Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Risa Shofia (Co-Founder Widya Genomic): Widya Genomic akan Ikut Serta dalam SENIOR EXPO 2023

×

Risa Shofia (Co-Founder Widya Genomic): Widya Genomic akan Ikut Serta dalam SENIOR EXPO 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Risa Shofia (Co-Founder Widya Genomic): Widya Genomic akan Ikut Serta dalam SENIOR EXPO 2023

 

Example 300x600

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Widya Genomics merupakan perusahaan rintisan berbasis bioteknologi yang berdiri sejak April 2022.
Widya Genomics berfokus pada pemeriksaan molecular biological aging dan profiling genes dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan hidup lebih lama (longevity & reverse aging).

Risa Shofia sebagai Co Founder Widya Genomic, seusai menghadiri acara *Press Conference SENIOR EXPO 2023* pada hari Senin, 20 Maret, yang diadakan di Hotel Atlet Century Senayan memberikan keterangan pers bahwa ;

“Jadi Widya Genomic ini salah satu perusahaan rintisan start up yang ada di Jogja dimana Venture pemodal kami dari UMG Idealab.

. Jadi disini kami dimodali untuk membuat Laboratorium BSL II yang fokus untuk profiling gen untuk fokusnya profiling gen untuk healthy aging.

Bagaimana caranya orang itu bisa mengetahui profil genetiknya sedini mungkin sehingga kita bisa mengarahkan kita cocoknya kalau misal makan nutrisi itu harus bagaimana. Olahraga kita cocoknya apa sesuai dengan gen yang kita profiling. Kemudian ada juga produk yang akan dilaunching di Bulan Mei juga yang mana produk ini belum ada di tempat-tempat yang lain yakni epic genetic test. Jadi epic genetic test ini kita akan melakukan profiling metilasi DNA. Metilasi DNA itu kalau misalnya bahasa gampangnya kita bisa mengecek seberapa rusak DNA kita sudah terjadi.

Itu akan kita launching juga produknya sehingga kita bisa mengetahui usia biologis kita dibandingkan usia asli kita apakah lebih muda atau lebih tua berdasarkan metilasi yang sudah terjadi di DNA kita. Kemudian kita bisa tahu panjang telomer, telomer itu ujung kromosom. Semakin pendek telomer itu maka dia itu bisa digolongkan lebih cepat tua. Orang tua itu telomernya pendek. Tapi si telomer ini bisa diperpanjang karena ada enzim yang namanya enzim telomerase. Kalau kita bisa tahu telomernya pendek terus kita mengubah gaya hidup kita. Kita cek lagi kalau misalnya telomer kita memanjang berarti kita sudah reverse aging bisa kembali muda. Karena kita sudah cek itu dan setelah cek itu kita memperbaiki lifestyle kita, setelah diperbaiki dicek lagi telomer kita memanjang. Itu menjadi harapan juga buat orang-orang yang pengen awet muda dan berhasil awet muda atau tidak dengan uji cek metilasi DNA.

Alat ini alat uji molekuler namanya micro array, Micro array ini sekarang buatan US dari Ilumina nama mereknya I Scan kita pakai itu. Nanti akan ada genetic counselor yang nanti mengarahkan berdasarkan uji gennya dan test DNA. Ibu itu cocoknya dietnya itu makanannya seperti apa. Menunya itu apa, olahraganya dari Dokter olahraga kami ada rekomendasi cocoknya Ibu itu olahraga yang bagaimana dan ritmenya bagaimana. Sehingga itu mendukung kita jadi lebih semangat untuk memperbaiki diri karena parameter yang bisa kita lihat disitu. Misalnya kalau pola makan cenderung kurang bisa menyerap vitamin C, maka intensitas vitamin C bisa diperbanyak di diet kita sehari-hari. Terkait harga nanti akan dikabarkan ketika launching.

Pertama kalau di Senior Expo pasti kita akan memperlihatkan produk dan display-display kita sama mungkin nanti kita sebagai launch partner akan ada talkshow nanti dari panitia Senior Expo untuk mendukung acara ini. Yang penting kita diawal ini kita akan mengkampanyekan bagaimana caranya nantinya ketika sudah tua itu aging while bisa hidup sehat dan mandiri diawali dari test DNA. Nantinya kalau misalnya mau di tes tingga order saja lewat website, saat ini websitenya dalam masa pengembangan sampai nanti di Bulan Mei kita Launching di website. Dimanapun itu bisa beli nanti kita kirim kitnya. Kemudian nanti kitnya cuman alat buat mengumpulkan sample saja. Jadi anda nanti tinggal mengeluarkan saliva disitu atau tetes darah sedikit nanti ada kertasnya. Terus dikirim lagi ke Jogja di Lab kita akan ekstrak DNAnya dan running. Kemudian sama tim kita dari Pageline By You Informaticsnya dilihat semua informasi gen yang keluar itu seperti apa. Running timenya bisa 2 sampai 3 minggu, dari mulai beli kemudian kirim kembali lalu proses di laboratorium. Jadi isunya saat ini data dan sample biologis kita jangan sampai keluar, banyak yang provider itu memasarkan kemudian nantinya dikirim. Saat ini karena akan ada RUU juga dari Kementerian Kesehatan tentang itu kita sekarang sudah mulai investasi Laboratoriumnya dan alatnya semuanya bahkan SDMnya kita berusaha untuk mengolah itu semua di Indonesia,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…