Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Sumardi, CEO & Co Founder Rekeningku.com Dukung Penuh Kegiatan Sosialisasi Bulan Literasi Kripto 2023

×

Sumardi, CEO & Co Founder Rekeningku.com Dukung Penuh Kegiatan Sosialisasi Bulan Literasi Kripto 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Sumardi, CEO & Co Founder Rekeningku.com Dukung Penuh Kegiatan Sosialisasi Bulan Literasi Kripto 2023

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) bersama Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dalam rangka meningkatkan dan memperkuat pemahaman masyarakat terkait perdagangan fisik aset kripto. Acara opening ceremony tersebut dibuka secara resmi oleh Zulkifli Hassan (Menteri Perdagangan RI) di Hotel JS Luwansa Jakarta pada hari Kamis, 2 Februari 2023 secara hybird yang dihadiri juga oleh Kepala PPATK, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus / Badan Reserse Kriminal Polri maupun beberapa direktur dari perusahaan swasta lainnya.

Kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 diadakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan peran antara Pemerintah dan pelaku usaha khususnya Calon Pedagang Aset Kripto dalam membangun pemahaman yang tepat ditengah masyarakat sehingga pelaksanaan perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumardi sebagai CEO & Co Founder Rekrningku.com memberi keterangan pers kepada media elektronik di sela-sela acara opening ceremony tersebut bahwa ; “Secara company memang company itu harus bisa menerapkan level security yang berlapis-lapis. Karena memang target hacker itu Indonesia dan Internasional juga terus-terusan. Kita secara teknis ada wallet itu harus ada storages, kemudian multi signatures, jadi ketika untuk MPC tambahan bapak mau transfer, kalau yang company tidak bisa satu orang transfer karena yang lainnya itu ada disini itu standard yang harus diterapkan. Ketika hacker berhasil menghack inipun dia cuma punya satu akses itu tidak bisa. Itu nama teknologinya (MPC) Multi Party Computing itu yang sekarang itu sudah setahun ini banyak diimplementasikan kedalam perusahaan-perusahaan. Itu teknologi yang almost impossible untuk di hack.

Jadi memang dari Bappebti itu mewajibkan modal disetor aturan sebelum diubah adalah 50 miliar. 80 % tidak boleh disentuh itu sekitar 40 miliar untuk sebagai modal kerja perusahaan dan Bappebti barusan merilis aturan baru modal disetor perusahaan menjadi 100 miliar. 50% tidak boleh disentuh, 50 miliar harus ada di Bank tidak boleh disentuh. Itulah sebagai salah satu pertanggungjawaban. Andai kalau ada dana nasabah yang dihack atau hilang maka perusahaan menggantinya dengan dana jaminan 50 miliar tersebut.

Kita basicly sebagai perusahaan exchange yang kelola juga nasabah dan yang kelola bukan kita, jadi bukan perusahaan yang mengelola sebagai aset manajemen. Kita basicly itu hanya seperti bursa yang mempertemukan antara penjual dan pembeli, kita ambil fee dan yang transaksi adalah nasabah bukan kita. Untuk pengelolaan dana nasabah oleh perusahaan itu sampai saat ini belum diizinkan oleh regulator.

Aturannya itu harus bisa cukup suportif kepada industri ini salah satu contohnya adalah perpajakan. Jangan sampai pajak kita terlalu mahal sehingga kita tidak bisa compete lawan luar negeri. Akhirnya banyak capital outflow orang Indonesia yang transaksinya di luar negeri karena lebih murah itu salah satu yang penting banget. Support dari goverment so far sudah cukup bagus tapi tetap kita butuh support yang lebih baik. Semoga winter season dari kripto ini bisa lebih baik lagi, maksudnya harga sekarang industri kita sangat bergantung sama harga. Kalau harga BTC 1 miliar orang berbondong-bondong beli tanpa perlu tahu apa maka inilah fungsi dari literasi. Kita juga berharap perekonomian bisa baik dan harga kripto juga bisa baik.

Sebenarnya penerapan aturan yang sekarang sudah cukup baik (Ada KSEI, KPEI dan ada Bursa juga). Ini juga pemerintah dalam hal ini yaitu Bappepti juga melihat bagaimana cara pengaturannya, kalau kemudian ada yang mengawasi asetnya dalam bentuk uang dan ada yang mengawasi aset dalam bentuk crypto dan saya pikir masih panjang perjalanannya, saya pikir juga Pemerintah tidak pasif maksudnya mereka lagi aktif untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dari sisi industri crypto.

Jadi saran saya, jangan ikut-ikutan investasi, kalau kita tau kan influencer (pemengaruh) kan suruh beli ini beli itu, tapi mereka nggak tanggung jawab, koinnya juga nggak terdaftar jadi harus benar-benar (diperhatikan).

Teguh juga mengingatkan agar calon pembeli aset kripto menggunakan dana yang aman dalam bertransaksi yakni, tidak menggunakan dana operasional, dana darurat maupun dana kuliah bagi kawula muda. “Jangan sampai beli pakai dana kuliah, terus kalau turun (nilai) nggak bisa apa-apa, benar-benar duit kosong saya pikir itu paling basic ya,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…