Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Tarian Martumba Warnai Perayaan Jubileum 125 Tahun HKBP Pangombusan

×

Tarian Martumba Warnai Perayaan Jubileum 125 Tahun HKBP Pangombusan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Pangombusan, Gramediapost.com

Example 300x600

 

HKBP Pangombusan merayakan Jubileum 125 Tahun dipadu dengan Ibadah Minggu yang dilayani Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Diawali dengan prosesi ibadah yang diikuti para pelayan beserta panitia disambut meriah jemaat beserta undangan, lalu dilanjut penanaman pohon ketapang cendana, pelepasan burung merpati, penandatanganan prasasti peresmian Sopo Godang serta Prasasti Jubileum 125 Tahun HKBP Pangombusan.

Praeses Distrik IV Toba Pdt. Tumpak Siahaan yang tampil sebagai liturgist memandu setiap rangkaian acara hingga berakhir Ibadah, lalu Ompu i Ephorus HKBP melayani sebagai pengkhotbah dari Firman Habakuk 3: 14 – 19 dengan topik Tuhan Adalah Kekuatan Dalam Setiap penderitaan. Dalam khotbahnya, Ephorus HKBP mengatakan ketika kita setia kepada Tuhan, penderitaan maupun sukacita tidak menjadi masalah. Sering sekali kita datang kepada Tuhan ketika bersukacita, tetapi ketika menderita, jangan – jangan saling menyalahkan dan mencari kesalahan orang lain bahkan bertanya tanya dimana Tuhan itu. Ada banyak yang menderita dan bertanya – tanya, “kenapa Engkau membiarkan ini terjadi Tuhan?” Datanglah kepada Tuhan, Dialah kekuatan kita.

Makna 125 Tahun HKBP Pangombusan ini perlu diwariskan kepada generasi muda, yang terutama yaitu warisan iman. Ephorus mengajak seluruh jemaat agar benar – benar menghayati dan menghidupi Firman Tuhan, demikian mewariskan dan mengajarkan Firman kepada generasi muda.

Lebih dalam, Ephorus HKBP juga menyoroti peran orangtua dalam mendidik anak. Bukan hanya tanggung jawab gereja, tetapi tanggung jawab bersama. Ada banyak anak sekarang yang tidak tahu budaya Batak, tidak tahu berbahasa Batak, sekarang sudah minim yang tahu dan memahami aksara Batak, bahkan malu sebagai orang Batak. Orangtua, sekolah, gereja, pemerintah, dan semua pihak, harus serius untuk membimbing anak, mengajarkan Firman Tuhan dan mengajarkan budaya kita, kata Ephorus.

Bukan sekedar perayaan, ini momentum bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan, sekaligus mengevaluasi kehidupan kita, bercermin bagaimana hidup kita, bagaimana pelayanan gereja, sekaligus memotivasi kita semua untuk mempergumulkan pentingnya kita hidup di dalam Firman demikian setiap keluarga kita. Hidup ini bukan hanya secara pribadi, tetapi juga bagaimana kita kepada orang lain dan bersama sama setia di dalam Firman Tuhan. Jangan gentar, jangan kuatir, jangan mengeluh, sebab pertolongan dan kekuatan kita adalah Tuhan. Hiduplah bersama Tuhan, kata Ephorus.

Gereja yang berdiri sejak tahun 1984 ini, dulunya diawali dengan ibadah perdana sekaligus sakramen baptisan kudus kepada beberapa orang jemaat pertama di Pangombusan.

Pembaca Sejarah St. Arifin Sitorus menyebutkan dulunya tahun 1894 terjadi permusuhan antar kampung dan marga termasuk di Pangombusan ini, dikarenakan sulitnya mencari kebutuhan keluarga. Dipahami jemaat, itu dikarenakan masih tingginya kepercayaan akan roh – roh (hasipelebeguon) sehingga terjadi perselisihan disana sini. Kedatangan Dr. I.L.Nommensen benar – benar membawa perubahan, Injil yang diberitakan menolong warga untuk keluar dari kegelapan, yang saat itu Nommensen berdomisili di Sigumpar.

