Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

UPH Hadirkan Mendikbud Sambut Mahasiswa Baru: “Indonesia Butuh SDM Berkualitas dan Pendidikan Bermutu”

×

UPH Hadirkan Mendikbud Sambut Mahasiswa Baru: “Indonesia Butuh SDM Berkualitas dan Pendidikan Bermutu”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

UPH Hadirkan Mendikbud Sambut Mahasiswa Baru: “Indonesia Butuh SDM Berkualitas dan Pendidikan Bermutu”

Example 300x600

 

Karawaci, Gramediapost.com

 

Di hari kedua UPH Festival 2020 ‘Grow and Go’, mahasiswa baru UPH disapa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.BA dalam acara Distinguished Guest Speaker (DGS) pada 19 Agustus 2020 melalui aplikasi online. DGS kali ini dipandu Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp. Bs., Ph. D. – Dekan Fakultas Kedokteran UPH.

Dalam sesinya, Nadiem menekankan bahwa cita-cita Indonesia untuk bisa menjadi negara maju adalah dengan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Hal tersebut dapat diwujudkan tentunya dengan didukung sistem pendidikan yang bermutu.

“Saya dan Pak Presiden dulu sering berbincang tentang inovasi digital, ingin membawa negara kita ini bergerak menuju digital. Tapi, selalu ujung-ujungnya adalah masalah dengan SDM. Kemajuan ini justru kuncinya harus berdasarkan dari SDM yang berkualitas dan pemain utama dari SDM berkualitas itu sendiri adalah sistem pendidikan. Kemudian, harapan kita terhadap anak-anak muda itu banyak, karena kita yakin anak muda lebih berpotensi untuk mempelajari hal-hal baru,” jelas Nadiem.

Namun selama pandemi, menurut Nadiem, sistem pendidikan Indonesia mengalami krisis pembelajaran. Belajar secara online saat ini dirasa belum optimal karena masyarakat tidak dapat beradaptasi dengan cepat selama waktu 6 bulan ini.

“Pandemi betul-betul memukul kita secara dahsyat, kita tidak hanya mengalami krisis kesehatan dan ekonomi, tapi juga krisis pembelajaran. Orang-orang yang menjalankan pembelajaran online, selama ini belum optimal karena masih tidak bisa beradaptasi dengan sistem ini. Akan butuh bertahun-tahun untuk benar-benar menjalankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Tapi tentu ada titik terang, kita melakukan penyederhanaan kurikulum, kita buat kurikulum darurat sehingga guru bisa fokus ke hal-hal yang esensial saja, selain itu masifnya adaptasi teknologi juga kini terjadi,” tambah Nadiem.

Nadiem berharap, sistem pendidikan setelah pandemi ini berakhir, dapat memiliki kemajuan bahkan langsung melompat ke arah yang lebih baik. Ia juga berharap, mahasiswa saat ini harus lebih aktif lagi menambah pengalaman dan juga wawasan, sehingga menjadi profesional yang siap terjun ke lapangan karena itu yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

“Mahasiswa saat ini jangan cuma belajar di ‘kolam renang’ saja, harus sudah dilatih di ‘laut terbuka’ bahkan seharusnya langsung saja belajar di ‘laut terbuka’ itu. Saat ini Indonesia butuh lulusan yang sudah siap masuk ke dunia profesional sehingga kalau sudah dilatih belajar di ‘laut terbuka’ mereka gak kaget lagi. Ini selaras dengan salah satu gagasan kampus

merdeka, 1 tahun dari 4 tahun masa studi itu bisa dipakai mahasiswa belajar di luar kampus, explore lagi pengetahuan dan dunia pekerjaan,” pesannya.

DGS UPH Festival 2020 juga menghadirkan staf ahli dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Hukum dan HAM, diantaranya, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL (K), MARS. – Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan yang memaparkan bahwa kualitas SDM dokter di Indonesia harus ditingkatkan lagi sehingga kepercayaan antara dokter dan pasien terbentuk, dan masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri atau impor dokter lagi. Sedangkan dari Kementerian Hukum dan HAM, Dr. Mualimin Abdi, SH, MH – Direktur Jendral (Dirjen) Hak Asasi Manusia (HAM) menjelaskan bahwa di tengah kondisi pandemi banyak masyarakat yang menyuarakan bahwa kebijakan PSBB; memakai masker, dan jaga jarak, mengekang HAM. Padahal selain hak asasi, ada juga kewajiban asasi yang harus dipatuhi oleh masyarakat sebagaimana yang terkandung di Pasal 28C Ayat (2) UUD 1945: masyarakat sebenarnya juga wajib menghormati, melindungi hak asasi manusia yang lain untuk hidup sehat.

Menyimpulkan paparan yang disampaikan narasumber dari Kemenkes dan Kemenkumham, Prof. Eka selaku moderator, mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan proaktif, meskipun sistem pembelajaran online masih menjadi tantangan bagi semua pihak, baik institusi, dosen, dan juga mahasiswa itu sendiri. Lebih lanjut, terkait peran mahasiswa dalam menyuarakan HAM, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi ambassador masyarakat, bahwa yang harus dilakukan bukan hanya hak asasi semata tetapi sekali lagi harus melindungi kewajiban asasi.

“Mari kita berbuat sesuatu dan jangan diam saja. Kita harus positive thinking agar dapat menghasilkan sesuatu yang unik, dalam arti apa yang bisa kita lakukan. Mungkin kita bisa memikirkan sesuatu yang belum kita pikirkan sebelumnya,” ungkapnya.

Acara ini diikuti oleh 3.800 mahasiswa baru yang tersebar di lokasi Jakarta, Tangerang, Surabaya, dan Medan serta terbuka untuk publik. UPH Festival merupakan acara tahunan UPH untuk menyambut mahasiswa baru dan juga para siswa SMA serta publik.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…