Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

PHRI  Gelar Rakernas 2022 di Kota Padang, Sumatra Barat

×

PHRI  Gelar Rakernas 2022 di Kota Padang, Sumatra Barat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

PHRI  Gelar Rakernas 2022 di Kota Padang, Sumatra Barat

 

Padang,.Gramediapost.com

 

PHRI 2022 yang berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat dimulai, dengan membahas beberapa agenda ke depan.

Rapat kerja nasional (Rakernas) bagi rumah besar industri akomodasi (perhotelan dan restoran) ini digelar di Hotel Pangeran Beach, Jln Juanda No 79, Selasa-Rabu (8-9/Februari 2022).

Pantauan langsung Kliknusae.com dari arena Rakernas hingga pukul 17.51 masih berlangsung diskusi dalam sesi Rapat Pimpinan Rapim (Rapim).

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar yang ditemui disela-sela acara Rapimnas menjelaskan bahwa ada beberapa pembahasan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Termasuk, mensikapi dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dihadapi sepanjang terjadinya Pandemi Covid-19.

“Saat ini yang menjadi fokus kita adalah penyelamatan, pemulihan dan penormalan. Program ini yang kami (Jawa Barat) bawah di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) termasuk juga di Rapimnas,” jelasnya.

Dalam penyelamatan keterpurukan usaha akibat pandemic, PHRI Jawa Barat telah memprakarsai pembentukan Tim Task Force Bidang penyelamatan dan pemulihan ekonomi Provinsi Jawa Barat.

“Selanjutnya, kami juga memprakarsai sebagai bagian dari Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jawa Barat,” papar Herman dalam Rakernas PHRI 2022 Padang.Dalam hal penanganan Covid-19, PHRI Jabar juga berhasil melaksanakan vaksinasi massal kepada anggota yang mencapai 14.200.

Dan, per bulan Juli 2021 presentasi yang telah di vaksin untuk sektor hotel dan restoran yakni sebesar 95 % di Kota Bandung dan 85 persen di Jawa Barat. PHRI Jabar juga menyampaikan program-program yang bersifat penting. Diantaranya, pembentukan tim Advokasi perbankan BPD PHRI Jawa Barat.

Dimana PHRI mendorong realisasi kredit umum dengan platfom di atas Rp 500 juta. Kemudian juga kredit modal kerja dibawah Rp 500 juta.
“Untuk program kredit umum dan kerja ini, alhamdullilah perbankan secara prinsip sudah menyetujui,” ungkap Herman.

Ada lagi penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) bekerjasama dengan bank. KTA ini nantinya berfungsi sebagai kartu pembayaran toll, dan pembayaran serbaguna lain-lainnya.

Bisa pula untuk mendapatkan diskon khusus pada merchant-merchant yang bekerjasama dengan bank.

“Ke depannya, akan ditetapkan diskon khusus jika digunakan di Hotel dan Restoran Anggota PHRI. Dan pemegang kartu, perusahannya harus sudah menjadi anggota HRI (telah memiliki STA PHRI),” sambungnya.
Herman juga mengemukakan terkait program pemagangan, dimana pada tahun 2022 ada 150.000 mahasiswa PTN/PTS yang akan dimagangkan di industry.

Perusahaan yang menerima pemagangan akan memperoleh insentif program sebesar Rp 250 juta. Insentif instruktur Rp 7 juta per bulan. Serta mahasiswa magang akan mendapatkan Rp 2,4 juta per bulan.

Masih dalam hal dinamika perkembangan pandemic Covid-19, PHRI Jabar, mengusulkan perlu adanya hotel yang berlokasi di Jawa Barat untuk bisa mengikuti Program Repatriasi Satgas Covid-19.

Hotel ini nanti akan digunakan sebagai tempat karantina perjalanan luar negeri asal Jawa Barat, seperti umroh.

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…