Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini & Analisa

Penyiapan SDM Malaysia, Ironisme Indonesia

×

Penyiapan SDM Malaysia, Ironisme Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Penyiapan SDM Malaysia, Ironisme Indonesia

 

Example 300x600

Oleh: Albertus M. Patty

 

Saya terperangah saat tahu realitas ini. Ternyata, mayoritas mahasiswa berbagai universitas di Malaysia berasal dari Indonesia dan China.

Para mahasiswa luar negeri ini study di Malaysia karena kualitas universitas di Malaysia sudah sangat maju. Universiti Malaya ranking 56 dunia. Universiti Sains Malaysia 128. Universiti Kebangsaan Malaysia 130. Bandingkan dengan Universitas di Indonesia. UI (801), ITB (823), UGM (867), IPB (912).

*Pertanyaannya: ke mana mahasiswa Malaysia?*

Kebanyakan mahasiswa Malaysia study di luar negeri, terutama di Inggris dan Amerika Serikat.
Mengapa bisa begitu?

Jawabnya ini. Setiap mahasiswa Malaysia diberikan kesempatan mendapatkan pinjaman pendidikan (Student Loan) dari pemerintah untuk study di mana pun di luar negeri. Para mahasiswa ini akan mengembalikannya secara mencicil setelah mereka lulus dan bekerja.

Strategi inilah yang menyebabkan Malaysia, sama seperti China, Korea Selatan, India dan Singapore, mampu setiap tahunnya mengirimkan ratusan ribu mahasiswa ke berbagai negara di seluruh dunia untuk menimba ilmu. Kualitas SDM mereka makin hebat. Salah satu indikatornya adalah peningkatan kualitas universitas mereka.

Dengan peningkatan kualitas SDM yang sangat besar ini, Malaysia mulai menggeliat menjadi negara yang kuat dan berhasil. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan mampu mensejajarkan dirinya dengan negara-negara paling maju di dunia.

Kebijakan Pemerintah Malaysia ini menunjukkan bahwa pemerintahnya sadar bahwa kemajuan suatu bangsa hanya bisa dicapai dengan melakukan investasi masa depan yaitu membangun sumber daya manusianya. Tidak ada jalan lain!

*Bagaimana Indonesia?*
Rasanya, kesadaran ini belum dimiliki oleh pemerintah kita. Visi Indonesia Emas belum diikuti dengan kebijakan yang jelas untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang cerdas dan tangguh.

Sebaliknya, anggaran pendidikan yang seharusnya bisa digunakan untuk makin mencerdaskan otak para pelajar dan untuk mengirimkan ratusan ribu student ke berbagai negara malah dipotong untuk program MBG.

Ironisnya, MBG membuat siswa sakit perut, dan saat yang sama lebih membuncitkan perut elite politik pemilik SPPG.

Kuala Lumpur,
6 Sept. 2026

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *