Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Kesiapan Penanganan Karhutla 2026 di Bireuen Sinergi Lintas Instansi Diuji Langsung di Apel Gelar Pasukan

×

Kesiapan Penanganan Karhutla 2026 di Bireuen Sinergi Lintas Instansi Diuji Langsung di Apel Gelar Pasukan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kesiapan Penanganan Karhutla 2026 di Bireuen Sinergi Lintas Instansi Diuji Langsung di Apel Gelar Pasukan

 

Example 300x600

 

BIREUEN — Di halaman Mapolres Bireuen, Kamis (3/9/2026), puluhan personel dari berbagai instansi berbaris rapi. Bukan sekadar seremonial, apel gelar pasukan ini menjadi momen pengecekan nyata kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026. Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri turun langsung memimpin, memeriksa peralatan, menyimak peragaan, hingga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga.

 

Pengecekan Menyeluruh Sarana dan Prasarana

Ditemani Dandim 0111/Bireuen beserta seluruh unsur Forkopimda, Yulhendri berkeliling meninjau satu per satu sarana pendukung yang disiapkan. Mulai dari mobil patroli, mobil pemadam kebakaran, kendaraan roda dua, hingga berbagai peralatan khusus milik Basarnas Bireuen — semuanya dicek fungsinya.

Pemeriksaan ini bukan sekadar melihat kelengkapan, melainkan memastikan setiap alat dalam kondisi siap pakai saat dibutuhkan di lapangan. Dalam penanganan Karhutla, ketersediaan dan kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penanggulangan sejak dini.

Peragaan Langsung, Memastikan Penguasaan Teknis

Agar tidak hanya mengandalkan daftar inventaris, Kapolres meminta praktik langsung penggunaan peralatan kepada personel yang bertugas. Anggota Basarnas Bireuen, Alif Sopana, diminta memperagakan cara memakai masker khusus pencegah asap beserta penjelasan fungsinya di hadapan seluruh peserta. Hal ini penting mengingat risiko paparan asap tebal yang kerap menjadi ancaman bagi petugas maupun warga.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Bireuen juga memperagakan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peragaan ini menjadi sarana memastikan setiap personel memahami cara pengoperasian dengan benar dan cepat — keterampilan yang sangat dibutuhkan saat api baru muncul dan masih bisa dikendalikan.

Melibatkan Seluruh Elemen Penanggulangan

Apel gelar pasukan ini mengumpulkan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, Satpol PP, RAPI, Polhut, hingga Dinkes. Kehadiran unsur Forkopimda, Forkopimda Plus, serta kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan lagi tanggung jawab satu atau dua instansi saja.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana. Kita ingin memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi lintas instansi dalam upaya pencegahan sekaligus penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Bireuen,” ujar AKBP Yulhendri di hadapan peserta apel.

Sinergi sebagai Kunci Utama

Penanganan Karhutla di lapangan sering kali menemui kendala jika tidak ada kesatuan langkah antarlembaga. Mulai dari deteksi dini, pemadaman, hingga pasca-kebakaran — semuanya memerlukan pembagian tugas yang jelas dan komunikasi yang lancar.

Yulhendri menekankan, kecepatan dan ketepatan penanganan sangat bergantung pada kesiapan bersama. “Penanganan Karhutla memerlukan kerja sama semua pihak agar upaya yang dilakukan berjalan cepat, tepat, serta meminimalkan dampak kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan,” tambahnya.

Dengan berakhirnya apel gelar pasukan ini, seluruh instansi yang terlibat diharapkan tidak hanya siap secara personel dan peralatan, tetapi juga semakin erat dalam membangun kesepahaman demi mencegah dan menanggulangi Karhutla sebelum menjadi bencana yang lebih luas di Bireuen.( Berlian)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *