Bravo…MKI Kaltim! KADIN & Maret Samuel Sueken A.Md.T., B.Sc.Eng., CGOP, QRGP, CGRCEO Kunci Ketahanan Listrik IKN Lewat Kolaborasi.
BALIKPAPAN, Gramediapost.com
Komite Tetap Kelistrikan KADIN Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia MKI Wilayah Kaltim. Dukungan itu disampaikan Maret Samuel Sueken, A.Md.T., B.Sc.Eng., CGOP, QRGP, CGRCEO dalam sosialisasi PLN UID Kaltimra di Balikpapan, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Maret Samuel Sueken yang mewakili Ketua Umum KADIN Kaltim menegaskan kolaborasi lintas sektor adalah kunci menjaga ketahanan listrik seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara IKN. Menurutnya, tanpa sinergi, tantangan kelistrikan ke depan akan semakin berat.
Sosialisasi dan pemaparan peran MKI Wilayah Kaltim membahas pembentukan forum strategis yang melibatkan pemerintah, PLN, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan sektor energi. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem kelistrikan terintegrasi yang berkelanjutan.
KADIN Kaltim memandang MKI sebagai akselerator tiga pilar utama. Pertama, mendorong masuknya investasi energi baru. Kedua, meningkatkan kualitas SDM ketenagalistrikan lokal. Ketiga, menjaga keandalan pasokan listrik bagi industri dan publik.
Tiga pilar itu dinilai krusial seiring akselerasi pembangunan IKN dan tumbuhnya kawasan industri di Kalimantan Timur. Kebutuhan listrik diproyeksikan melonjak, sehingga kesiapan sistem dan SDM harus disiapkan sejak sekarang.
“Kehadiran KADIN adalah komitmen nyata dunia usaha untuk berkontribusi pada ketahanan energi dan keberlanjutan sektor ketenagalistrikan di Kaltim,” ujar Maret Samuel Sueken, A.Md.T., B.Sc.Eng., CGOP, QRGP, CGRCEO. Ia menegaskan dunia usaha siap jadi mitra aktif PLN, bukan hanya sebagai konsumen.
Pembentukan MKI Wilayah Kaltim ditargetkan jadi langkah awal penguatan ekosistem kelistrikan regional. PLN UID Kaltimra menyambut baik dukungan ini dan merancang MKI sebagai jembatan komunikasi antara regulator, operator, dan pengguna agar kebijakan energi lebih tepat sasaran bagi publik dan investor.



















