Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Pelantikan Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) Berlangsung Sukses dan Semarak

×

Pelantikan Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) Berlangsung Sukses dan Semarak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelantikan Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) Berlangsung Sukses dan Semarak

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) resmi dikukuhkan melalui pelantikan jajaran pengurus yang berlangsung di Fairmont Hotel Jakarta, Jumat (8/5/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam memperkuat kualitas, profesionalisme, dan integritas advokat di Indonesia.

Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional) masa bakti 2026–2031 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Dalam momentum tersebut, Ketua Umum Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. menegaskan bahwa lahirnya PERADI Profesional bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah gerakan moral dan institusi profesi hukum yang membawa harapan besar bagi masa depan advokat Indonesia.

Ketua Umum PERADI Profesional, Harris Arthur Haedar, mengatakan organisasi yang dipimpinnya telah memperoleh legitimasi hukum melalui Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0000086.AH.01.07 Tahun 2026 tertanggal 27 Januari 2026.

Menurut Harris, kehadiran PERADI Profesional bukan untuk menambah fragmentasi organisasi advokat, melainkan mendorong penguatan profesi hukum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“PERADI Profesional hadir untuk memperkuat ekosistem profesi hukum melalui standar yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kualitas,” ujar Harris dalam sambutannya.

Dalam waktu singkat sejak berdiri, PERADI Profesional disebut telah melakukan konsolidasi di berbagai daerah. Organisasi tersebut kini memiliki kepengurusan di 30 provinsi dan menjalin kerja sama strategis dengan berbagai institusi.

Hingga saat ini, PERADI Profesional telah menandatangani nota kesepahaman dengan 39 perguruan tinggi, enam kementerian dan lembaga negara, serta dua institusi perbankan. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi antara profesi advokat dengan dunia pendidikan, sektor kebijakan publik, dan industri jasa keuangan.

Selain penguatan organisasi, PERADI Profesional juga menaruh perhatian pada reformasi pendidikan advokat. Organisasi tersebut memperkenalkan Program Pendidikan Advokat (PPA) sebagai pengembangan dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Program tersebut dirancang untuk mencetak advokat yang tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga memiliki kesiapan praktik, kompetensi profesional, dan integritas dalam penegakan hukum.

“Pendidikan advokat harus mampu menjawab tantangan praktik hukum di lapangan, bukan hanya sekadar memenuhi syarat administratif,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, PERADI Profesional turut memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh penegak hukum atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam menjaga integritas penegakan hukum di Indonesia.

PERADI Profesional menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang berlandaskan nilai Bermutu, Beretika, dan Berintegritas sebagai arah utama kebijakan dan program organisasi ke depan.

Prof. Harris Arthur Hedar menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun organisasi advokat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di tengah perubahan dunia hukum dan teknologi yang berkembang sangat cepat.

“Pada malam hari ini, sesungguhnya kita tidak hanya menghadiri sebuah acara seremonial. Kita sedang menyaksikan lahir dan diteguhkannya sebuah gerakan moral institusi profesi hukum yang membawa harapan, tanggung jawab, sekaligus arah bagi masa depan profesi advokat Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PERADI Profesional hadir bukan untuk menciptakan perpecahan maupun dilatarbelakangi konflik internal organisasi advokat. Menurutnya, kehadiran PERADI Profesional merupakan jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut organisasi profesi hukum lebih modern, profesional, dan responsif terhadap perubahan.

“PERADI Profesional hadir bukan untuk menciptakan perpecahan. Sekali lagi saya tegaskan, PERADI Profesional hadir bukan karena konflik, tetapi sebagai jawaban atas kebutuhan zaman. Dunia hukum berubah, teknologi berkembang, dan organisasi advokat tidak boleh tertinggal,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa PERADI Profesional berkomitmen membangun organisasi advokat yang modern dalam sistem, kuat dalam intelektualitas, tinggi dalam etika, serta berani memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

Prof. Harris juga menegaskan legalitas resmi PERADI Profesional yang telah memperoleh pengesahan dari negara melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0000086.AH.01.07 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional, yang ditetapkan di Jakarta pada 27 Januari 2026.

“Dengan demikian tidak ada lagi ruang keraguan. PERADI Profesional adalah organisasi yang sah secara hukum, memiliki legitimasi yang kuat, serta berdiri di atas landasan konstitusional yang jelas,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kehormatan sebuah organisasi profesi tidak hanya ditentukan oleh legalitas maupun struktur organisasi semata, tetapi lebih kepada kualitas pengabdian dan integritas para anggotanya dalam menjalankan profesi hukum.

“Organisasi profesi tidak akan dihormati hanya karena akta pendiriannya. Organisasi profesi akan dihormati karena kualitas pengabdiannya, bukan sekadar struktur organisasinya, tetapi karena integritas orang-orang yang menjalankannya,” tambahnya.

Sebagai penutup, Prof. Harris Arthur Hedar menegaskan bahwa PERADI Profesional dibangun di atas tiga pondasi utama, yakni profesionalisme, integritas, dan keberanian melakukan perubahan demi terciptanya profesi advokat yang bermartabat, modern, dan mampu menjawab tantangan hukum di era global.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…