Penguatan Ekonomi Pesisir dan Kelestarian Lingkungan: UNIDO, KKP, dan Blueyou Dorong Model Integrated Shrimp-Mangrove Aquaculture di Indonesia
Jakarta, Gramediapost.com
Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor budidaya udang berkelanjutan melalui sekitar 250.000 hektare (ha) tambak tradisional, yang mewakili 80% dari total area budidaya udang nasional.
Sebagian besar tambak ini berlokasi di kawasan pesisir dan bekas hutan mangrove. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus mendukung ekosistem pesisir, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui Global Quality and Standards Programme (GQSP) Indonesia Fase 2, bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Blueyou (Swiss), menggelar Workshop on Integrated Shrimp-Mangrove Aquaculture/Sylvo Fishery.
Workshop ini diselenggarakan sebagai forum pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antara pemerintah, lembaga pembangunan, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan akademisi guna mendukung kebijakan Ekonomi Biru Pemerintah Indonesia.
Sejak tahun 2023, kolaborasi ini telah menjalankan proyek percontohan di Tarakan, Kalimantan Utara, yang mengintegrasikan produksi udang dengan konservasi serta rehabilitasi mangrove.
Proyek ini mencatat berbagai capaian positif:
*Cakupan Lahan & Rehabilitasi: Mengintegrasikan lebih dari 420 ha tambak tradisional milik 35 pembudidaya lokal dengan penanaman sekitar 115.000 bibit mangrove.
*Peningkatan Produktivitas Alami: Mengandalkan sistem budidaya alami tanpa pakan buatan, produktivitas tambak tercatat meningkat secara berkelanjutan.
Sertifikasi ASC Kelompok Pertama di Indonesia: Sebanyak 14 tambak milik 12 pembudidaya sedang dalam proses sertifikasi kelompok Aquaculture Stewardship Council (ASC), yang merupakan pionir sertifikasi kelompok bagi pembudidaya tradisional di Indonesia.
Akses Pasar Global: Mulai akhir tahun 2026 atau awal 2027, hasil panen udang tersertifikasi ini siap diekspor oleh Blueyou ke pasar Amerika Serikat dan Eropa menggunakan merek dagang Selva Shrimp.
Model Integrated Shrimp-Mangrove Farming ini mengadaptasi keberhasilan Blueyou di Ca Mau, Vietnam Selatan, yang telah memberi manfaat bagi 3.500 keluarga pembudidaya skala kecil sejak 2008.
Dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, Blueyou menargetkan perluasan skala proyek di Indonesia hingga mencapai 5.000 ha. Selain mengincar peningkatan ekspor udang windu tersertifikasi, perluasan area mangrove ini diproyeksikan memberikan nilai tambah melalui perdagangan karbon (carbon trade) jangka panjang.
Melalui workshop ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengkaji hasil pembelajaran dari Tarakan, menyelaraskan kebijakan pemerintah, serta membuka peluang kolaborasi untuk mereplikasi model budidaya berkelanjutan ini di wilayah Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia.
Program GQSP Indonesia dilaksanakan oleh UNIDO bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta didanai melalui hibah dari Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).



















