Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T.: PERPAMSI Dorong Tata Kelola Air Minum Terintegrasi, Buka Peluang Investasi dan Transformasi Digital di IWF 2026
JAKARTA, 9 September 2026 –
Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola sektor air minum secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini ditujukan untuk meningkatkan kesehatan finansial dan operasional perusahaan air minum (BUMD), sekaligus menjamin kualitas pelayanan prima kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Opening Ceremony Indonesia Water Forum (IWF) 2026 yang mengangkat tema “Tata Kelola Sektor Air Minum”. Acara digelar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).
Ketua Umum PERPAMSI, Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T., menyatakan bahwa fokus utama PERPAMSI saat ini adalah membenahi tata kelola perusahaan air minum yang masih berada dalam kondisi kurang sehat.
“Tema tata kelola air minum menjadi perhatian kritis. Kita harus melihat bagaimana perusahaan air minum yang ada saat ini dikelola, mulai dari pengelolaan sumber air, proses operasional, hingga kemampuan meningkatkan pelayanan. Masih ada perusahaan yang kondisinya perlu disehatkan, dan IWF 2026 hadir sebagai ruang pembelajaran bersama untuk menyerap best practice dengan referensi yang tepat,” ujar Teddy di sela-sela acara.
Membuka Peluang Investasi yang Berkeadilan
Teddy menyoroti bahwa sektor air minum di Indonesia menyimpan potensi investasi yang sangat besar. Namun, ia mengajak para investor untuk tidak hanya berfokus pada perusahaan yang sudah sehat dan menguntungkan, tetapi juga berani mengambil peran strategis dalam menyehatkan perusahaan yang masih menghadapi tantangan.
“Investor tentu tertarik pada perusahaan yang sehat. Namun, potensi perusahaan air minum untuk menjadi sehat di Indonesia sangatlah luar biasa. Masuknya investasi ke perusahaan yang membutuhkan pembenahan, jika dikelola dengan tata kelola yang tepat, akan menjadi peluang strategis. Investasi tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi turut mendorong transformasi menuju keberlanjutan,” jelasnya.
Peran Teknologi dan Inovasi Anak Bangsa
Di era digital, PERPAMSI juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi pengolahan air. Teddy menilai, Indonesia memiliki banyak inovasi teknologi buatan anak bangsa yang dinamis dan siap diimplementasikan secara langsung.
Salah satu penerapan konkret yang didorong adalah pemanfaatan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) di bagian hulu. Teknologi ini memungkinkan monitoring, evaluasi, dan pengendalian yang real-time terhadap sumber air maupun proses pengolahan, sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Selama teknologi tersebut dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan masyarakat, perusahaan air minum akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien dalam pembiayaannya,” tambah Teddy.
Kolaborasi untuk Ketahanan Air Nasional
Indonesia Water Forum (IWF) 2026 merupakan agenda pembuka resmi dari rangkaian forum dan seminar nasional yang mempertemukan regulator, dunia usaha, penyedia teknologi, serta jajaran direksi BUMD Air Minum. Forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam rangka memperkuat ketahanan air nasional.
Kegiatan ini digelar beriringan dengan Water Indonesia 2026, pameran teknologi air internasional yang berlangsung pada 9–12 September 2026 sebagai bagian dari IEE Series Engineering Week 2026. Kehadiran forum dan pameran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perusahaan air minum, investor, pelaku industri, penyedia teknologi, dan generasi muda untuk mendorong kemajuan sektor air minum Indonesia secara menyeluruh.
— Selesai —



















