan atas kesalahan/kelalaian dalam melaporkan penghasilkan pada masa lalu.
TA 2016 bertujuan untuk:
1. Mendorong repatriasi asset WP yang berada diluar negeri
2. Memperbaiki tax base atau data kekayaan WP
3. Meningkatkan pendapatan Negara
Sampai tanggal 27 Oktober, Nilai jumlah harta yang dilaporkan mencapai Rp. 3 875 T, Harta di Dalam Nenegri Rp. 2 750 T, Deklarasi Luar Negeri Rp 983 T, Repatriasi Rp 143 T. Negara sudah mengumpulkan pembayaran Rp 97,2 T. Lebih dari 300 ribu WP mengikuti Tax Amnesty, terdiri dari 162 ribu WP orang perorangan, 89 ribu WP Badan, dan 14 ribu WP UKM, dan 14 130 WP baru.”

Untuk kontribusi pemikiran tentang Tax Amnesty ini, PIKI menyampaikan beberapa pokok pikiran, antara lain:

1. Dana tebusan dan dana repatriasi sebaiknya diinvestasikan untuk sektor-sektor yang produktif
2. Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui peningkatan keahlian SDM, pembangunan infrastruktur, perbaikan peraturan yang tumpang tindih, governance sector public dan swasta, agat repatiasi dapat bertambah
3. Setelah TA 2016 ini pemerintah harus memanfaatkan data WP yang demikian lengkap sebagai dasar untuk menganalisa tax ratio ke GDP
4. Rahasia pelaporan harta agar dipegang teguh
5. Pemerintah sudah waktunya merevisi UU Perpajakan dengan memperlebar tax barket menjadi 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% untuk WP perorangan dan menurunkan tingkat pajak Badan dari 25% menjadi 20% agar perusahaan Indonesia dapart bersaing dengan Negara-negara tetangga, serta menambah jumlah pemeriksa pajak
6. Menggunakan data WP secara bijak untuk menganalisa laporan pajak tahun tahun berikut
7. Pemerintah harus menjaga agar Tax Amnesty berpengaruh terhadap kestabilan politik nasional.

Sementara itu kepada Suara Kristen, Wakil Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Dr. Putri Badikenita Sitepu, menyatakan,”Sebagai organisasi cendekiawan, PIKI selalu aktif mengikuti dan mengkaji isu-isu dan dinamika tentang pelbagai topik strategis.PIKI berkewajiban memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah, gereja dan masyarakat. DPP PIKI telah membentuk Pokja-pokja untuk merealisasikan program-program kerja DPP PIKI bagi masyarakat, gereja, perguruan tinggi dan bangsa. FGD-FGD PIKI rutin dilaksanakan oleh pelbagai POKJA PIKI yang sudah dibentuk.”

Tampak hadir dalam FGD tersebut antara lain Sekum DPP PIKI Audy Wuisang, dan para pengurus inti PIKI seperti Merdy Silaban Rumintjap, SE., M.Si., Yona Bowo, Pdt. Edward Ladasi dan dr.Evi Douren. FGD ini diikuti oleh sekitar 50 orang peserta.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…