Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

×

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Explore 2026

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

PT. Atlantis Subsea Indonesia TBK Gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Public Explore 2026 di Hotel Windham, Jakarta Selatan. (04/06/26).

Jakarta, 4 Juni 2026 – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menunjukkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp621,14 juta. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri jasa survei dan layanan untuk sektor energi yang semakin kompetitif.

Dalam paparan publik (Public Expose) yang digelar di Wyndham Casablanca Jakarta, Kamis (4/6/2026), manajemen ATLA memaparkan bahwa pendapatan perusahaan pada periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp16,45 miliar. Dari pendapatan tersebut, perseroan berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp3,46 miliar dan laba usaha sebesar Rp964,59 juta.

Kinerja keuangan yang tetap positif ini didukung oleh aktivitas operasional perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas keinsinyuran, konsultasi teknis, survei, serta layanan pendukung bagi perusahaan energi. Perseroan yang mulai beroperasi secara komersial sejak 2016 terus memperkuat kapasitas bisnisnya guna menangkap peluang di sektor energi nasional maupun regional.

Dari sisi neraca, hingga 31 Maret 2026 total aset ATLA tercatat sebesar Rp176,12 miliar. Aset tersebut terdiri atas aset lancar senilai Rp74,47 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp101,64 miliar. Posisi ekuitas perusahaan juga terjaga kuat di level Rp169,66 miliar, mencerminkan struktur permodalan yang sehat dengan tingkat liabilitas yang relatif rendah.

Perseroan juga mencatat saldo kas dan setara kas sebesar Rp12,33 miliar pada akhir Maret 2026. Meski arus kas operasional masih menghadapi tantangan akibat kebutuhan modal kerja dan pembayaran kepada pemasok maupun karyawan, perusahaan tetap mampu mempertahankan likuiditas yang memadai untuk mendukung kegiatan usaha dan ekspansi bisnis ke depan.

Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada April 2024 melalui penawaran umum perdana saham (IPO), ATLA terus berupaya memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham. Perseroan menargetkan penguatan layanan survei bawah laut, konsultasi teknis, serta berbagai solusi pendukung industri energi yang menjadi fokus utama perusahaan.

Dengan fundamental keuangan yang solid, dukungan ekuitas yang kuat, serta pengalaman dalam sektor survei dan layanan energi, ATLA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang 2026 sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pengembangan industri energi Indonesia

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *