Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Peluncuran Inisiatif Pemuda Lintas Sektor “Navigasi”

×

Peluncuran Inisiatif Pemuda Lintas Sektor “Navigasi”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

Peluncuran Inisiatif Pemuda Lintas Sektor “Navigasi”

 

Jakarta, 24 September 2023

 

Peluncuran inisiatif pemuda lintas sektor yaitu “Navigasi”, sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pemuda dalam perpolitikan untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik. Ini merupakan langkah awal menuju politik yang lebih terbuka, transparan, dan mendukung generasi muda. Dalam mewujudkan visinya, Navigasi menonjol dengan misinya yang kuat : memperkenalkan pemahaman politik kepada generasi Millenial dan Z di Jakarta.

 

“Navigasi lahir dari kesadaran bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam proses politik adalah kunci perubahan positif,” kata Fajar Surya Dewantara, Co-Initiator Navigasi, saat memperkenalkan gerakan ini. Dengan berbagai pendekatan, dari menjadi sumber informasi yang terpercaya hingga mengusung calon legislatif bagi pemuda berpotensi, Navigasi berharap menjadi instrumen perubahan di Jakarta. Dalam acara “Bernavigasi Bersama”, diskusi FGD interaktif fokus pada dua isu besar : polusi udara dan pengangguran pemuda. Kedua tema ini diidentifikasi sebagai tantangan utama bagi Jakarta saat ini.

CEO Bicara Udara, Novita Natalia K, menekankan, “Polusi udara telah berkembang menjadi masalah politik, sehingga perlu political will yang tinggi untuk mencari solusi. Mengingat urgensi isu ini, Kemenkominfo perlu proaktif memberikan himbauan kepada masyarakat saat kualitas udara tidak layak hirup. “Mendalami isu ini lebih lanjut, analis kebijakan CISDI, Fachrial Kautsar menilai bahwa kesulitan dalam menangani isu polusi karena kesulitan mengidentifikasi penyebab dari masalah itu sendiri. “Banyak solusi yang ditawarkan pemerintah berakhir kontraproduktif karena pendekatannya yang kurangtepat”, ucapnya. Seringkali kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bersifat reaktif dan tidak berdasarkan penelitian yang jelas. Hal ini disampaikan Nada Zharfania sebagai fasilitator. “Pemerintah terlalu sering bersikap reaktif terhadap permasalahan polusi saat isu ini menjadi viral. Apa yang diperlukan adalah solusi berbasis riset ilmiah, bukan sekadar reaksi terhadap tekanan publik.”, jelas Nada.

Dari sisi ketenagakerjaan menyoroti pengangguran pemuda, kolaborasi dan koalisi antar pemuda menjadi kunci, menurut Muhammad Syaeful Mujab. “Dengan berkolaborasi, kita dapat mendorong terciptanya kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada pemuda.”, imbuhnya.

Petrus Putut Pradhopo Wening, sebagai International University Liaison Indonesia, memberikan pandangannya,

“Pengusaha pemuda harus berani berinovasi. Mereka harus menciptakan produk dengan nilai jual yang tinggi dan tidak hanya menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan besar. Perubahan mental ini penting agar perusahaan lokal dapat bersaing dengan brand internasional.”Public Affairs Lead dari Think Policy, Try Luthfi Nugroho, mengungkapkan, Data menunjukkan bahwa angka pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK.

Pemprov DKI perlu berinisiatif berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar dan SMK di Jakarta, menciptakan program penyaluran talenta yang efektif. “Puncak acara ditandai dengan pidato inspiratif oleh Manik Marganamahendra, salah satu inisiator Navigasi sekaligus caleg DPRD DKI Jakarta. “Generasi muda memiliki kekuatan untuk mengubah budaya politik Indonesia,” ujar Manik. “Kami ingin mendorong anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan Jakarta dengan meningkatkan kesadaran bahwa politik sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. “Manik juga menekankan pentingnya mekanisme pengumpulan dana politik yang melibatkan masyarakat luas atau crowdfunding sebagai bentuk kampanye yang transparan.

“Crowdfunding bukan hanya tentang mengumpulkan dana, tapi juga tentang membangun kepercayaan,” kata Manik. “Ketika masyarakat memberikan dukungan finansial, mereka juga memberikan suara mereka, keyakinan mereka pada visi yang kita usung. Ini adalah bentuk partisipasi politik yang konkret. Dengan cara ini, kami ingin menunjukkan bahwa politik bisa dilakukan dengan cara yang jujur, transparan, dan bersih dari praktik-praktik korupsi, sekaligus memastikan bahwa masyarakat memiliki peran aktif dalam membentuk masa depan politik negara. “Acara ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan memberikan solusi konkret bagi masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menciptakan perubahan positif di kota ini.

Tentang Navigasi, Navigasi adalah sebuah gerakan yang memiliki misi untuk membantu membangun Jakarta menjadi lebih baik melalui dukungan kepada calon legislatif yang memiliki gagasan dan ide-ide inovatif. Gerakan ini tidak terikat pada satu partai politik saja, melainkan merupakan sebuah entitas lintas partai yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada masyarakat Jakarta terkait calon legislatif yang layak mendapatkan dukungan.

Tujuan utama Navigasi adalah memberikan pemahaman dan wawasan politik kepada teman-teman Jakarta, terutama generasi Millenial dan Z. Kami berusaha untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang politik di Indonesia, agar mereka dapat secara aktif terlibat dalam proses politik dan berperan dalam memajukan Jakarta dengan pendekatan yang lebih baik.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…