Lalu dulunya Raja Musa Sibuea, Saur Manurung, dan beberapa kawannya, ketika mereka hendak menemui Nommensen di Sigumpar, mereka mengalami kesulitan. Tetapi ketika perjumpaan, mereka meminta agar didatangkan seorang Pendeta. Untuk pengembangan pelayanan, I.L. Nommensen bertanya, apakah ada lahan yang bisa dijadikan tempat pargodungan? Mereka pun menjawab dan mengarahkan pargodungan ditempatkan di Pangombusan, yang hingga saat ini menjadi kompleks gereja HKBP Pangombusan. Penginjil yang didatangkan Nommensen membawa kabar baik bagi warga sehingga pelayanan berkemban, yang didampingi Gr. Adian Simorangkir dan seorang bermarga Sinaga.

Di tahun 1905, dimulai membangun gereja dan pelayanan kesehatan poliklinik saat itu, yang kemudian sekitar tahun – tahun berikutnya dilantik Seorang Pendeta yang menjadi Pendeta Ressort di HKBP Pangombusan ini. Gereja ini juga sudah merayakan Jubileum 75 Tahun dilayani Ephorus Pdt. Ds. TS. Sihombing dengan tanda 75 anak tangga di depan gereja, kemudian peletakan batu alas gereja (MBO) yang dilayani Ephorus Pdt. Ds. GHM. Siahaan. Demikian pelayanan yang terus berkembang hingga saat ini dengan jubileum 125 Tahun.

Ketua Panitia Juanda Panjaitan, SE, mengatakan menyambut perayaan Jubileun 125 Tahun ini, Panitia mengadakan berbagai kegiatan perlombaan, Lelang, Pembagian Bibel Buku Ende ke seluruh jemaat, Pengajaran pemahaman makna jubileum, dan Seminar dengan topik Mindset Era Millenial oleh Sekjend HKBP Pdt. David Farel Sibuea.

Mengingat ketika audiensi, Ephorus berpesan agar panitia membuat kegiatan untuk Sekolah Minggu dan Remaja tentang budaya, misalnya martumba. Dalam Ibadah juga usai Ibadah, Sekolah Minggu menampilkan hiburan martumba di hadapan ribuan jemaat, tutur Ketua.

Dalam momentum 125 Tahun ini, HKBP Pangombusan membangun Sopo Godang dengan dana pembangunan mencapai 3 Millyar, atas dukungan dari para donatur baik PT Toba Pulp Lestari maupun juga anak rantau dan para simpatisan. Kami telah melaksanakan Pesan Ompu i Ephorus ketika audiensi di Pearaja untuk melaksanakan kegiatan dan pelayanan yang menekankan Haporseaon (Iman), dan berdampak kepada Karakter, Parange (perilaku), dan Parsaoran (Pergaulan), kata Ketua Panitia.

Dilanjut dengan Utusan Pelayan yang pernah melayani di Pangombusan, Pdt. Hotman Nababan mengatakan masa kami yang menggagasi acara ini karena mengingat Jubileum 75 Tahun sudah ada tanda 75 anak tangga gereja, sementara jubileum 100 tahun tidak ada peringatan, lalu bagaimana dengan kita untuk jubileum 125 Tahun, apa yang bisa kita lakukan? Barulah ada pemikiran untuk membangun Sopo Jubileum 125 Tahun ini sebagai Momentum perayaan jubileum. Sambung sambutan itu, utusan PT TPL Mulia Nauli mengatakan kami sambut baik prakarsa panitia HKBP Pangombusan untuk membangun Sopo karena tidak ada tempat masyarakat untuk mengadakan beragam acara atau pesta. Kami harapkan gedung ini bisa bermanfaat dengan baik untuk Tobasa, khususnya Wilayah Porsea dan sekitarnya. Bila kita bersama, maka kendala bisa diatasi bersama, sesuai juga dengan moto TPL Tumbuh Berkembang Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Sementara Pemkab Tobasa yang diwakili Asisten I Harapan Napitupulu menyampaikan salam dan selamat kepada Jemaat HKBP Pangombusan dan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya acara jubileum dan peresmian Sopo Jubileum 125 Tahun ini. Sebagian tugas pemerintah sudah sangat dibantu oleh Gereja HKBP dengan berbagai pembangunan dan pelayanan lainnya.

Dalam ibadah ini, turut hadir Pemkab Tobasa, Para Pelayan Yang pernah melayani di Pangombusan, Para Pelayan Distrik IV Toba, Para Utusan gereja – gereja yang menampilkan koor diantaranya Koor HKBP Sihubakhubak, Koor PPD Distrik IV Toba, Koor HKBP Ulubius, Koor HKBP Sirait Uruk, Koor HKBP Dame, Koor HKBP Marom, Koor HKBP Porsea Kota, dan para donatur serta undangan istimewa lainnya. (KE)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…