Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Brand Handuk No.1 di Indonesia Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata

×

Brand Handuk No.1 di Indonesia Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Brand Handuk No.1 di Indonesia Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata

 

Diperkenalkan pada pertengahan tahun 2022, Terry Palmer Hotelier kini hadir di Bali untuk lebih mempermudah pelayanan serta permintaan bath & bed linen industri pariwisata.

 

Bali, Gramediapost.com

 

Peran sektor pariwisata sangat besar sebagai penyumbang devisa negara. Akan tetapi, pandemi covid-19 membuat jumlah wisatawan mancanegara pada sektor pariwisata turun drastis hingga 75 persen di tahun 2020. Tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi oleh para pelaku di sektor pariwisata. Dalam memulihkan kondisi pariwisata yang terpuruk, diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan minat wisatawan hingga kestabilan ekonomi di industri pariwisata.

Mengutip dari Badan Pusat Statistik, sepanjang tahun 2022 kunjungan wisatawan Bali mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya penyelenggaraan event nasional hingga internasional serta kelonggaran kebijakan yang menarik minat wisatawan untuk kembali mengunjungi Provinsi Bali. Tercatat jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Provinsi Bali mencapai 12 ribu per hari, sedangkan wisatawan domestik berada di angka 11 ribu per hari. Pertumbuhan yang terjadi mengharuskan pelaku industri pariwisata berlomba – lomba untuk memperbaiki layanan, fasilitas, serta kualitasnya. Salah satu hal yang dilakukan untuk beradaptasi terhadap kondisi tersebut adalah ketersediaan produk bath & bed linen berkualitas untuk mengakomodir kebutuhan tamu menginap. Sementara itu, perubahan fasilitas yang secara massal namun tidak diimbangi oleh ketersediaan produk dari supplier mengakibatkan kualitas yang tidak sesuai dengan permintaan.

Agung Windha seorang expert di hospitality industry mengatakan, “Challenge utama sebagian besar hotel di Indonesia adalah terkendalanya dalam menemukan rekan supplier yang tepat, terlebih saat industri pariwisata sudah mulai bangkit dari masa pandemi”. Indikator yang menjadi pertimbangan para pelaku di sektor pariwisata dalam menemukan supplier yang tepat di antaranya kestabilan harga produk, ketersediaan barang yang pasti, hingga kualitas produk premium agar end-user (red: tamu) dapat merasakan kenyamanan fasilitas yang ditawarkan oleh hotel dimana tamu tersebut menginap.

Pada pertengahan tahun 2022, Terry Palmer sebagai pemilik merek handuk no.1 di Indonesia menghadirkan unit bisnis baru guna membantu menggairahkan industri pariwisata di Indonesia melalui produk bath & bed linen berkualitas tinggi Berbekal pengalaman lebih dari 60 tahun sebagai produsen handuk terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Terry Palmer mengerti betul bagaimana membuat produk tekstil yang berkualitas dalam kapasitas yang besar, mulai dari produksi pemintalan benang, dilanjutkan pembuatan handuk atau kain, hingga barang jadi yang siap digunakan oleh end-user.

Melalui acara Grand Opening kantor cabang di Bali, Terry Palmer Hotelier bersama beberapa Manager Housekeeper, Purchasing, serta Housekeeper Hotel Community di sekitar wilayah Bali bergerak untuk membangkitkan perekonomian melalui industri pariwisata Indonesia. Terry Palmer Hotelier hadir sebagai sebuah solusi yang lengkap guna memenuhi kebutuhan bath & bed linen dengan kualitas terbaik di kelasnya. Ketersediaan yang terjamin dari segi harga, kualitas produk, hingga layanan, merupakan sebuah kunci bagi para pelaku di industri pariwisata untuk dapat bertahan dan beradaptasi dengan kondisi peralihan pariwisata saat ini.

Sebagai ‘one-stop solution’, Terry Palmer Hotelier menyediakan layanan kebutuhan bath & bed linen mulai dari supply hingga laundry service agar memudahkan para stakeholder dalam mencari supplier yang tepat sesuai kebutuhan tempatnya masing – masing. Dibukanya kantor cabang Terry Palmer Hotelier di wilayah Bali merupakan sebuah upaya dalam mempermudah pelayanan serta permintaan bath & bed linen di wilayah yang terkenal dengan destinasi wisatanya. “Dengan layanan yang semakin mudah dijangkau oleh para pelaku di industri pariwisata, Terry Palmer Hotelier yang hadir dengan menawarkan layanan ‘one stop solution’, kami berharap dapat ikut serta meningkatkan kegairahan industri pariwisata yang mencakup hotel, spa, golf club, waterpark, dan lain sebagainya di seluruh Indonesia” tutup Wilson Pesik selaku CEO Terry Palmer Hotelier.

TENTANG TERRY PALMER HOTELIER

Terry Palmer Hotelier merupakan perusahaan supplier hotel linen mulai dari bath hingga bed linen yang berdiri sejak tahun 2022. Sebagai “one-stop solution” untuk kebutuhan kain hotel, Terry Palmer Hotelier menyediakan produk dan layanan yang berkualitas dengan manufaktur terpadu dari hulu ke hilir. Perusahaan yang lahir kembali dengan brand baru di industri hotel, Terry Palmer Hotelier sudah memiliki puluhan tahun pengalaman dalam memasok kebutuhan kain sebagian besar hotel di Indonesia.

Dengan kapasitas produksi yang mencapai 15,000 ton benang dan 2,500,000 buah handuk perbulan, Terry Palmer bertahun – tahun memperoleh penghargaan “Metro Group Buying High Standard & Quality Award” serta dikenal sebagai The Greater Textile Manufacturer in Indonesia & South-East Asia.

Memiliki lebih dari 130 Ha lahan manufaktur dengan proses produksi dan layanan yang terpadu, Terry Palmer Hotelier mampu memperkuat rantai pasok dengan yang disediakan dan dapat membantu Hotel di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk informasi lebih lanjut, dapat diakses melalui www.terrypalmer.com atau instagram @terrypalmerhotelier

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…