Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

MPH PGI Serukan Seluruh Warga Gereja Berikan Bantuan Dana, Daya dan Doa Bagi Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

×

MPH PGI Serukan Seluruh Warga Gereja Berikan Bantuan Dana, Daya dan Doa Bagi Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Wakil Sekretaris Umum PGI, *Pdt Krise Gosal*, siang tadi telah tiba di Palu dengan menumpang Hercules TNI dari Makasar. Segera setelah tiba di sana, beliau mencoba mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan geeeja-gereja yang ada di Palu, Donggala dan sekitarnya.

 

Beliau melaporkan beberpaa hal sebagai berikut:

1. Persoalan komunikasi masih terkendala. Hingga hari ini, misalnya, masih sulit mengetahui di mana keberadaan teman-teman pendeta yang selama ini jadi kontak PGI. Kontak dengan Ketum GPID pun bekum berhasil dilakukn.

Selain itu, kesulitan lainnya adalah padamnya listrik dan mengakibatkan sulitnya memperoleh airl. Harga BBM naik, sementara ATM semua tidak berfungsi.

 

2. Tenda yang diharapkan disediakan oleh BNPB belum ada. Wasekum PGI telah berupaya memohon bantuan tenda dari BNPB yang parkir di halaman kantor Gubernur tetapi mendapat bahwa kiriman tenda belum sampai.

 

3. GKST telah membuka Posko di SMA Imanuel, di daerah Jalur Dua yang ditangani oleh Klasis Palu, dalam hal ini dikoordinir opeh Pdt. Nurna Tokede dan Pdt Frida Gintu.

Untuk sementara, inilah yang menjadi Pusat Koordinasi Pelayanan Kemanusiaan gereja-gereja di Indonesia.

 

4. Masyarakat yang ditampung di sini lebih memilih tidur di bawah pohon di halaman sekolah atau di bawah lembaran terpal. Hal ini mungkin disebabkan masih kuatir adanya gempa susulan, sebab hingga tadi pagi masih terasa ada goncangan.

 

5. Sampai siang tadi, para pendeta dan pelayan  gereja masih sibuk membantu mencari anggota jemaat yang hilang ditelan laut. Hari ini ditemukan 2 anggota jemaat meninggal, dan puluhan lainnya yang luka-luka dibawa ke rumah sakit. Seorang ibu anggota jemaat yang sedang hamil 8 bulan belum ditemukan.

Beberapa anggota Majelis Sinode GPID hari ini memakamkan jenasah anggota-anggota jemaat yang sudah membusuk. Termasuk Ketum dan Sekum yang sibuk mencari dan mengurusi warga jemaat dan saudara-saudaranya yang masih hilang dan yang sudah meninggal.

 

6. Malam ini Wasekum PGI kembali akan berkoordinasi dengan Sekum & Wasekum GPID, bersama Pdt. Nurna, Pdt Frida & Pdt Ones Kamboji dari GKST, seraya menunggu kehadiran relawan dari GMKI Palu dan Majelis Sinode GKST yang sejak pukul 11.00 berangkat dari Tentena tapi belum berhasil masuk Palu sebab jalanan yang sulit dan padat oleh arus pengungsi.

 

7. Sementara itu logistik disalurkan oleh aparat Korem dengan alasan agar tidak ada yang merampas. Rupanya penjarahan mulai terjadi secara sporadis.

 

Dari catatan di atas dan mengingat kondisi yang belum tertangani baik, dibutuhkan pasokan makanan, obat-obatan, tenda, pakaian dan ragam kebutuhan sehari- hari lainnya.

 

MPH-PGI menghimbau seluruh warga gereja untuk membawakan keluarga-keluarga yang mengalami musibah ini dalam doa-doa syafaat, baik dalam doa pribadi, doa keluarga, doa lingkungan maupun doa dalam ibadah-ibadah di gereja. Selain itu dihimbau pula untuk ikut memikul beban penderitaan saudara-saudara kita, tanpa memandang bulu, dengan menyumbangkan dana dan daya.

 

Bantuan dana dapat disalurkan melalui rekening PGI, atas nama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

MANDIRI MATRAMAN

No.Rek: 006.006.000.034.0

atau

BNI MATRAMAN

No.Rek: 008.893.266.1

 

Bantuan natura lainnya dapat disalurkan melalui:

 

1. Kantor PGI di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat

Kontak:

Debby Manalu, Staf BKP-PGI

‭+62 812 63787955‬

 

2. PGIW Sulselbara

Jln. Racing Centre (Basalamah) No. 59. Panakukkang, Makassar.

Kontak:

Pdt Adrie Massie, Ketum PGIW Sulselbara

085399543257

 

3. SAG Suluteng

Jln. Sam Ratulangi Winangun Manado 95011.

Kontak:

Pdt Dina Werat, Wasekjen SAG Suluteng

HP 085340354040. WA 08124424490

 

MPH-PGI akan berupaya mengirimkannya segera ke lokasi dan mendistribusikannya bersama Posko yang dikoordinir bersama gereja-gereja di Palu, Donggala dan Sulawesi Tengah umumnya.

 

Jakarta, 30 September 2018

Pdt Gomar Gultom, Sekum PGI

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…