Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

TRAILER RESMI “AIR MATA MUALAF” DIRILIS: KETIKA KELUARGA DAN KEYAKINAN MENJADI JALAN PILIHAN, BUKAN SEKADAR WARISAN

×

TRAILER RESMI “AIR MATA MUALAF” DIRILIS: KETIKA KELUARGA DAN KEYAKINAN MENJADI JALAN PILIHAN, BUKAN SEKADAR WARISAN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TRAILER RESMI “AIR MATA MUALAF” DIRILIS:
KETIKA KELUARGA DAN KEYAKINAN MENJADI
JALAN PILIHAN, BUKAN SEKADAR WARISAN

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Merak Abadi Productions dan Suraya Filem Malaysia secara resmi meluncurkan trailer
dan poster resmi film Air Mata Mualaf dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 27
Oktober 2025 di XXI Plaza Senayan, Jakarta.

Peluncuran ini menjadi langkah awal memperkenalkan kepada publik sebuah film drama
keluarga yang hangat dan reflektif—tentang keluarga, cinta, dan keberanian memilih jalan
hidup sendiri.

Sejak detik pertama, trailer menampilkan emosi yang tenang namun kuat. Air Mata Mualaf tidak menonjolkan perubahan keyakinan sebagai momen dramatis, melainkan
memperlihatkan bagaimana keluarga, cinta, dan pencarian jati diri saling bertabrakan dalam perjalanan seorang perempuan yang berani menentukan arah hidupnya sendiri.

Film ini mengajak penonton memahami bahwa keyakinan—baik spiritual, prinsip hidup,
maupun nilai-nilai pribadi—bukan sesuatu yang otomatis diwariskan. Setiap orang lahir dalam lingkungan yang membentuknya, tetapi pada akhirnya, kita semua sampai di titik di
mana harus memilih:
“Apakah ini benar-benar jalan hidupku? Atau hanya kebiasaan yang diwariskan?”

Air Mata Mualaf adalah tentang keberanian untuk berkata: “Ini adalah Jalan Pilihanku.” Pilihan yang mungkin berbeda, namun tetap lahir dari cinta.

Konflik yang tergambar dalam trailer tidak dihadirkan secara hitam-putih. Hubungan Anggie
(Acha Septriasa) dengan ibunya (Dewi Irawan) penuh kasih, namun juga sarat tekanan.

Bukan karena mereka saling menolak, melainkan karena mereka sama-sama takut
kehilangan. Di sinilah kekuatan utama film ini: ia tidak menghakimi, tetapi menggambarkan
kompleksitas keluarga secara jujur dan lembut.

Sutradara Indra Gunawan menjelaskan bahwa film ini adalah perjalanan kedewasaan
seseorang dalam memilih, bukan sekadar kisah perpindahan keyakinan.

“Bagi saya, iman bukan sesuatu yang diwariskan begitu saja. Iman adalah hasil dari perjalanan batin yang panjang. Dan ketika seseorang memilih jalannya sendiri, di
situlah kedewasaan lahir.

Keluarga bisa menjadi tempat paling hangat, tetapi juga, tempat di mana pilihan kita diuji. Di titik itulah nilai istiqomah benar-benar
terasa—bukan soal agama saja, tapi soal keberanian untuk tetap setia pada jalan
yang diyakini.”

Sebagai pemeran utama, Acha Septriasa mengaku sangat terhubung dengan karakter Anggie karena kisahnya terasa dekat dengan kehidupan siapa pun.

“Anggie tidak melawan keluarganya. Dia mencintai ibunya, tapi juga mencintai
kebenaran yang ia temukan sendiri. Konflik ini sangat relevan karena setiap orang
pada akhirnya akan sampai di titik di mana mereka harus memilih jalan hidupnya
sendiri. Menurut saya, Air Mata Mualaf berbicara tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri tanpa kehilangan cinta terhadap keluarga.”

Sementara itu, Dewi Irawan yang memerankan sosok ibu Anggie mengaku perannya terasa
sangat personal.

“Saya punya anak perempuan, dan ketika membaca naskahnya, saya langsung
merasa dekat dengan cerita ini. Suatu saat nanti, mungkin anak saya juga akan
membuat pilihan yang berbeda dari saya—dan itu bukan hanya soal agama, tapi soal
bagaimana setiap anak mencari jati dirinya sendiri. Air Mata Mualaf mengingatkan
saya bahwa cinta seorang ibu juga berarti belajar menerima.”

Aktor Rizky Hanggono, yang berperan sebagai bagian dari lingkar keluarga Anggie, juga
mengaku tersentuh oleh kedalaman cerita film ini.

“Ada satu adegan pertengkaran antara karakter saya dan Anggie yang cukup emosional. Setelah syuting selesai, saya langsung teringat pada adik perempuan saya sendiri. Rasanya seperti diingatkan lagi, bahwa di balik setiap perbedaan pandangan
dalam keluarga, selalu ada kasih yang nggak bisa hilang begitu saja.”

Produser Dewi Amanda menegaskan bahwa film ini dibangun dari sudut pandang keluarga,
bukan dari sudut pandang religius sempit.

