Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Bareksa Gandeng Jagartha Advisors Luncurkan Bareksa Prioritas, Platform Wealth Management Digital bagi Nasabah HNWPertama di Indonesia

×

Bareksa Gandeng Jagartha Advisors Luncurkan Bareksa Prioritas, Platform Wealth Management Digital bagi Nasabah HNWPertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Populasi high net worth individuals (HNWI) diprediksi semakin meningkat dengan kenaikan lebih dari 10 persen per tahunnya. Bareksa Prioritas merupakan platform digitalpengelolaan kekayaan pertama bagi Nasabah HNW di Indonesia, bahkan di Asia.

Example 300x600

Bareksa Prioritas merupakan perwujudan dari langkah terdepan Bareksa di era transformasi digital. Bisnis wealth management dituntut semakin akrab dengan inovasi teknologi digital.

Untuk mengakomodir kebutuhan investasi Nasabah HNW, Bareksa mengintegrasikan layanan prioritasnya dengan menyertakan para penasihat investasi profesional yang independen dari Jagartha Advisors.

 

Jakarta, 30 Agustus 2018 – PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa.com) hari ini resmi meluncurkan fitur Bareksa Prioritas, yang diperuntukkan bagi nasabah high net worth (nasabahyang memiliki aset finansial minimal US$1 juta atau sekitar Rp14,3 miliar) guna mempermudah akses terhadap pengelolaan kekayaan secara digital.

Sebagai pelopor inovasi dalam industri wealth management digital di Indonesia, Bareksa Prioritas hadir dengan menggandeng Jagartha Advisors, perusahaan penasihat investasiindependen, yang akan membantu nasabah memaksimalkan investasinya dengan pendampingan penasihat investasi secara intensif.

Berdasarkan data Capgemini, jumlah populasi masyarakat high net worth individual (HNWI) di Indonesia naik 13,7 persen pada 2016. Jumlah kekayaan HNWI Indonesia juga tumbuh 14,3persen di 2016. Serupa, laporan Credit Suisse Research Institute pada akhir 2017 mencatat sebanyak 111 ribu penduduk Indonesia masuk dalam kategori HNWI dengan aset di atas US$1 juta. Angka itu diprediksi naik lebih dari 10 persen tiap tahunnya di masa mendatang.

Sejalan dengan pertumbuhan populasi HNWI yang kian meningkat, bisnis wealth management juga memiliki potensi menjanjikan. Bareksa.com sebagai marketplace reksadana onlineterintegrasi pertama di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar investor reksadana hampir 25 persen melalui distribusi secara online, memperluas segmentasi nasabahnya ke kalangan HNW.

Co-Founder Bareksa.com, Karaniya Dharmasaputra menyatakan terdapat peluang pertumbuhan bagi industri financial technology (teknologi finansial) di segmen nasabah HNW.“Selama ini ada stigma bahwa perusahaan teknologi di bidang keuangan hanya bisa memiliki segmentasi terbatas di masyarakat segmen middle – low. Padahal, pertumbuhan populasimasyarakat middle – up di Indonesia justru semakin meningkat. Di sinilah kami melihat peluang untuk memfasillitasi akses mereka terhadap investasi, khususnya wealth management,yang terintegasi dengan teknologi digital dan internet,” ujar Karaniya.

Hadir sebagai platform wealth management digital bagi nasabah HNW dengan menggandeng penasihat investasi independen merupakan hal yang pertama di Indonesia bahkan Asia, Bareksa Prioritas diharapkan mampu menjembatani gap teknologi digital di kalangan HNW terkait bagaimana mereka mendapatkan akses terhadap layanan wealth management.

“Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari – hari, tak terkecuali bagi segmen middle – up yang sudah mulai fasih dengan fenomena digitalisasi. Sehingga penting bagipara pelaku industri wealth management untuk mulai mencoba melakukan pendekatan digital dan inovasi pada pangsa pasar masyarakat di segmen middle – up,” ungkap Karaniya.

“Dengan menggandeng Jagartha Advisors sebagai penasihat investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman untuk melayani nasabah HNW diharapkan bisa membantu mengoptimalkan inovasi yang dilakukan Bareksa,” lanjut Karaniya.

