Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kapolri Jend.(Pol) Badrodin Haiti: Revolusi Mental Bisa Menjadi Paradigma dan Strategi Untuk Memerangi Korupsi

×

Kapolri Jend.(Pol) Badrodin Haiti: Revolusi Mental Bisa Menjadi Paradigma dan Strategi Untuk Memerangi Korupsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Oleh: Hotben Lingga

 

Jakarta, Suarakristen.com.

 

“Korupsi merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan yang terbesar yang dihadapi banyak negara dan masyarakat dewasa ini, termasuk di Indonesia. Selain korupsi, kejahatan-kejahatan yang harus menjadi musuh kemanusiaan dan musuh bersams bangsa kita adalah perdagangan narkotika dan perdagangan manusia (human trafficking). Ketiga jenis kejahatan ini merupakan kejahatan terbesar yang harus terus diperangi oleh aparatur hukum dan seluruh komponen bangsa.

 

Walau perang melawan korupsi sulit, karena praktek korupsi sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari,- neraca korupsi masih memprihatinkan,- kita tetap harus berkomitmen dan berjuang melawan korupsi. Saat ini sudah 164 negara yang  meratifikasi konvensi PBB untuk memerangi korupsi. Guna merealisasikan gerakan anti korupsi, negara-negara termasuk Indonesia melakukan upaya-upaya di tingkat nasional. POLRI sebagai salah satu pilar utama dalam penegakan hukum dan pilar pemberantasan korupsi, telah melancarkan upaya lebih gencar untuk memerangi korupsi, dengan mengembangkan sarana dan strategi yang lebih baik untuk memerangi korupsi. Walau belum berhasil memerangi korupsi, POLRI tetap berjuang maksimal dengan bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk memberantas korupsi, “demikian disampaikan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti dalam Diskusi Publik dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Internasional dengan tema “Kemunduran Pemberantasan Korupsi adalah Aib Bagi Penegak Hukum ; Refleksi & Evaluasi” yang diadakan di Pulau Dua Resto (4/12/15) , Jakarta. Diskusi Publik ini diselenggarakan oleh  DPP NCC dan Majalah Media INTEGRITAS.

Tegas Jenderal Badrodin Haiti lagi, “Usaha pemberantasan korupsi tidak mengalami stagnasi, tetapi memang belum berhasil. Pemerintah tetap berupaya keras. Namun, korupsi tidak mudah untuk diatasi. Upaya mengatasi korupsi  memerlukan banyak waktu.  Contohnya negara-negara Eropa Barat dan AS, dibutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa mengatasi masalah tersebut.”

“Civil Society kita harus diperkuat dan diberdayakan lagi untuk membentuk masyarakat yang kritis. Dengan membangun Civil Society yang kuat, hal ini akan membuat warga peka untuk kasus korupsi sehingga bisa turut membantu memerangi korupsi.”tegas Jenderal Badrodin Haiti dengan penuh semangat.

 

Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti,”Korupsi harus diatasi dari multi sisi. Kita perkuat dulu sistim hukum kita. Jika sebuah negara memiliki sistem hukum yang lemah, maka seluruh struktur negara akan ambruk. Juga, Yudikatif  harus memainkan peran kunci dalam perang melawan korupsi.  Korupsi juga bisa diminimalisir (dikurangi) dengan mengurangi banyak prosedur birokratis. Strategic ini  tidak hanya bagus untuk bisnis, melainkan juga bagi warga.“

 

Papar Jenderal Badrodin lebih lanjut,”Dua bidang strategis lainnya yang amat penting dalam perang memerangi korupsi adalah media dan pendidikan. Media bisa dan harus menjadi Watchdog dalam pemberantasan korupsi, melalui pekerjaan investigasi, media dapat berpengaruh besar dalam pengungkapan isu-isu Dan kasus-kasus korupsi, sehingga masyarakat yang mendapat penjelasan juga mendapat pencerahan dan keuntungan. Oleh karena itu, pendidikan dan pendidikan  anti korupsi itu sang at penting, sebab masyarakat yang lebih terdidik dapat lebih kritis menghadapi korupsi. Kita juga bisa memerangi korupsi dengan revolusi mental.Revolusi Mental Bisa Menjadi Paradigma dan Strategi Untuk Memerangi Korupsi.’

“Aparat penegak hukum akan terus mengembangkan dan memajukan strategi konkrit dan terpadu untuk menghambat terjadinya korupsi. Masyarakat perlu terus mendorong aparat penegak hukum untuk menegakkan prinsip negara hukum. Yang paling penting, komitmen President (Pemerintah) untuk memberantas korupsi masih kuat dan sinergis.

Hadir sebagsi narasumber lain adalah Ketua Komisi III DPR RI Dr. Aziz Syamsudin, Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso.

 

Sementara itu, Ketua Umum DPP  National Corruption Care (NCC) Parluhutan Sinaga, selaku ketua panitia diskusi publik ini menyatakan,”Pers harus pro-aktif terus menerus untuk mengkampanyekan, mengawal dan mengawasi gerakan pemberantasan korupsi. Dengan memberantas korupsi, kesejahteraan rakyat/masyarakat lebih cepat terwujud dan pelayanan publik bisa lebih baik lagi.”

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…