“Air Mata Mualaf bukan film yang menggurui. Ini film tentang manusia. Tentang anak yang ingin didengar. Tentang orang tua yang takut kehilangan. Tentang bagaimana
perbedaan dalam keluarga bukanlah akhir, tapi awal dari proses saling memahami.

Menjadi berbeda itu berat, tapi ketika kita istiqomah—kita bisa tetap berjalan tanpa
membenci.”

Secara visual, trailer menampilkan keseharian yang akrab dan intim: ruang makan keluarga,
perjalanan pulang malam, pertengkaran kecil yang menyimpan luka besar, hingga momen hening ketika seseorang bertanya dalam hati, “Apakah aku berhak memilih jalanku sendiri?”

Air Mata Mualaf tidak hanya menghadirkan konflik batin, tetapi juga harapan. Di balik air
mata dan pertentangan, tersimpan kemungkinan rekonsiliasi—karena keluarga, seberapa
pun rapuhnya, tetap menjadi tempat untuk pulang.

Film ini juga menghadirkan kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Malaysia, dan
Australia, dengan turut menampilkan dua aktor asal Malaysia: Syamim Freida dan Hazman
Al-Idrus. Kehadiran mereka memberikan nuansa baru dalam cerita, memperlihatkan bahwa nilai seperti cinta, keberanian, dan istiqomah bersifat universal—dapat dirasakan oleh siapa
pun, di mana pun.

Disutradarai oleh Indra Gunawan, film ini dibintangi oleh Acha Septriasa, Achmad
Megantara, Dewi Irawan, Rizky Hanggono, serta aktor lintas negara dari Malaysia dan
Australia. Diproduksi di Indonesia dan Australia, film ini menghadirkan sinematografi yang
intim dan emosional dengan genre drama, religi, dan keluarga.

Air Mata Mualaf akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, disusul
rilis di Asia Tenggara dan Timur Tengah pada awal Desember 2025. Trailer dan poster resmi
kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Merak Abadi Productions dan seluruh platform
media sosial resmi film ini.

Lebih dari sekadar kisah tentang keyakinan, film ini mengundang penonton untuk merenung:
Apa jalan pilihanku? Dan beranikah aku menjalaninya dengan istiqomah?

***

SINOPSIS

Air Mata Mualaf bercerita tentang Anggie, seorang wanita Indonesia yang tinggal dan
sekolah di Australia, merupakan korban kekerasan dalam hubungan yang dilakukan oleh
kekasihnya Ethan di Sydney. Suatu hari, Anggie memutuskan untuk meninggalkan Ethan setelah hidupnya terpuruk. Dalam kondisi mabuk dan terluka, ia jatuh di depan sebuah
masjid dan diselamatkan oleh seorang gadis pengurus masjid.
Kebaikan hati gadis itu menyentuh Anggie, terlebih saat ia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari mulut sang gadis tersebut. Sejak saat itu, Anggie meminta untuk diajarkan
tentang Islam.

Keputusan Anggie untuk memeluk Islam menjadi titik balik hidupnya. Namun di saat itu, ia
harus menghadapi penolakan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Perjalanannya
penuh dengan luka, keteguhan, dan harapan untuk berubah. Film ini sarat makna tentang
spiritualitas, penerimaan diri, keluarga yang disayangi, dan pengampunan, yang
relevan bagi semua kalangan.

PEMERAN:
Acha Septriasa: Anggie
Achmad Megantara: Ust. Reza
Budi Ros: Pak Joseph
Dewi Irawan: Bu Maria
Rizky Hanggono: Willy
Dewi Amanda: Magda
Matthew Williams: Ethan
Yama Carlos: Ramli
Almeera Quinn: Alya
Syamim Freida: Nina
Hazman Al idrus: Sayid

DETAIL PRODUKSI:
Sutradara: Indra Gunawan
Produser: Dewi Amanda
Rumah Produksi: Merak Abadi Productions & Suraya Filem Malaysia
Durasi: 111 Menit
Bahasa: Bahasa Indonesia (dengan subtitle Bahasa Inggris)
Genre: Drama / Religi / Keluarga

INFORMASI RILIS

Air Mata Mualaf dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 November 2025, di seluruh bioskop
Indonesia, di awal desember di seluruh bioskop South East Asia, dan Middle East dan mulai tayang di netflix 2 April 2026.

TENTANG MERAK ABADI PRODUCTIONS

Merak Abadi Productions adalah rumah produksi yang berkomitmen menghadirkan karya
berkualitas tinggi dengan pesan mendalam. Melalui film Air Mata Mualaf, mereka ingin
membawa kisah inspiratif yang mampu membuka hati dan pikiran penonton.

TENTANG SURAYA FILEM MALAYSIA

Suraya Filem adalah perusahaan film terkemuka di Malaysia yang telah melahirkan berbagai
karya sinematik berkelas internasional , dengan fokus pada cerita-cerita yang menggugah
emosi dan nilai kemanusiaan.

MEDIA SOSIAL
Instagram : @airmatamualaf.movie / @merakabadiproductions
TikTok : @airmatamualaf.movie
YouTube : Merak Abadi Productions
Hashtag : #JalanPilihanku

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…