Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DuniaNasional

LRT Jabodebek Jadi Pilihan Mobilitas Saat Libur Idul Fitri

×

LRT Jabodebek Jadi Pilihan Mobilitas Saat Libur Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LRT Jabodebek Jadi Pilihan Mobilitas Saat Libur Idul Fitri

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Momen libur Idul Fitri menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga serta berkunjung ke berbagai destinasi wisata. Untuk mendukung mobilitas yang lebih efisien, LRT Jabodebek hadir sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Berkat dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO), masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan tarif mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000 selama periode libur Idul Fitri.

Stasiun LRT Jabodebek menghubungkan berbagai kawasan strategis yang memiliki banyak pilihan destinasi wisata dan rekreasi, antara lain:
• Stasiun Rasuna Said: Plaza Festival
• Stasiun Setiabudi: Setiabudi One
• Stasiun Cikoko: Tebet Eco Park
• Stasiun TMII: Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
• Stasiun Harjamukti: Taman Rekreasi Wiladatika, Trans Studio Mall Cibubur
• Stasiun Bekasi Barat: Revo Mall, Pakuwon Mall

Selama periode libur Idul Fitri 31 Maret dan 1 April 2025, jumlah pengguna di beberapa stasiun yang berdekatan dengan destinasi wisata mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya:
• Stasiun Rasuna Said: 3.341 pengguna, naik 11% dibandingkan Idul Fitri 2024 (3.020 pengguna)
• Stasiun Setiabudi: 1.454 pengguna, naik 6% dibandingkan Idul Fitri 2024 (1.366 pengguna)
• Stasiun Cikoko: 11.533 pengguna, naik 29% dibandingkan Idul Fitri 2024 (8.954 pengguna)
• Stasiun TMII: 5.943 pengguna, naik 16% dibandingkan Idul Fitri 2024 (5.105 pengguna)
• Stasiun Harjamukti: 15.065 pengguna, naik 27% dibandingkan Idul Fitri 2024 (11.867 pengguna)
• Stasiun Bekasi Barat: 11.612 pengguna, naik 15% dibandingkan Idul Fitri 2024 (10.133 pengguna)

Secara keseluruhan, pada hari raya Idul Fitri 31 Maret dan 1 April 2025, LRT Jabodebek melayani sebanyak 57.308 pengguna, meningkat 22,62% dibandingkan Idul Fitri 2024, yang mencatatkan 46.736 pengguna pada 10-11 April 2024. Tiga stasiun yang mencatat jumlah pengguna tertinggi selama periode ini adalah Dukuh Atas BNI (21.690 pengguna), Harjamukti (15.065 pengguna), dan Cikoko (11.533 pengguna).

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengungkapkan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.

“Pengguna disarankan untuk selalu menjaga barang bawaan, mengawasi anak-anak, serta memastikan membawa alat pembayaran seperti Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik, atau menggunakan aplikasi Access by KAI dan LinkAja untuk kemudahan transaksi,” ujar Purnomosidi.

Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan fasilitas dengan bijak, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta memastikan naik ke kereta yang sesuai dengan tujuannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai pilihan transportasi yang lebih efisien dan terjangkau dalam mendukung mobilitas selama libur Idul Fitri. Dengan menggunakan transportasi berbasis rel, masyarakat turut berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di jalan raya,” tambah Purnomosidi.

LRT Jabodebek terus berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pengguna dengan layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…