Erwin Gunawan, Co-Founder Greens Indonesia: Greens Indonesia Konsep Baru Bertanam Metafarming, Solusi untuk Pangan di Indonesia dan Dunia.

0
1568
Erwin Gunawan, Co-Founder Greens Indonesia: Greens Indonesia Konsep Baru Bertanam Metafarming, Solusi untuk Pangan di Indonesia dan Dunia.
Jakarta, Gramediapost.com
Greensindonesia merupakan restoran berkonsep Hyperlocal Metafarming yang berlokasi di lantai lima, Plaza Indonesia, Jakarta. Inovasi Greensindonesia didirikan oleh tiga orang yaitu Erwin Gunawan, Geraldi Tjoa dan  Andi Sie.
Merupakan konsep pertama restoran yang live salad yaitu konsumen datang, lalu dipanen langsung dihadapan kita, lalu diracik menjadi makanan yang bisa langsung disantap.

Saat ditemui di salah satu event di Jakarta (15/3/23), salah satu founder GreensIndonesia, Erwin Gunawan, mengatakan, “Motivasi mendirikan Greensindonesia mau menjadi solusi untuk pangan di Indonesia bahkan dunia. 52% lahan di dunia itu sudah rusak, fresh water sulit, petani kekurangan dimana-mana, ditambah generasi muda banyak yang tidak ingin menjadi petani”.

“Melihat hal itu Greensindonesia menciptakan sistim indoor vertical farming, dengan cara smart, control, enviroment, agriculture yang disebut Greens pod. Sangat portable, sehingga bisa dipakai dimana saja untuk bertanam, bahkan di dalam restoran”.
“Selain itu Greensindonesia memakai blockchain tehnology, untuk menyambungkan multi dimensi pertanian onlinenya. Tujuannya untuk mengencorage generasi berikutnya seperti main gawai di metaverse atau diplatform online yang secara tak langsung belajar bertanam”.
“Kesuksesan dari Greens pod adalah 99,5%, karena tidak ada faktor variabel yang buruk yang mempengaruhi hasil pertaniannya”.
“Jenis tanaman seperti leafy greens (sayuran daun), edible flower (bunga yang bisa dimakan), beri-berian seperti strawberry, blueberry, rasberry dan sebagainya”.
“Untuk bibitnya memakai non-GMO (Genetically Modified Organism), artinya yang pure dan asli, sehingga yang diatur enviromentnya. Panennya sendiri bisa mengurangi masa panen, contohnya dari sebulan bisa menjadi 15 hari”.
“Harapannya kita bisa menjadi solusi pangan untuk Indonesia dan dunia, kedaulatan pangan bisa terjaga, artinya semua orang bisa makan makanan yang bergizi” tutupnya.
Baca juga  LPEM-FEB UI DAN METI GELAR DISKUSI: KAJIAN TELAAH HARGA DAN BIAYA RIIL PEMBANGKITAN LISTRIK BERBASIS ENERGI BARU DAN TERBARUKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here