Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Punya Program Bangkit Kedelai, Kementan Boomingkan Kedelai Lokal Jawa Barat

×

Punya Program Bangkit Kedelai, Kementan Boomingkan Kedelai Lokal Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Punya Program Bangkit Kedelai, Kementan Boomingkan Kedelai Lokal Jawa Barat

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah bekerja keras meningkatkan produksi kedelai lokal melalui program bangkit kedelai, salah satunya di Jawa Barat yang termasuk ke dalam 3 besar provinsi yang memproduksi kedelai terbesar. Dari tahun 2017 hingga 2021 rata-rata produksi kedelai Jawa Barat adalah 76.913 ton, sehingga dengan jumlah produksi ini Jawa Barat berkontribusi terhadap produksi nasional sebesar 18,16% dan pada tahun 2022 Jawa Barat ikut menyukseskan program dari pemerintah pusat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan kedelai lokal saat ini, salah satunya kedelai Jawa Barat memiliki peluang yang besar untuk budidaya karena harga kedelai impor yang sedang meningkat. Solusi gerakan mempopulerkan kedelai lokal sangat penting dilakukan, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas sehingga produksi jauh lebih tinggi dari selama ini.

“Lebih baik lagi jika teknis budidaya ditingkatkan, juga sanitasi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Yang terpenting adalah hasil panen petani sebagian dijadikan benih dan sebagian untuk konsumsi. Jaga kebersihan pasca panen sehingga betul-betul bersih sebelum dimasukkan ke pasar,” ujar Suwandi di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Suwandi menambahkan pola budidaya kedelai yang bisa diaplikasikan adalah monokultur dan tumpang sari. Bahkan banyak petani yang melebarkan pematang sawahnya untuk ditanami kedelai di wilayah sekitar pematang.

“Di Jawa Barat bisa tumpang sari. Tebu dengan kedelai, jagung dengan kedelai. Untuk lahan kering bisa dengan sistem tumpang sisip sehingga sebelum jagung panen, kedelai sudah cukup tinggi. Banyak pola dan trik untuk tanaman antar musim,” jelasnya.

Perlu diketahui, program kedelai reguler yang berasal dari APBN seluas 52.000 hektar. Jawa Barat diberikan target 13.000 hektar. Jawa Barat mampu memenuhi target dengan jumlah penerima bantuan seluas 13.128 hektar sehingga Jawa Barat berkontribusi terhadap pemenuhan target kedelai program regular sebesar 25,26%. Jawa Barat juga menyukseskan program kedelai dengan pola KUR.

Salah satu sentra produksi kedelai di Jawa Barat adalah Kabupaten Kuningan. Dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani, kemarin Rabu (5/10/2022), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Ahmad Juber mengatakan budidata kedelai dilakukan dengan konsep pengembangan lahan-lahan marginal seperti bekas galian pasir, tanah GG, perhutani dan lainnya, menjadi lahan produktif atau disebut dengan memuliakan tanah.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan Kedelai lokal tidak kalah dengan kedelai impor sehingga ini yang menjadi kata kunci dalam mendorong meningkatkan produksi kedelai lokal untuk memenuhi produksi nasional agar tidak terus ketergantungan kepada kedelai impor. Dengan begitu, terus mencoba untuk menginovasi dan kolaborasi dengan semua pihak terutama dalam memanfaatkan lahan dan proses pemasaranya dari hulu hilirnya.

“Untuk Kabupaten Kuningan sendiri dalam rangka pemasaran, kita dorong para pelaku usaha home industry untuk dapat membeli dari kelompok tani disekitarnya. Kemudian menyiapkan sumber benih dari hasil penangkaran kelompok yang saat ini sudah kami lakukan di Desa Cibulan Kecamatan Cidahu dan Desa Ciberung Kecamatan Selajambe,” ungkap Ahmad.

Sementara itu, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja mengatakan sebagai bangsa yang sangat menyukai tahu dan tempe, kedelai tentu memiliki karisma tersendiri dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Meskipun tidak disebut sebagai komoditas politis dan strategis sebagaimana halnya beras, tapi dari sisi kebutuhan masyarakat kedelai memiliki daya tarik tersendiri sehingga ketersediaan dan keberadaan kedelai harus dapat terjamin dan mendapat jaminan dari pemerintah.

“Agribisnis kedelai benar-benar merupakan peluang yang sangat baik untuk dilakukan. Potensi pasar yang terbuka membuat budidaya kedelai memiliki prospek yang menggembirakan. Tinggal sekarang, bagaimana sentuhan dan kekuatan teknologi mampu memberi perubahan terhadap usaha tani kedelai yang masih terkendala oleh banyak faktor,” tegasnya.

“Ayo kita menuju suasana baru dalam membangun agribisnis kedelai yang semakin berkualitas. Tingkatkan produksi dan produktivitas. Cari benih yang berkualitas. Perkuat penyuluhan kedelai kepada para petani. Dengan semangat menanam kedelai, pasti memberi keuntungan,” imbuh Entang.

Didi Supriayadi sebagai Pengusaha Tahu, mengatakan bahwa dengan adanya program bangkit kedelai untuk peningkatan kedelai lokal ini dapat mencukupi kebutuhan kedelai untuk pengrajin tahu tempe di Kabupaten Kuningan. Faktor yang memepengaruhi peningkatan produktivitas kedelai adalah kebersihan sehingga menghasilkan produk yang lebih baik.

“Untuk pengrajin tahu tempe, kedelai lokal lebih bagus dibandingkan impor karena hasilnya yang berupa aci lebih bagus. Diharapkan pasokan kedelai di Kabupaten Kuningan bisa mencukupi kebutuhan pengrajin tahu tempe yang ada di Kuningan,” tutur Didi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…