DPP GEMURA Gelar Rakernas Dan Pelantikkan Pengurus Periode 2025-2030 Di Jakarta
Pelantikan Pengurus Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEMURA Berlangsung Sukses
JAKARTA — Gerakan Muda Untuk Rakyat (Gemura) mendorong generasi muda Indonesia untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan politik, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi melalui penguatan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship.
Dorongan tersebut menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam agenda Pelantikan Pengurus Gemura Periode 2025–2030 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Mantan Wakil Ketua Umum Gemura sekaligus Presiden BRICS Youth Forum, Syafii Effendi, mengatakan organisasi kepemudaan harus mampu menjawab tantangan generasi muda yang semakin kompleks. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi kelompok yang aktif menyuarakan aspirasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membangun kehidupan yang mandiri.
Syafii menilai Gemura memiliki modal sejarah dan pengalaman sebagai organisasi yang aktif bergerak di lapangan. Karena itu, Gemura perlu terus memperkuat perannya sebagai wadah bersama bagi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Gemura ini sejarahnya panjang dan merupakan organisasi yang sangat progresif di lapangan. Gemura hadir untuk meng-counter sekaligus mendukung sesuatu yang baik untuk masyarakat,” kata Syafii.
Menurut Syafii, penguatan sektor ekonomi menjadi hal penting dalam pembangunan kepemudaan. Ia mendorong agar organisasi pemuda tidak hanya berorientasi pada aktivitas sosial maupun politik, tetapi juga mampu melahirkan lebih banyak anak muda yang memiliki kemampuan berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Kami kepingin organisasi pemuda itu ada nilai entrepreneur-nya. Enggak cuma jadi tukang olah, tapi harus menjadi orang yang mandiri,” tegasnya.
Tiga Fokus Gerakan Gemura
Syafii mengungkapkan, Gemura ke depan diproyeksikan menjadi gerakan nasional yang memiliki tiga fokus utama, yakni edukasi, entrepreneurship, dan aktivisme politik yang sehat.
Menurut dia, ketiga sektor tersebut harus berjalan secara beriringan. Pendidikan diperlukan untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas pemuda, kewirausahaan menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi, sedangkan aktivisme politik yang sehat diperlukan agar generasi muda tetap memiliki kepedulian terhadap arah pembangunan bangsa.
“Pemuda harus memiliki wawasan, kemampuan ekonomi, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, edukasi, entrepreneurship, dan aktivisme harus menjadi bagian dari gerakan kepemudaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Di tengah perubahan ekonomi, teknologi, dan dinamika sosial yang berlangsung cepat, generasi muda dituntut mampu beradaptasi sekaligus menciptakan peluang baru.
Karena itu, Gemura didorong tidak sekadar menjadi organisasi yang menghimpun anak muda, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, dan mendorong lahirnya generasi muda yang produktif.
Dorong Sikap Kritis yang Solutif
Selain memperkuat aspek ekonomi, Gemura juga diharapkan aktif menyikapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Namun, Syafii menekankan pentingnya membangun tradisi kritik yang konstruktif dan berorientasi pada solusi.
Menurutnya, sikap kritis merupakan bagian penting dari peran pemuda dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disertai gagasan dan kontribusi nyata agar tidak berhenti menjadi perdebatan yang tidak produktif.
“Harapan saya ke depan, Gemura ini bisa menjadi rumah bagi anak muda dan entrepreneur muda yang bersatu, serta memfiltrasi serangan-serangan yang tidak produktif untuk Indonesia,” ujar Syafii.
Ia berharap Gemura mampu menjadi salah satu kekuatan kepemudaan yang dapat menyaring berbagai informasi dan narasi yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus mendorong anak muda untuk lebih aktif menghadirkan gagasan yang membangun.



















