Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Celoteh Abah AAU : Supremasi Militer: Ujian atau Godaan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo?

×

Celoteh Abah AAU : Supremasi Militer: Ujian atau Godaan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Celoteh Abah AAU : Supremasi Militer: Ujian atau Godaan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo?

Oleh: Ade Adriansyah Utama (Abah AAU)
Direktur Komite Pendukung dan Pengawas Presisi Polri (KP3)

Example 300x600

 

 

JAKARTA – Reformasi Polri yang sedang digulirkan belakangan ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Arah perubahan yang terjadi seolah mengarah pada lahirnya kembali supremasi militer, terutama karena Presiden saat ini adalah seorang purnawirawan TNI.

Namun, penting diingat bahwa Reformasi 1998 lahir dari kehendak rakyat untuk menumbangkan tirani Orde Baru dan militerisme, yang kala itu digunakan sebagai alat kekuasaan.

Dari semangat reformasi itulah lahir konsep supremasi sipil, sebuah prinsip dasar dalam sistem demokrasi modern.

Bukan berarti militer harus dijadikan musuh. Justru reformasi mengembalikan peran TNI pada fungsi aslinya, yakni sebagai kekuatan pertahanan negara, bukan sebagai aktor dalam urusan sipil.

Ketika kekuasaan bersanding dengan senjata, yang muncul bukan stabilitas, melainkan arogansi dan kesewenang-wenangan—suatu mimpi buruk yang pernah dialami bangsa ini.

Polri: Anak Reformasi yang Harus Dijaga
Pemecahan Polri dari ABRI pada masa reformasi bukan tanpa alasan.

Polisi adalah institusi sipil yang memiliki dua mandat utama: menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta menegakkan hukum.

Namun, harus diakui, dalam perjalanannya Polri juga menghadapi tantangan besar, terutama ketika kekuasaan politik terlalu kuat memengaruhi institusi ini, sebagaimana terlihat dalam satu dekade terakhir.

Tapi langkah tegas Kapolri dalam melakukan pembenahan dan meningkatkan transparansi patut diapresiasi.

Reformasi di tubuh Polri sejatinya harus dimulai dari kepemimpinan nasional, karena pemimpin tertinggi negara memiliki peran strategis untuk memastikan sistem pengawasan berjalan independen.

Antara Tuduhan, Tekanan, dan Upaya Mengkerdilkan Polri
Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan oleh peristiwa demonstrasi besar pada akhir Agustus yang menimbulkan gejolak di berbagai wilayah.

Presiden bahkan sempat menyebut adanya potensi upaya makar.

Anehnya, tuduhan dan tekanan justru diarahkan kepada Polri, bukan kepada pihak-pihak yang diduga merencanakan aksi tersebut.

Muncul kelompok yang mengklaim diri sebagai “penjaga moral bangsa”, yang kemudian menekan Polri seolah-olah institusi ini gagal menjaga stabilitas nasional.

Pertanyaannya: apakah ini bagian dari upaya sistematis untuk melemahkan Polri dan membuka jalan bagi bangkitnya kembali pengaruh militer dalam ranah sipil?

Reformasi 1998: Jangan Biarkan Supremasi Sipil Digantikan
Kita semua tahu, Reformasi 1998 melahirkan sistem pemerintahan sipil yang demokratis.

Maka, sangat berbahaya jika kini muncul wacana atau gerakan yang ingin mengembalikan dominasi militer di ranah sipil.

Momentum Hari TNI, 5 Oktober, seharusnya menjadi refleksi penting.

Kita percaya bahwa TNI tetap menjadi alat negara yang profesional, netral, dan setia pada konstitusi.

Jangan biarkan pihak-pihak tertentu menyeret TNI kembali ke ranah politik atau kekuasaan sipil.

Prabowo dan Komitmen terhadap Supremasi Sipil
Sebagai purnawirawan jenderal, Presiden Prabowo Subianto memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah bangsa.

Namun, ia juga menunjukkan komitmen kuat terhadap demokrasi dan supremasi sipil.

Prabowo adalah sosok yang pernah disakiti dan dikhianati oleh politik masa lalu, namun saat ini ia memilih jalan rekonsiliasi, bukan balas dendam.

Jiwa besar inilah yang menjadi alasan banyak pihak menaruh harapan besar bahwa Presiden Prabowo tidak akan membiarkan kembalinya supremasi militer dalam pemerintahan.

Sebagai pemimpin, beliau memiliki visi besar untuk persatuan Indonesia, serta komitmen membangun stabilitas nasional melalui reformasi yang inklusif, bukan represif.

Dirgahayu TNI: Jaga Demokrasi, Tegakkan Supremasi Sipil
Selamat ulang tahun ke-79 untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tetaplah menjadi kebanggaan rakyat, penjaga kedaulatan, dan pelindung Republik.

Bangsa ini tidak boleh mundur ke masa lalu yang gelap.

Reformasi Polri dan penegakan supremasi sipil harus diteruskan, bukan digantikan oleh supremasi militer dalam wujud apa pun.

Biarlah Presiden Prabowo bekerja dengan tenang, dan biarlah TNI menjalankan tugasnya menjaga NKRI dengan penuh kehormatan.

Karena Indonesia hanya akan kuat jika demokrasi tegak, rakyat berdaulat, dan hukum berdiri di atas segalanya.

Dirgahayu TNI — Penjaga Republik, Pengawal Demokrasi, dan Pelindung Supremasi Sipil.
(Celoteh Abah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…