Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

UMKM PD Bhayangkari Sumbar Pikat Pengunjung BKN 2026: Hadirkan Rendang Khusus Balita hingga Kolaborasi dengan Perajin Disabilitas

×

UMKM PD Bhayangkari Sumbar Pikat Pengunjung BKN 2026: Hadirkan Rendang Khusus Balita hingga Kolaborasi dengan Perajin Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

UMKM PD Bhayangkari Sumbar Pikat Pengunjung BKN 2026: Hadirkan Rendang Khusus Balita hingga Kolaborasi dengan Perajin Disabilitas

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Ajang pameran nasional Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (BKN) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo pada 21–25 Juli 2026 menghadirkan berbagai produk unggulan dari seluruh penjuru tanah air. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah stan dari Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sumatra Barat (Sumbar) yang membawa ragam produk kuliner autentik hingga kriya bernilai seni tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Sesi Ekonomi PD Bhayangkari Sumbar, Farah Teddy Fanani—istri dari Dirreskrimum Polda Sumbar, KBP. Teddy Fanani, S.I.K., M.H., M.M., CHRA membagikan cerita di balik keikutsertaan ratusan UMKM binaan mereka.

PD Bhayangkari Sumatra Barat tercatat membina sebanyak 178 UMKM lokal yang terus didorong untuk berkembang dan naik kelas. Dari sekian banyak produk kuliner yang dijajakan, rendang tetap menjadi primadona dengan popularitas yang sangat tinggi di kalangan pengunjung bazar.

Menariknya, selain rendang khas dengan cita rasa autentik, Bhayangkari Sumbar juga menghadirkan inovasi khusus berupa “rendang anak” atau rendang khusus balita.

“Untuk yang popularitasnya tinggi kalau dari Sumatera Barat yang pasti rendang ya, rendang yang kami bawa itu memang produknya Bhayangkari, kami punya yang spesial ada rendang anak, jadi rendang khusus anak, itu nggak pedas sama sekali dan dagingnya juga lebih empuk karena disesuaikan untuk balita.” ujar Farah Teddy Fanani.

Selain itu, produk kuliner laris lainnya seperti keripik sanjai juga mencatatkan angka penjualan fantastis. Tingginya antusiasme pengunjung membuat produk camilan khas ini harus diisi ulang (refill) berkali-kali .

Tidak hanya sektor kuliner, produk kriya dan fesyen asal Sumatra Barat juga tampil memukau. Berbagai wastra nusantara khas daerah dikreasikan tidak hanya dalam bentuk kain lembaran, tetapi juga diolah menjadi produk fesyen fungsional seperti tas songket, tas bordir, hingga produk kerajinan berbahan kulit asli seperti tas, jaket, dan sandal.

Sebuah inovasi dan bentuk kepedulian sosial yang membanggakan turut ditunjukkan melalui produk batik Sumatra Barat. Dalam proses produksinya, PD Bhayangkari Sumbar berkolaborasi secara khusus dengan UMKM yang perajinnya merupakan penyandang disabilitas, guna meningkatkan kualitas karya serta taraf hidup mereka.

Keberhasilan UMKM Sumatra Barat menembus pasar nasional tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan secara konsisten. Setiap bulannya, pengurus secara berkala mengevaluasi kualitas produk, memantau angka penjualan, serta memberikan pembinaan berkelanjutan.

Di era digital saat ini, para pelaku UMKM lokal juga dibekali pelatihan strategi penjualan daring agar tidak tertinggal dan mampu memasarkan produknya secara luas tanpa batasan geografis.

Melalui keikutsertaan di ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Farah Teddy Fanani menyampaikan harapan besar agar UMKM di Indonesia semakin maju, mengingat kekayaan potensi lokal bangsa yang begitu besar. Ia juga berharap produk-produk lokal tradisional tidak hanya dicintai oleh kalangan dewasa, tetapi juga mulai digemari oleh anak-anak muda, remaja, dan anak-anak sejak dini.

Sinergi antara inovasi produk, misi sosial, serta pembinaan digital yang solid diharapkan mampu membawa UMKM Sumatra Barat dan keluarga besar Bhayangkari terus berkembang serta menjadi kebanggaan bangsa di kementerian maupun kancah yang lebih luas.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *