50 Tahun HIPPI: Perkuat Pengusaha Nasional, Dorong Transformasi
Ekonomi dan Kolaborasi Strategis Menuju Indonesia Maju
JAKARTA, 12 Oktober 2026 —
Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 pada 2026. Mengusung momentum lima dekade perjalanan organisasi, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pengusaha nasional untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia, serta memperluas kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Peringatan setengah abad HIPPI menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi dalam
mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat kontribusi pengusaha nasional. Ketua
Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, dijadwalkan menyampaikan sambutan dan arahan organisasi, sekaligus menegaskan pentingnya konsolidasi program kerja serta penguatan kelembagaan HIPPI untuk menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Peluncuran Hymne HIPPI dan pemutaran video perjalanan 50 tahun organisasi turut menandai semangat baru untuk melanjutkan perjuangan pengusaha Indonesia pada era transformasi
ekonomi.
Salah satu agenda utama adalah sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, yang dijadwalkan sekaligus membuka secara resmi
Rakernas III HIPPI 2026.
Kehadiran Menko Perekonomian dalam peringatan ini menempatkan
agenda penguatan dunia usaha dalam konteks strategis pembangunan ekonomi nasional.
Momentum tersebut juga ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun ke-50 HIPPI bersama jajaran pimpinan organisasi dan para tokoh yang hadir, sebagai simbol keberlanjutan pengabdian HIPPI dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia.
Perspektif dunia usaha juga akan disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri
(KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam mempertemukan aspirasi pengusaha dengan agenda
pengembangan investasi, hilirisasi, dan penguatan sektor usaha nasional.
Bagi HIPPI, sinergi antara organisasi pengusaha, pemerintah, dan institusi dunia usaha
merupakan elemen penting untuk memperluas peluang bisnis, memperkuat ekosistem investasi, dan mendorong pelaku usaha Indonesia agar semakin kompetitif.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dalam sesi
khusus. Selain menyampaikan perspektifnya, Bahlil dijadwalkan menerima penghargaan
Tokoh Inspiratif Pribumi dari HIPPI sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan perjalanan yang
dinilai dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha nasional.
Sesi ini menjadi salah satu ruang untuk mengangkat relevansi hilirisasi, pengembangan sektor energi, dan keterlibatan dunia usaha dalam mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia.
Penguatan substansi Rakernas dilanjutkan melalui HIPPI Talks yang mengangkat tiga isu strategis, yaitu perspektif industri pupuk dan ketahanan pangan, energi dan transformasi
kelistrikan nasional, serta kebijakan UMKM, ekonomi kreatif, dan penguatan pengusaha nasional.
Diskusi ini dirancang menghadirkan Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk
Indonesia (Persero); Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero); serta Kawendra Lukistian, Anggota Komisi VI DPR RI dan Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs). Diskusi dimoderatori Amin Shabana, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat sekaligus Ketua Bidang Kemitraan dan Kelembagaan DPP HIPPI. Ketiga topik tersebut menyoroti keterkaitan antara ketahanan pangan, ketersediaan energi, kebijakan publik, dan penguatan kapasitas pengusaha sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen terhadap transformasi dan kemitraan juga tercermin dalam pemberian HIPPI Award 2026. Bank Indonesia dijadwalkan menerima penghargaan Digital Transformation Champion atas keberhasilan transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS yang mendukung
kemudahan transaksi pelaku usaha dan UMKM. HIPPI juga memberikan penghargaan kepada Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan MOST 105.8 FM atas dukungan serta kolaborasi bersama organisasi. Penghargaan
ini merefleksikan pentingnya inovasi digital, akses pembiayaan, dan komunikasi publik dalam memperkuat ekosistem usaha nasional.
Selain agenda diskusi dan penghargaan, Rakernas III HIPPI menjadi momentum memperluas
kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI serta BPJS Ketenagakerjaan.
Kerja sama tersebut
melibatkan Prof. Dr. Sylviana Murni, Rektor Institut STIAMI, dan Dr. Agung Nugroho,
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Inisiatif ini menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan
kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring kelembagaan, serta memperkuat
dukungan terhadap pelaku usaha dan tenaga kerja.
Dalam rangkaian peringatan 50 tahun, HIPPI juga memberikan penghargaan kehormatan kepada para mantan Ketua Umum, yaitu Harsono Badai Samudra, Suryo Bambang Sulisto, dan
Dr. Suryani Sidik Motik.
Sementara itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai bentuk penghormatan atas
perjalanan panjang, dedikasi, dan kontribusinya bagi dunia usaha serta kewirausahaan
nasional.
Penghargaan kepada para tokoh tersebut menegaskan bahwa perjalanan HIPPI selama lima
dekade tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan pemangku kepentingan yang turut membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia.
Melalui Rakernas III dan peringatan HUT ke-50, HIPPI tidak hanya merayakan perjalanan
historis organisasi, tetapi juga merumuskan arah penguatan program kerja dan kelembagaan
melalui sidang pleno serta pembahasan komisi. Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi
pengurus pusat dan daerah untuk menyelaraskan agenda organisasi dengan kebutuhan
pengusaha di berbagai wilayah.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi, HIPPI menegaskan
komitmennya untuk terus menjadi bagian dari penguatan pengusaha nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia. Lima dekade perjalanan menjadi pijakan untuk melangkah ke masa depan dengan jejaring yang lebih kuat, kapasitas usaha yang lebih tangguh, dan
kontribusi yang semakin nyata bagi perekonomian bangsa.
TENTANG HIPPI
Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) adalah organisasi pengusaha yang berdiri
pada 17 Agustus 1976.
Selama lima dekade, HIPPI memperjuangkan peningkatan kesempatan, akses, kapasitas, dan
daya saing pengusaha pribumi sebagai bagian penting pembangunan ekonomi nasional.
Memasuki usia ke-50, HIPPI berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pengusaha,
pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan guna
membangun ekonomi Indonesia yang mandiri, inklusif, kompetitif, dan berdaulat.



