Data Capgemini mencatat, secara global, permintaan HNWI untuk layanan konsultasi otomatis naik dari 48,6 persen pada 2015 menjadi 66,9 persen pada tahun 2016. Di wilayah Asia Pasifik, nasabah HNWI Indonesia secara khusus memiliki permintaan tertinggi akan perangkat digital dalam berinvestasi.

 

Pentingnya Penasihat Investasi dalam Layanan Wealth Management Digital

 

Teknologi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan melalui kehadiran financial technology. Kalangan HNW yang menjadisegmen dari layanan wealth management memiliki ciri khas tersendiri.

 

Ari Adil, Co-Founder and Chairman Jagartha Advisors mengatakan “Dalam layanan wealth management digital, yang harus menjadi fokus adalah bagaimana kita dapat memberikanpengalaman layanan yang baik bagi para nasabah high segment ini. Termasuk face to face discussion yang masih dibutuhkan dalam layanan konsultasi investasi.”

 

Laporan fintech Citigroup Inc tahun 2016 mengungkapkan bagaimana robo–advisors mulai hadir dan berkontribusi pada portofolio investor, layaknya peran penasihat tradisional. Namun, bagi kalangan high segment, peran penasihat investasi secara tradisional lebih dibutuhkan ketika berbicara mengenai pengelolaan keuangan.

“Ada saatnya investor akan menghadapi risiko investasi yang signifikan, sehingga melibatkan emosional, kekhawatiran, dan ketakutan mereka. Hal inilah yang menjadi poin utama di manaperan penasihat investasi tradisional masih sangat dibutuhkan untuk memberikan konsultasi secara logis, sekaligus memberikan pendampingan secara emosional terhadap investor. Untukitu, kami menyambut baik langkah Bareksa yang telah melibatkan kami dalam memberikan konsultasi investasi kepada para nasabah Bareksa,” tambah Ari.

 

Memiliki nasabah high segment dengan dana simpanan minimum Rp 5 miliar, Bareksa Prioritas menyediakan berbagai layanan yang diperuntukkan bagi high segment mulai dari laporanriset, feature teknologi Bareksa untuk Bareksa Prioritas, hingga customer loyalty program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Akses konsultasi dengan penasihat investasi juga menjadi salah satu manfaat unggulan yang ditawarkan Bareksa Prioritas bagi nasabahnya. Sebagai penasihat investasi independen, pendiri Jagartha Advisors memiliki gabungan keahliandan pengalaman selama 25 tahun, baik dalam asset management, private banking, wealth management dan penasihat investasi.

 

“Melalui peran penasihat investasi yang independen tanpa terikat pada perusahaan investasi apapun, harapannya kami mampu memberikan layanan eksklusif konsultasi dan analisainvestasi dari sudut pandang investor. Mengingat Bareksa Prioritas merupakan platform layanan wealth management secara digital, maka kepentingan dan kebutuhan investor menjadifokus utama layanan kami,” kata Ari.

 

*****

Tentang Bareksa.com

PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa.com) merupakan perusahaan fintech dan portal finansial terintegrasi yang meluncurkan marketplace reksadana sejak awal 2015. Pada Februari 2016, Bareksa tercatat sebagai perusahaan teknologi pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi resmi sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan. Layanan Bareksa dilengkapi dengan data finansial, online tools, maupun berita dan analisis di seputar investasi dan pasar modal. Jumlah nasabah Bareksa per 6 Agustus 2018 telah mencapai 200.000 dengan jumlah dana yang dinvestasikan mencapai Rp1,2 triliun. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.bareksa.com.

 

Tentang Jagartha Advisors

 

PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) adalah perusahaan penasihat investasi yang independen yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jagartha Advisors fokus untuk memberikan jasa penasihat investasi yang independen, bagi korporasi lokal, individu, lembaga keuangan, serta korporasi luar negeri. Jagartha Advisors mengembangkan peran penasihat investasi yang independen sehingga mampu mewakili investor dalam memaksimalkan portofolio invetasi yang sehat, sesuai dengan tujuan invetasi mereka.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…